
"Nggak ngerepotin nih?" Tanya Vero.
"Enggak lah kak" Jawab Riko.
Akhir nya Vero naik ke motor Riko. Riko menjalan kan motor nya menuju ke kos yang di maksud Vero.
Di sisi lain Dafi kini sedang berada di kantor. Dia sedang merencanakan sesuatu saat hari pernikahannya nanti.
"Bagaimana? Apa kamu sudah siakan semuanya?" Tanya Dafi pada asisten nya.
"Sudah pak" Jawab asisten Dafi.
"Bagus. Saya akan berangkat besok. Jika Eva mencari saya bilang saja tidak tau" Ucap Dafi.
"Pak. Maaf sebelumnya tapi saya masihbelum bisa percaya 100% pada nona Eva. Saya takut kalau anda hanya pelampiasan nya saja" Ucap asisten Dafi.
"Kamu lihat saja nanti. Kamu akan tau jawaban dari pertanyaan kamu itu" Jawab Dafi tersenyum.
Namun asisten Dafi yang masih bingung dengan jawaban Dafi hanya mengangguk saja tanpa bertanya lagi.
Ke esokan hari nya.
Dafi sudah memakai topi dan jaket hitam nya. Semalam dia bilang pada Eva kalau tidak bisa pulang.
Dia sengaja tidak bilang pada Eva tentang kepergian nya saat ini. Dia ingin tau apa yang akan Eva lakukan jika dia kehilangan Dafi.
"Maaf kan aku sayang. Aku tidak akan pernah menghianati kamu. Kamu harus tau tentang itu" Guman Dafi ketik melihat ke luar jendela hotel.
Tok tok tok.
Asisten Dafi sudah datang. Dafi mengambil tas nya dan keluar dari kamar hotel.
"Jam berapa pesawat nya akan berngkat?" Tanya Dafi.
"30 menit lagi pak." Jawab asisten Dafi.
Di bandara.
Dafi telah bersiap untuk masuk ke dalam bandara. Asisten nya masih setia menunggui diri nya.
"Selama kepergian ku. Jaga Eva dengan baik. Jangan sampai dia dan calon anak ku terluka" Pesan Dafi.
"Saya akan laksan kan Pak" Jawab asisten Dafi.
"Aku berangkat dulu" Pamit Dafi.
"Hati hati pak" Ucap asisten Dafi dan di anggkui oleh Dafi.
__ADS_1
Dafi memakai tudung jaket nya lalu menarik koper nya untuk masuk ke dalam bandara.
Di rumah Eva.
Eva yang baru bangun memulai rutinitas pagi nya. Namun pagi ini serasa ada yang berbeda.
Biasa nya setiap pagi Dafi akan menemani nya untuk berjalan jalan di taman rumah nya dan berjemur matahari pagi.
Ada rasa hampa dalam hati Eva. Dia terus melihat ke arah pintu gerbang rumah nya. Dia berharap Dafi akan pulang untuk menemani nya.
"Kamu di mana?" Guman Eva.
Eva tertunduk sedih karena Dafi tidak kunjung datang. Karena matahari sudah mulai terik dia masuk ke dalam rumah.
Pelayan nya sudah menyiapkan jus yang biasa dia minum. Lagi lagi dia teringat akan Dafi yang selalu menemani diri nya.
"Kenapa aku merasa kesepian?" Ucap Eva tertunduk.
Eva berjalan masuk ke dalam rumah nya. Tanpa dia sadari dia masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati Dafi.
Dia berjalan mengelilingi kamar tersebut dengan menyentuh kasur yang di pakai Dafi.
"Aku merindukan kamu Dafi" Ucap Eva.
Eva terus berjalan hingga dia menemukan foro diri nya yang berada di atas meja dengan bingkai foto yang indah.
Ada foto hasil USG anak dalam kandungan nya juga yang berada di sebelah fotonya.
"Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini Dafi? Kenapa kamu tidak membenci ku yang selalu memanfaat kan kamu?" Ucap Eva menangis.
Eva memeluk foto Dafi yang memakai topi dan jaket hitam nya ketika berjalan jalan di taman rumah nya. Pembantu Eva lah yang diam diam mengambil foto tersebut.
Eva menghapus air matanya. Dia keluar dari kamar Dafi menuju ke kamar nya.
"Tunggu aku Dafi. Aku akan mengejar kamu sekarang" Ucap Eva.
Eva membersihkan diri ny setelah mandi. Dia memilih gaun berwarna kuning lembut dengn rambut yang tergerai indah.
Eva meminta supir nya untuk menuju ke perusahaan Dafi. Dalam perjalanan Eva selalu tersenyum karena dia tidak sabar bertemu dengan Dafi.
Di perusahaan Dafi.
Eva turun dari mobil nya. Dia sedikit berlari masuk ke dalam perusahaan Dafi. Banyak karyawan yang menyapa nya namun Eva tidak memperdulikan nya. Dia tetap berjalan cepat untuk menuju ke ruangan Dafi.
Brack.
Eva membuka ruangan Dafi dengan nafas terengah engah. Namun senyuman nya hilang seketika ketika hanya ada asisten Dafi yang berada di kantor.
__ADS_1
"Nona Eva" Ucap asisten Dafi yang terkejut dengan kedatangan Eva.
"Di mana Dafi?" Tanya Eva yang mulai bergemetar karena dia takut akan pikiran nya sendiri.
"Pak Dafi. Pak Dafi baru saja pergi ke luar negri nona" Jawab Asisiten Dafi.
"Kenapa dia tidak bilang pada ku?" Tanya Eva yang mata nya mulai memerah karena menahan tangis nya.
"Maaf nona Eva. Tapi saya tidak tau" Jawab asisten Dafi lagi.
"Kemana? Kemana dia pergi?" Tanya Eva.
"Maaf nona saya tidak bisa menjawab nya" jawab asisten Dafi.
Eva terduduk di lantai. Dia menangis karena merasa menyesal. Seharus nya dia bilang pada Dafi kalau dia mulai mencintai Dafi.
Dia mengira kalau Dafi pergi untuk meninggalkan diri nya. Dia menangis dengan penyesalan dalam hati nya.
Asisten Dafi terlejut dengan Eva. Asisten Dafi tersenyum karena dia sudah tau akan jawaban dari pertanyaan nya pada Dafi tadi pagi.
Dia menghampiri Eva dan mengajak Eva duduk di sofa.
"Mari nona. Duduk di sofa di sini dingin" Ucap asisten Dafi.
"Tidak. Aku ingin mencari Dafi. Katakandi mana dia?" Tanya Eva yang mencengram kerah jas asisten Dafi.
"Maaf kan saya nona. Saya tidak bisa memberi tau anda" Jawab asisten Dafi.
Plack.
Eva yang marah menampar asistenDafi dengan keras.
"Kata kan pada dia. Kalau saat hari pernikahan kita dia tidak datang juga. Jangan harap dia akan melihat ku dan anak ini lagi di dunia ini" Ancam Eva.
Eva keluar dari ruangan Dafi dengan keadaan marah. Dia menangis keluar dari kantor Dafi.
"Ke rumah Bara" Ucap Eva pada supir nya.
"Baik nona" Jawab supir Eva
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš