CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PERMAINAN BARA DI KANTOR


__ADS_3

Leta menarik tangan Mika dan mengajak Mika menjauh dari Riko. Riko ingin mengehar Mika dan Leta namun di halangi oleh Ria.


"Maaf nona sedang buru buru. Permisi" Ucap Ria.


Ria meninggalkan Riko yang heran dengan sikap Leta dan pengawal Leta. Dia hanya memandang punggung Mika yang semakin menghilang.


Dalam hati nya ada sesuatu yang hampa ketika melihat Mika yang menjauh.


Rumah utama Bara


Mika Leta dan Ria sudah kembali ke rumah. Leta mengajak duduk Mika di kursi taman namun Mika menolak nya.


"Mika. Aku tidak akan meminta kamu melupakan dia. Tapi aku harap kamu bisa membentengi hati kamu agar kamu tidak terlalu terluka" Ucap Leta yang melihat Mika akan masuk ke dalam rumah.


Mika terdiam sejenak mendengar ucapan Leta. Dia memikirkan apa yang di ucapakan Leta dan itu memang benar dia harus mulai membentengi hati nya mulai saat ini.


"Iya Ta. Aku akan lakukan itu" Jawab Mika tersenyum pada Leta.


Mika berbalik kembali lalu masuk ke dalam rumah untuk ke kamar nya. Leta merasa sedih melihat Mika yang seperti saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan Ria? Aku tidak tega melihat nya seperti itu terus" Tanya Leta pada Ria.


"Bagaimana jika berlibur?" Ucap Ria yang memberikan ide nya pada Leta.


"Iya Ria. Kamu benar aku akan bilang ke Bara. Siapkan mobil aku mau mandi dulu terus kita ke kantor Bara" Ucap Leta.


"Baik non" Jawab Ria.


Leta berlari masuk ke dalam rumah. Dia tidak sabar untuk ke kantor Bara. Dia ingin membicarakan tentang ide yang di berikan Ria pada nya.


Di kantor Bara.


Siang Hari nya Leta sudah sampai di kantor Bara. Dia masuk ke dalam gedung bersama Ria yang selalu mengawal nya.


"Selamat siang bu Leta" Sapa para pegawai Bara.


Leta hanya tersenyum cantik dan tetap melanjutkan jalan nya ke arah lift khusus CEO.


Tak lama Leta telah sampai ke lantai ruangan Bara. Saat dia keluar dari lift dia melihat Dila yang tengah siap siap akan masuk ke dalam ruangan Bara.


"Mau apa lagi sih dia" Ucap Leta geram.


"Apa perlu saya mengusir nya nona?" Tanya Ria.


"Tidak perlu. Kita lihat saja dulu apa yang akan dia lakukan. Aku tidak aka membiarkan dia seenak nya tebar pesona dengan suami ku" Ucap Leta.


"Baik non" Jawab Ria.


Saat Dila sudah masuk ke dalam ruangan Bara. Leta juga akan masuk ke dalam ruangan Bara.


"Kamu tunggu di luar saja. Kalau aku panggil kamu cepat masuk" Ucap Leta.


"Baik non" Jawab Ria


Leta membuka pintu ruangan Bara tanpa mengetuk pintu nya lebih dulu.


"Sayang. Apa aku ganggu kamu?" Tanya Leta manja.


"Tidak kok. Kamu ke sini dengan siapa?" Tanya Bara lembut.

__ADS_1


Leta berjalan ke arah Bara lalu memutar kursi Bara dan duduk di pangkuan Bara.


"Aku sama Ria." Jawab Leta yang menggambar lingkaran pada dada bidang Bara.


Dia sengaja tidak menyapa Dila karena dia ingin membuat Dila tau kalau Bara adalah milik nya.


"Ehem" Dila berdeham karena dia sudah mulai marah.


Leta berpura puraterkejut lalu berdiri dari pangkuan Bara namun Bara kembali menarik Leta ke dalam pangkuan nya.


"Oh maaf ada Dila di sini ternyata." Ucap Leta yang pura pura terkejut


"Tetap lah duduk. Dila hanya meminta tanda tangan ku saja setelah ini dia juga aka keluar." Ucap Bara.


"Oh begitu. Ya sudah cepat selesaikan" Ucap Leta manja.


"Iya sayang" Jawab Bara.


Bara membuka map yang di bawa Dila. Bara menanda tangani nya lalu mengembalikan map nya pada Dila kembali.


"Ini. Kamu sudah boleh keluar sekarang" Ucap Bara.


"Iya. Permisi " Pamit Dila marah.


Dila mengambil map tersebut dengan kasar lalu keluar dari ruangan Bara dengan keadaan marah.


Leta yang melihat Dila keluar dari ruangan Bara dengan marah. Dia merasa menang dan bangga.


"Aaaah. Akhir nya aku bisa mengusir nya" Ucap Leta.


Leta akan turun dari pangkuan Bara namun lagi lagi Bara mencekal nya.


"Kamu kenapa sih Bar. Aku mau duduk di sofa" Ucap Leta.


"Bara lepaskan aku. Kamu sedang bekerja. Jangan macam macam " Ucap Leta memberontak Bara.


"Ria" Panggil Bara.


Ria membuka pintu ruangan Bara lalu masuk ke dalam ruangan Bara.


"Iya tuan" Jawab Ria.


"Jaga pintu dengan baik jangan bolehkan siapa pun masuk ke dalam ruangan ini. Kalau sampai itu terjadi kamu akan tanggung akibat nya" Ucap Bara tegas.


"Baik tuan" Jawab Ria.


Ria keluar dari ruangan Bara dan mulai menutup rapat ruangan Bara. Dia berjaga di depan pintu ruangan Bara dengan sigap.


"Bara lepaskan aku. Aku ingin bicara hal penting sama kamu" Ucap Leta yang terus memberontak pelukan dari Bara.


"Aku akan mendengarkan nya tapi nanti setelah aku memakan mu" Jawab Bara.


Bara mulai menjamah setiap lekuk tubuh Leta dan mulai membuat rangsangan rangsangan agar Leta mengikuti nya.


"Ba.....ra....." Ucap Leta.


Bara tersenyum mendengar panggilan dari Leta. Dia menggendong Leta dan menidurka nya ke atas meja kerja nya. Dia mulai mencumbu Leta dengan berutal. Hingga membuat Leta kelelahan dengan permain Bara.


"Bara cukup aku lelah" Ucap Leta.

__ADS_1


"Aku belum puas Leta" Jawab Bara.


"Iya tapi aku sakit" Ucap Leta lagi.


Bara menghentikan aktifitas nya. Dia menggendong Leta masuk ke dalam ruang istirahat nya. Dia menidurkan Leta kembali ke kansur dan memulai aktifitas nya lagi.


Leta hanya mampu menerima semua yang di lakukan Bara pada nya. Dia juga menikmati permainan Bara yang membuat nya puas.


Cukup lama mereka berolahraga di siang bolong. Leta yang kelelahan tetap berada di atas kasur dengan tertutup selimut.


Sedangkan Bara mengambil ponsel nya untuk menghubungi Ria yang masih berjaga di depan pintu ruangan nya.


"Ria. Bersihkan ruangan saya. Dan belikan pakaian untu Leta" Ucap Bara.


"Baik tuan" Jawab Ria.


Setelah mendapat jawaban dari Ria. Bara mematikan ponsel nya dan kembali merebahkan diri nya di samping Leta. Dia memeluk tubuh polos Leta dengan erat.


"Kamu mau bicara apa?" Tanya Bara.


"Aku mau liburan" Jawab Leta.


"Liburan? Tumben ngajakin liburan" Ucap Bara.


"Iya. Aku mau liburan sama Mika biar Mika sedikit melupakan perasaan nya saat ini. Aku nggak tega dengan dia yang terua menangis diam diam di kamar nya" Jelas Leta.


"Oh. Ok kita akan liburan besuk. Sekalian aku ingin merayakan pernikahan kita" Ucap Bara.


"Enggak" Teriak Leta menolak.


Bara sedikit tersinggung dengan penolakan Leta yang terang terangan.


"Kenapa?" Tanya Bara dingin.


Leta tau akan perubahan sikap Bara. Dia memeluk Bara dan menenggelamkan wajah nya ke dada bidang Bara.


"Bukan nya aku tidak mau merayakan nya. Tapi di saat Mika sedang seperti ini. Aku tidak tega menggelar acara mewah" Jelas Leta.


Bara tersenyum lalu membalas pelukan Leta. Dia mencium kening Leta dengan lembut.


"Aku tidak aka merayakan nya secara mewah Leta. Aku hanya ingin merayakan nya secara sederhana di pinggir pantai" Ucap Bara.


"Aku mohon jangan menolak nya Leta. Aku hanya ingin semua orang tau kalau kamu milik ku dan akan selama nya milik ku" Jelas Bara.


Leta terdiam dengan ucapan Bara. Dia ingin menolak karena tidak tega dengan Mika tapi dia juga tidak ingin menyakiti Bara.


"Baik lah tapi jangan terlalu mewah" Ucap Leta.


"Iya sayang. Terima kasih" Ucap Bara tersenyum bahagia.


Bara memeluk Leta dengan erat dan terus menciumi kening Leta.


"Istirahat lah. Nanti setelah bangun baru mandi" Pinta Bara dan di angguki oleh Leta.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2