
Dafi memberikan topi nya pada Eva karena kali ini dia memakai masker dan hanya terlihat sedikit bekas luka bakar nya.
"Makan sesuka kamu. Tidak akan ada orang yang tau wajah kamu" Ucap Dafi.
Eva tersenyum dan melanjutkan makan nya dengan lahap. Setelah makan Eva mengajak Dafi pulang karena dia sudah merasa mengantuk.
Ke esokan hari nya di vila Bara.
Hari ini adalah jadwal kepulangan keluarga Bara kembali ke rumah. Mereka sudah bersiap dan akan melakukan perjalanan ke bandara.
Bara terus memeluk pinggul Leta. Leta juga terus menyenderkan kepala nya di dada bidang Bara.
"Mamah senang melihat kalian yang seperti ini" Ucap mamah Bara.
"Iya mah makasih" Ucap Leta.
"Segeralah memiliki momongan agar rumah kita ramai dengan tangisan bayi" Ucap papah Bara.
"Sabar saja pah kita masih berusaha"Jawab Bara
Leta mencubit linggang Bara karena malu dengan jawaban Bara.
"Kita sudah sampai. Yuk turun" Pinta Bara.
Leta mamah papah dan Bara keluar dari mobil. Mika sudah menunggu mereka karena mereka berbeda mobil.
"Sudah semua kan? Ada yang tertinggal nggak?" Tanya Mika untuk memastikan
"Sudah semua kok. Yuk masuk" Jawab mamah Bara.
Mereka masuk ke dalam bandara. Mereka menunggu sejenak untuk menunggu panggilan masuk ke dalam pesawat.
Di rumah utama.
8 jam perjalanan mereka lalui. Badan yang lelah dan letih kini terbayar dengan empuk nya kasur.
"Argh lelah nya" Ucap Leta merebahkan diri nya di atas kasur.
"Mandi dulu. Setelah itu baru istirahat " Ucap Bara.
"Iya deh. Aku juga lapar" Jawab Leta.
Karena hari juga sudah malam dan badan yang terasa lelah akhir nya mereka tidur lebih awal.
Ke esokan hari nya.
Bara dan Ria telah bersiap untuk ke sebuah tempat yang telah lama di idamkan Leta.
"Sayang cepat dong nanti kita kesiangan" Teriak Bara.
"Iya iya. Ini sudah siap kok" Jawab Leta yang kini memakai dres putih dengan rambut yang di kuncir kuda tinggi.
__ADS_1
"Kita mau ke mana sih?" Tanya Leta.
"Kamu akan tau nanti" Jawab Bara.
Bara menggandeng Leta keluar dari rumah menuju ke mobil nya. Ria yang akan menyetir mobil untuk ke tempat tersebut.
Di tempat kejutan.
Leta dan Bara turun dari mobil. Leta melihat kain besar yang menutupi sebuah bangunan di depan nya.
"Bangunan apa ini?" Tanya Leta pada Bara.
"Kamu akan tau nanti." Jawab Bara.
Bara memberi kode pada anak buah nya. Lalu anak buah nya menjatuhkan kain besar yang menutupi bangunan tersebut.
Leta terkejut dengan apa yang ada di depan nya. Dia menutup mulut nya dan menatap Bara dengan bahagia.
"Apa kamu suka?" Tanya Bara.
"Ini untuk aku?" Tanya Leta yang masih belum percaya.
"Iya sayang ini untuk kamu. Kelolalah dengan baik dan bijak" Ucap Bara
Leta menghamburkan diri nya pada Bara dan memeluk Bara dengan erat.
"Terima kasih" Ucap Leta bahagia.
"Kamu mau memberi nya nama apa?" Tanya Bara.
"Aku akan beri nama TAMAN BACA PELANGI" Jawab Leta.
"Nama yang indah. Aku setuju" Jawab Bara.
"Ayo masuk" Ajak Bara.
Bara menggandeng tangan Leta masuk ke dalam taman baca tersebut. Dia melihat kaca kaca tembus pandang yang bisa melihat langist secara langsung dan ada banyak tanaman dan juga pepohonan di dalam taman baca tersebut.
"Ini sangat indah" Ucap Leta
"Aku senang jika kamu senang" Ucap Bara.
"Terima kasih Bara. Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan pada ku" Ucap Leta tulus.
"Sayang aku tidak perlu rasa terima kasih kamu. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan kamu. Dengan anak anak kita selama nya" Ucap Bara
"Pasti Bara. Aku akan selalu bersama kamu" Jawab Leta menangis.
Bara menarik tubuh Leta dan memeluk nya. Leta sangat terharu dengan apa yang telah di berikan Bara pada nya.
"Aku janji Bara. Aku akan selalu bersama kamu. Kita akan menjalani hidup ini bersmaa sama karena aku sangat sangat mencintai kamu" Guman Leta dalam hati yang masih memeluk erat Bara.
__ADS_1
Bara mengajal Leta untuk ke sebuah ruangan yang di khusus kan untuk diri nya jika sedang berada di taman baca itu.
"Ini kamar khusus untuk kamu. Kamu bisa istirahat di sini jika kamu ke sini" Ucap Bara.
Leta mengelilingi kamar tersebut. Dia bisa melihat ke seluruh ruangan dari tempat tersebut.
"Kamar nya setrategis. Aku suka" Ucap Leta.
"Kemari lah" Pinta Bara yang sudah di karpet bulu yang nyaman.
Leta menghampiri Bara dan duduk di depan Bara. Bara memeluk Leta dari belakang dan menyenderkan kepala nya di bahu Leta.
"Aku ingin sekali memiliki anak anak yang lucu dari rahim kamu" Ucap Bara.
"Terus lah berusaha dan berdoa agar kita bisa mendapatkan buah cinta kita" Ucap Leta.
"Tentu sayang. Aku akanselalu berusaha. Malam ini kita harus bekerja keras lagi" Ucap Bara yang menggoda Leta.
"Ih Bara kok di omongin sih." Ucap Leta marah memukul Bara dengam bantal.
"Hahaha kenapa sih sayang. Kita sudah suami istri wajar kan kalau kita melakukan nya" Ucap Bara.
"Iya tapi nggak harus di omongin juga kan malu" Ucap Leta marah.
"Ok ok baik lah aku nggak akan ngomongin itu lagi. Tapi aku akan langsung melakukan nya saja" Ucap Bara mendorong tubuh Leta dan menindih nya.
"Bara jangan lakukan itu di sini. Pergi dari atas tubuh ku" Ucap Leta mendorong tubuh Bara.
Bara yang sudah puas melihat Leta yang memerah karena malu akhir nya kembali duduk. Leta bangun dan merapikan rambut nya.
"Aku mau istirahat. Kamu kalau mau baca baca silahkan" Ucap Bara.
"Iya. Kamu di sini saja jangan kelayapan" Ucap Leta.
"Enggak akan sayang ku" Jawab Bara.
Leta tersenyum mendengar ucapan Bara. Dia keluar dari ruangan tersebut dan mulai mencari cari buku yang akan dia baca.
(Hai kak nih aku kasih gambaran untuk taman baca ya pelangi nya. Ini hanya taman nya saja ruang baca nya berbeda lagi. Kalau menurut ini snagat unik jadi aku pernah membayangkan jika membaca di taman dengan suasana tenang seperti ini pasti nyaman sekali)
Jika kalian punya imajinasi sendiri juga silahkan ya kak šššš
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš