
"Biarkan dia. Ayo bawa gadis ini pada bos besar" Ucap bos nya.
"Baik bos" Jawab anak buah nya.
Leta di bawa masuk ke dalam mobil pria pria itu dan meninggalkan Mika yang pingsa di pinggir jalan.
Di saat bersamaan Bara baru selesai rapat. Dia melihat ponsel nya yang terdapat banyak panggilan dari Mika.
"Mika. Ada apa ya?" Guman Bara khawatir.
Bara mencoba menghubungi Mika kembali namun tak ada jawaban.
"Kenapa nggak di angkat sih? Aku kok jadi nggak tenang ya?" Guman Bara lagi.
Bara mulai menghubungi anak pengawal Leta.
"Di mana Leta?" Tanya Bara tegas.
"Non Leta pergi dengan non Mika tuan. Kami kehilangan jejak nya" Jawab pengawal Leta.
"Begok kalian semua. Cepat cari di mana Mika dan Leta sekarang juga" Teriak Bara marah.
Sesa yang baru masuk ke ruang Bara terkejut dengan teriakan Bara barusan.
"Sesa kamu ikut aku. Hubungi Mika terus sampai dia menjawab nya" Pinta Bara berjalan keluar dari ruangan nya dan di ikuti Sesa.
"Memang nya ada apa?" Tanya Sesa.
"Sudah jangan banyak tanya. Cepat kamu lakukan saja apa yang aku suruh." Benatak Bara pada Sesa.
"Baik" Jawab Sesa.
Sesa tidak berani tanya lagi pada Bara karena saat ini Bara sedang emosi dan juga khawatir.
Di dalam mobil Bara.
Bara mengendarai mobil nya ke tempat tempat yang biasa di datangi Mika namun dia tidak melihat Mika di sana.
"Gimana? Sudah di angkat Mika?" Tanya Bara.
"Belum. Aku masih mencoba menghubungi nya" Jawab Sesa.
Di saat bersamaan ponsel Bara berdering.
"Angkat Sa" Pinta Bara.
Sesa mengambil ponsel Bara dan mulai mengangkat panggilan dari pengawal Leta. Sesa mengeraskan suara ponselnya agar Bara juga mendengar laporan dari pengawal Leta.
"Tuan kami menemukan non Mika di jalan A dalam keadaan pingsan. Tapi kami tidak menemukan non Leta." Lapor pengawal Leta.
"Bagok kalian semua. Bawa Mika ke rumah dan cepat cari di mana keberadaan Leta sekarang juga" Teriak Bara marah.
"Baik tuan" Jawab pengawal Bara.
Setelah mendapat laporan dari pengawal Leta Bara memutar mobi nya untuk kembali ke rumah utama.
"Di mana kamu sayang?" Guman Bara khawatir.
"Tenang lah Bara. Leta pasti baik baik saja. Dia pasti bisa menjaga diri nya dengan baik" Ucap Sesa menenangkan Bara.
__ADS_1
"Iya Sa semoga dia baik baik saja " Jawab Bara.
Di rumah utama.
Bara telah sampai di rumah utama. Dia dan Sesa keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Dia melihat Mika yang sudah sadar dan menangis di ruang tamu.
"Mika kamu kenapa? Di mana Leta?" Tanya Bara lembut.
"Kak Bara. Leta di bawa pergi orang orang itu kak. Tolong selamatkan Leta kak" Ucap Mika menangis.
"Siapa yang membawa Leta?" Tanya Bara.
"Aku nggak tau kak. Mereka ada sekitar 5 orang pria yang bertubuh besar kak. Aku takut Leta akan kenapa kenapa kak. Tolong selamatkan Leta kak" Ucap Mika.
"Sesa tolong tenangkan Mika dulu ajak dia ke kamar nya" Pinta Bara.
"Baik" Jawab Sesa.
Sesa memapah Mika berjalan naik ke lantai 2 untuk menuju ke kamar Mika.
Sedangkan di lantai 1 Bara menatap tajam ke arah para pengawal Leta.
Plack plack plack.
Bara memukul wajah para pengawal Leta dengan keras.
"Apa begini cara kerja kalian? Saya membayar kalian mahal mahal bukan untuk kehilangan istri saya" Teriak Bara marah.
"Aku tidak mau tau kalian harus menemukan Leta bagaimana pun cara nya. Kalau sampai malam ini kalian tidak menemukan nya kalian akan tau akibat nya." Ancam Bara.
"Kalau satu tetes saja darah Leta keluar dari tubuh nya nyawa kalian lah yang jadi taruhannya" Ucap Bara mengancam para pengawal Leta.
"Panggil Ria ke sini" Pinta Bara.
"Baik tuan" Jawab salah satu pengawal Leta
Bara duduk di sofa dengan perasaan yang buruk dan tidak tenang. Dia terus memikirkan keadaan Leta yang tadi pagi mengeluk sakit.
"Maaf kan aku Leta. Harus nya aku tadi tidak meninggalkan kamu" Ucap Bara menyesal.
"Tuan memanggil saya?" Tanya Ria.
"Iya. Cari keberadaan Leta. Di ponsel nya ada pelacak yang kamu tanam dulu" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria mengambil leptop Bara dan mulai mencari keberadaan Leta lewat alat pelacak yang di tanam pada ponsel Leta.
"Bagaimana? Di mana Leta?" Tanya Bara.
"Saya masih mencari nya tuan" Jawab Ria.
Hampir 1 jam Ria mencari keberadaan Leta. Akhir nya dia menemukan Leta.
"Non Leta ada di hotel Xx tuan berada di nomer 409 kamar VIP" Ucap Ria.
"Di hotel mewah?" Tanya Bara heran.
"Iya tuan" Jawab Ria.
__ADS_1
"Bawa semua bawahan kamu. Kita ke sana sekarang juga" Pinta Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Cukup 10 menit Ria mengumpul kan anak buah nya yang berjumlah 100 orang dengan keahlian bela diri yang bertingkat tinggi.
" kita hancurkan siapa saja yang telah menyakiti Leta ku" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab anak buah Ria serentak.
Ria dan Bara yang akan memimpin jalan untuk menuju ke hotel Xx tersebut. Ria memberikan pistol kesayangan Bara yang selalu di simpan Ria dengan baik.
"Silahkan tuan" Ucap Ria.
"Kerja bagus Ria. Sekarang kita selamatkan Leta" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Di hotel Xx.
Bara dan Ria turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam hotel dengan semua anak buah Ria tentu nya.
"Maaf ada apa ini?" Tanya menejer hotel.
"Aku tidak akan menghancurkan hotel ini jika kamu membiarkan aku untuk mencari istri ku yang di culik di sini" Ucap Bara.
"Maaf tuan kami di sini tidak ada yang berani melakukan itu. Mungkin anda salah tempat" Jawab menejer hotel lagi.
Dor.
Bara menembak dinidng tepat di sebelah menejer tersebut.
"Jangan menghalangi ku atau kamu aka jadi debu sekarang juga" Ancam Bara
"Baik baik kami tidak akan menghalangi anda. Maafkan saya" Ucap menejer hotel.
"Geledah semua nya" Teriak Bara.
"Baik tuan" Jawab anak buah Ria.
Ria dan Bara berjalan ke arah lift. Mereka menuju ke arah kamar yang di maksud kan Ria tadi.
Sata sampai di lantai yang di tuju ada 3 orang pria yang berjaga di luar kamar dengan badan kekar nya.
"Bereskan. Mereka Ria" Perintah Bara
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria menembakkan timah panas pada kaki kaki pria tersebut. Bara berjalan ke arah kamar hotel tersebut.
"Semoga kamu baik baik saja sayang" Ucap Bara.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš