
"Mau apa lagi dia ke sini?" Guman Sesa.
Vero terus membunyikan bel rumah Sesa. Karena kamar pembantu berad di halaman belakang jadi tidak mendengar suara bel rumah Sesa.
"Terserah lah. Aku nggak mau ketemu dia" Ucap Sesa.
Sesa akan masuk ke dalam rumah namun Vero melihat Sesa. Dia memanggil nama Sesa.
"Sa tolong buka pintu nya. Aku mohon" Ucap Vero.
"Enggak. Pergi kamu dari rumah ku" Ucap Sesa.
"Sa aku mohon Sa. Aku ingin bicara sebentar saja dengan kamu. Setelah itu aku janji nggak akan ganggu kamu lagi" Ucap Vero.
Sesa sempat berfikir sebentar sebelum memutuskan apa yang akan dia lakukan. Akhir ny dia memilih menemui Vero. Dia turun ke lantai 1 dan menuju ke pagar rumah nya.
"Waktu kamu 5 menit" Ucap Sesa.
"Sa kamu habis menangis?" Tanya Vero.
"Kamu ke sini hanya ingin menanyakan ini?" Tanya balik Sesa.
"Iya. Dan ada lagi yang lain. Aku ingin kamu jaga diri baik baik. Setelah ini aku janji nggak akan menemui kamu lagi." Ucap Vero.
"Iya" Jawab Sesa singkat.
"Sa. Aku ingin minta maaf sama kamu. Jujur aku sudah lama menyukai kamu. Aku selalu cari pehatian sama kamu. Tapi aku malu untuk mengungkap kan perasaan ku sama kamu Sa. Aku jadi play boy hanya untuk mengalihkan fikiran ku dari kamu. Maafkan aku Sa" Ucap Vero.
"Sudah 5 menit. Kamu boleh pergi" Ucap Sesa
"Baik lah aku akan pergi sekarang. Selamat tingga Sesa. Aku sungguh sangat sangat mencintai kamu" Ucap Vero serius.
Vero berbalik dan mulai berjalan meninggalkan rumah Sesa. Sesa menutup pintu gerbang nya kembali lalu masuk ke dalam rumah nya.
Vero terus berjalan menyusuri jalanan karena dia tidak tau harus ke mana lagi.
Di saat berada di jalan raya. Vero melihat sebuah mobil yang berhenti di inggir jalan. Dia menghampiri mobil tersebut dan ternyata mobil tersebut mogok.
"Kenapa mobil nya pak?" Tanya Vero pada bapak bapak yang tengah bingung dengan mobil nya yang tidak bisa di hidup kan.
"Nggak tau nih mas mogok deh kayak nya. Sudah tengah malam juga pasti nggak ada bengkel yang buka" Jawab bapak bapak itu.
"Coba biar saya lihat dulu pak" Ucap Vero.
"Iya iya silahkan mas" Jawab bapak bapak itu.
Vero membuka kap mobil dan mulai melihat pada kerusakan mobil tersebut. Di sedikit mengutak atik mobil itu.
"Coba bapak nyalakan mesin nya" Pinta Vero.
"Iya mas" Jawab bapak itu.
Bapak tadi mulai menghidupkan mobil nya dan mobil nya berhasil hidup kembali.
__ADS_1
"Wah makasih banyak mas. Mobil saya sudah bisa hidup lagi" Ucap bapak itu.
"Iya pak sama sama" Jawab Vero.
"Oh ini ada sedikit uang buat ganti keringat" Ucap bapak itu memberikan sejumlah uang pada Vero.
"Tidak usah pak. Saya tulus menolong bapak" Ucap Vero menolak pemberian pemilik mobil.
"Mas nya mau ke mana? Kok jalan malam malam begini?" Tanya bapak itu.
"Saya...... Saya dari cari kerja pak" Jawab Vero.
"Mas nya mau kerja apa memang nya?" Tanya bapak itu.
"Apa saja pak." Jawab Vero.
"Bagaimana kalau mas nya ikut saya saja dulu. Nanti pagi saya akan bawa mas nya ke bengkel teman saya siapa tau teman saya itu butuh pegawai" Pinta bapak itu.
"Wah terima kasih banyak pak. Iya saya mau pak" Jawab Vero antusias.
Akhir nya Vero ikut masuk ke dalam mobil bapak bapak yang dia tolong tadi. Dia akan bermalam di rumah bapak itu.
Ke esokan hari nya.
Vero dan bapak pemilik mobil pergi ke bengkel teman bapak itu. Vero eihat keadaan bengkel yang sederhana dan tidak terlalu besar.
"Siapa nama kamu?" Tanya pemilik bengkel.
"Nama saya Vero pak" Jawab Vero.
"Saya yakin pak. Dan saya akan bekerja keras" Ucap Vero.
"Bagus. Saya suka semangat kamu. Nama saya pak Adi. Kamu akan kerja di sini dengan Eko" Ucap pak Adi.
"Eko sini kamu" Pinta pak Adi.
Seorang pria yang berbadan kecil kurus berjalan menghampiri mereka. Vero tersenyum pada pria yang di panggil Eko itu.
"Eko ini Vero. Dia akan bekerja bersama kamu di bengkel" Ucap pak Adi.
"Baik pak" Jawab Eko.
"Ya sudah kalian kerja yang baik. Saya mau pergi dulu" Pamit pak Eko.
"Iya pak" Jawab Eko.
Setelah pak Adi meninggalkan bengkel. Eko mengajak Vero untuk duduk.
"Mas Vero kayak nya anak orang kaya. Tapi kok mau sih kerja kotor seperti ini?" Tanya Eko.
"Enggak lah mas Eko. Saya bukan orang kaya kok" Jawab Vero.
"Jangan panggil mas dong mas. Saya masih kecil mas. Baru lulus SMK 2 tahun yang lalu" Ucap Eko.
__ADS_1
"Lho kamu nggak lanjut kuliah saja?" Tanya Vero.
"Enggak mas. Enakan kerja menghasil kan uang buat bantu bantu ibuk di rumah" Jawab Eko.
Vero tertunduk mendengar jawaban dari Eko. Dia tidak menyangka kalau Eko bisa berfikir lebih dewasa dari diri nya.
"Mas Vero tinggal di mana?" Tanya Vero.
"Belum tau Ko. Aku sih mau cari kontrakan yang murah di dekat sini" Jawab Vero.
"Oh kalau itu gampang mas. Nanti aku anterin ke kos yang dekat sini. Harga nya juga murah kok" Ucap Eko.
"Ok deh. Makasih ya Ko" Ucap Vero.
"Iya mas. Sama sama. Kita kan kerja bareng jadi harus saling bantu mas" Ucap Eko.
"Iya deh." Ucap Vero menepuk bahu Eko.
"Mumpung belum ada mobil yang bengkelin. Kita ngopi dulu yuk mas di warung depan situ" Ajak Vero.
"Nggak usah deg Ko. Aku di sini saja. Kalau kamu mau ngopi pergi saja biar aku yang jaga bengkel" Ucap Vero.
"Ya sudah. Aku ke sana dulu ya mas. Mau nitip nggak?" Tanya Eko lagi.
"Enggak deh masih kenyang" Jawab Vero.
"Ya sudah kalau gitu" Ucap Eko.
Eko menyebrang jalan untuk menuju ke warung. Setelah Eko pergi. Vero mengambil ponsel nya yang ada di saku nya.
Dia melihat panggilan dari Bara yang sangat banyak.
"Ngapain nih si Bara api telfon aku sebanyak ini?" Guman Vero.
Vero menghuhungi Bara balik. Tak lama Bara menjawab panggilan dari Vero.
"Eh monyet di mana kamu?" Tanya Bara
"Eh curut basa basi dulu kek jangan langsung ngegas gitu " Jawab Vero.
"Nggak ada basa basi. Di mana kamu sekarang? Nyokap kamu telfon aku semalam. Kata nya kamu di usir sama bokap" Ucap Bara.
"Oh soal itu. Aku baik baik saja." Jawab Vero.
Di saat bersamaan ada mobil yang masuk ke dalam bengkel.
"Bara sudah dulu. Aku kerja dulu nanti aku hubungi kamu lagi" Ucap Vero mematikan ponsel nya tanpa menunggu jawaban dari Bara
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš