CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
KENA MARAH LETA


__ADS_3

"Tapi apa benar kamu sudah pacaran dengan Sesa?" Tanya Bara lagi.


"Iya. Kemarin kita jadian. Aku sempat berfikir untuk menghubungi kamu. Tapi aku belum sempat" Jelas Vero.


"Masuk mobil. Kamu jelaskan semua nya pada ku" Ucap Bara dan di angguki oleh Vero.


Vero dan Bara masuk ke dalam mobil.


"Ke rumah utama" Ucap Bara pada supir nya.


"Baik tuan" Jawab supir Bara.


Di dalam mobil. Vero menceritakan semua nya pada Bara. Saat mendengar penjelasan Vero. Bara bisa menebak kalau semua ini hanyalah rencana dari papah Bara.


"Tolong bantu aku Bara. Aku kali ini tidak main main dengan Sesa. Aku ingin menikahi dia agar dia tidak pergi dari sisi ku" Ucap Vero.


"Kamu tenang saja. Aku akan bantu kamu. Tapi kamu juga harus buktikan pasa papah kamu kalau kamu serius dengan Sesa" Jawab Bara.


"Iya aku akan berusaha membuktikan nya pada papah" Sahut Vero.


Tak lama mereka telah sampai di rumah utama Bara. Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.


Di saat bersamaan. Leta melihat mereka berdua ketika sedang bersantai di ruang tamu.


"Ya Tuhan. Ada apa dengan wajah kalian? Siapa yang melakukan nya?" Tanya Leta terkejut.


Bara dan Vero salinv pandang. Merek menunjuk satu sama lain untuk menjawab pertanyaan Leta.


"Kalian berantem?" Tanya Leta dan di angguki oleh Vero dan Bara.


"Sini duduk semua" Ucap Leta.


Dengan patuh Vero dan Bara duduk di sofa dengan tenang. Leta berdiri untuk mengambil kotak P3K.


"Bara sini kamu. Aku obati kamu dulu" Ucap Leta.


Bara beralih duduk di sebelah Leta. Leta mulai membuka kotak obat dan menyiapkan obat yng akan dia pakai.


"Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Leta.


"Bara tuh yang mulai duluan. Dia yang memukul aku tiba tiba" Ucap Vero.


Seketika Leta menarap tajam pada Bara.


"Habis nya Sesa menghubungi ku dan membuat ku salah paham" Sahut Bara.


"Iya tapi kan bisa bicara baik baik. Kenapa harus main pukul pukul saja" Ucap Leta dengan menekan luka Bara ketika mengobati nya.


"Aduh aduh iya iya aku salah" Ucap Bara yang memegangi tangan Leta agar tidak menekan luka nya lagi.


"Kenapa baru terasa sakit nya. Kalian ini susah dewasa. Bisa kan di bicarakan baik baik. Sambil ngopi kek di kafe" Ucap Leta yang menatap Vero dan Bara secara bergantian.


"Iya. Kami salah" Ucap Vero dan Bara bersamaan.


"Sini kak Vero. Ganti kamu yang aku obati" Ucap Leta


Melihat cara Leta mengobati Bara tadi dia merasa takut.

__ADS_1


"Tidak usah Leta biar aku obati sendiri saja. Nanti Bara cemburu lagi" Ucap Vero yang menolak Leta.


"Dia nggak akan begitu" Ucap Leta.


"Sudah nggak papa kok nanti aku obati sendiri saja" Tolak Vero lagi.


"Ya sudah. Kalau begitu ceritakan permasalahan nya pada ku" Pinta Leta.


Bara mencerirakan semua nya pada Leta. Leta mendengarkan penjelasan Bara dengan seksama hingga dia terharu.


"Huhuhu kak Sesa kasihan sekali. Baru saja mereka mencoba untuk bersama. Tapi malah di pisahkan lagi sama orang tua kak Vero" Ucap Leta menangis.


"Maka dari itu. Aku ingin minta bantuan kalian untuk membujuk orang tua ku. Leta aku kali ini sangat serius dengan Sesa. Aku sangat mencintai dia dan ingin mengajak nya menikah" Ucap Vero.


Leta mengangguk dengan wajahnya yang menangis dan cemberut.


"Ok. Aku dan Bara akan membantu kalian. Kak Vero tenang saja. Sebentar lagi kalian akan bersama lagi" Ucap Leta.


Leta berdiri lalu menarik tangan Bara.


"Mau ke mana? Ini masih sore sayang"Bara yang mengira Leta akan mengajak nya bermesraan.


"Apaan sih kamu Bara. Aku mau meminta kamu ganti baju. Setelah itu kita ke rumah kak Vero" Ucap Leta.


"Oh aku kira" Ucap Bara mengusap tengkuk leher nya.


Vero tertawa cekikikan melihat Bara yang kegeeran dengan Leta. Bara yang melihat Vero mentertawakannya mulai marah. Dia melempar bantal sofa pada Vero.


"Aduh" Ucap Vero kesakitan karena lemparan Bara tepat di wajah nya yang terkena pukulan Bara tadi.


"Bara kamu mau bunuh aku sebelum aku nikah ya?" Ucap Vero.


"Sayang. Tidak sekarang juga dong kita ke sana. Suasana nya masih panas. Biarkan emosi masing masing mereda dulu. Besuk atau lusa kita baru ke sana" Ucap Bara.


Leta mengangguk mendengar ucapan Bara karena dia tau kalau apa yang di ucapakan Bara benar ada nya.


"Ya sudah. Kak Vero tinggal di sini saja untuk sementara" Ucap Leta.


"Tidak" Tolak Bara tegas.


"Maaf Leta. Aku juga harus bekerja. Aku sudah punya tempat tinggal sendiri. Jadi nanti aku pulang saja" Ucap Vero.


"Tuh kan. Vero sudah mandiri sayang. Kamu tidak perlu menghawatirkan dia" Ucap Bara


"Iya kak Vero menolak karena kamu tidak memperbolehkan nya" Ucap Leta yang masuk ke dalam ruang makan begitu saja.


"Sudah lah. Vero yuk makan dulu" Ajak Bara dan di angguki Vero.


Vero dan Bara mengikuti Leta yang sudah berda di ruang makan. Mereka makan bersama dengan tenang.


Setelah mereka makan. Mereka bertiga duduk di ruang tengah. Di saat bersamaan Mika yang pulang dengan di antar Riko masuk ke dalam ruang tengah juga.


"Tumben kak Bara sudah pulang?" Tanya Mika.


"Sudah lah. Memang nya kamu yang suka nya kelayapan" Jawab Bara.


"Iya. Kamu dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang?" Tanya Leta tegas.

__ADS_1


"Habis ngerjain tugas kuliah." Jawab Mika.


"Aduh lelah nya" Ucap Mika yang merebahkan diri nya di sofa dengan paha Leta sebagai bantalan nya.


"Mika dia milik ku" Ucap Bara mendorong kepala Mika.


"Apaan sih kak. Leta juga kakak ipar ku" Sahut Mika.


"Tidak. Dia milik ku. Sana kamu sama si curut" Ucap Bara.


"Sudah. Kalian ini kenapa sih. Setiap ketemu psti bertengkar terus. Aku bukan punya siapa siapa. Aku mau tidur" Ucap Leta yang lelh dengan pertengkaran adik ipar nya dan suami nya itu.


"Kamu sih Mika. Ngambek kan Leta" Ucap Bara.


"Kakak lah yang nggak mu ngalah sama adik nya sendiri " Sahut Mika.


"Em kak Bara Mika. Aku mau pamit pulang saja sudah malam" Pamit Riko.


"Oh iya sana pulang. Jangan ajak adik ku pulang malam malam lagi." Ucap Bara.


"Kak Bara apaan sih. Mika sudah besar" Ucap Mika.


"Sudah besar kek sudah punya anak kek sampai kamu nenek nenek juga kamu adik ku" Ucap Bara


"Ohhhh kak Bara" Ucap Mika yang memeluk Bara.


Vero menyerngit melihat tingkah Mika dan Bara yang sama sam aneh menurut nya. Sebentar sebentar berantem sebwntar sebentar sayang sayangan.


"Sudah lah aku mau pulang" Pamit Vero yang berdiri dan di ikuti Riko.


"Biar supir ku yang mengantarkan kamu" Ucap Bara.


"Tidak usah. Aku bisa naik bis" Tolak Vero.


Riko juga pamit pulang. Mika mengantar Riko dan Vero keluar dari rumah. Vero berjalan kaki untuk menuju ke halte bis.


"Kak biar aku antar saja kak" Ucap Riko yangmengendarai motor nya.


"Boleh. Sampai ke halte bis ya" Ucap Vero.


"Memang nya kakak mau ke mana?" Tanya Riko.


"Ke kos jalan A" Jawab Vero.


"Oh kita searah kak. Biar aku antar saja" Ucap Riko.


"Nggak ngerepotin nih?" Tanya Vero.


"Enggak lah kak" Jawab Riko.


Akhir nya Vero naik ke motor Riko. Riko menjalan kan motor nya menuju ke kos yang di maksud Vero.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ****


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2