
Bara mematikan ponsel nya. Dia mengingat ingat siapa musuk nya yang memiliki peralatan canggih tersebut.
"Keluarga Eva." Guman Bara.
"Kalau benar kamu bekerja sama dengan Dafi untuk mencelakai Leta. Maka aku aka membuat kamu dan keluarga kamu hancur Eva" Ucap Bara yang mulai marah san meremas jemari nya.
Satu jam berlalu Dokter kini telah sampai di rumah Bara dan mulai memeriksa keadaan Leta.
Bara selalu berada di samping Leta karena dia terus merasa tidak tenang dengan keadaan Leta.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Bara khawatir.
"Nona Leta baik baik saja. Luka luka nya akan saya beri salep untuk di oleskan pada luka lebam nya. Dan saya juga akan memberikan obat mag pada nona Leta dan harus di minum sebelum nona Leta makan" Jelas Dokter.
"Jadi sakit perut Leta karena dia punya mag?" Tanya Bara.
"Benar tuan Bara. Dan mag nya sudah serius jadi saya harap tolong di jaga baik baik pola makan non Leta. Sakit yang di derita non Leta hampir sama dengan sakit yang di derita tuan. Tapi non Leta tidak harus bergantung dengan obat yang seperti anda minum" Jelas Dokter lagi.
"Baim Dok. Terima kasih banyak" Ucap Bara.
"Sama sama tuan. Saya permisi " Pamit Dokter.
"Iya Dok silahkan" Jawab Bara.
Setelah Dokter keluar dari kamar Bara. Bara mendekat pada Leta. Dia mengusap kepala Leta dengan lembut.
"Kamu selalu marah marah jika aku telat makan. Dan ternyata kamu sendiri punya sakit yang sama dengan ku" Ucap Bara.
"Mari kita jaga satu sama lain Leta. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Jadi aku harap kamu bisa selalu bersama ku selama nya" Imbuh Bara.
Tak terasa Bara mulai terlelap dengan menggengam tangan Leta erat. Dia semalaman terus menggenggam tangan Leta.
Ke esokan hari nya.
Leta terbangun dengan kepala nya yang terasa berat dan seluruh tubuh nya yang terasa sakit.
"Sayang kamu sudah bangun?" Tanya Bara yang masuk ke dalam kamar dengan membawa bubur untuk Leta.
"Bara" Panggil Leta menangis.
Bara menaruh bubur yang dia bawa di atas meja. Dia menghampiri Leta dan memeluk nya.
"Tidak apa apa sekarang kamu sudah bersama ku" Ucap Bara.
"Aku takut Bara. Dia..... dia mau melecehkan aku Bara. Aku takut" Ucap Leta menangis.
"Maafkan aku Leta. Maaf karena aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik. Maafkan aku sayang." Ucap Bara menyesal.
Leta terus saja menangis ketika dia mengingat kejadian saat dia di culik.
Flash back.
Leta yang sudah tidak sadarkan diri di bawa ke sebuah hotel mewah.
"Gadis secantik ini hebat juga bisa bela diri" Ucap pria penculik Leta.
"Iya bos. Memang nya bos besar menginginkan gadis ini ya bos kok dia minta kita menangkap gadis ini bagaimana pun cara nya?" Tanya anak buah pria itu.
"Itu bukan urusan kita. Sudah sampai ayo kita bawa dia ke tempat bos" Perinta bos penculik.
Di dalam kamar hotel.
__ADS_1
Leta telah tersadar dari pingsan nya. Dia melihat seorang pria yang bertelanjang dada sedang merokok di dekat jendela.
Leta ingin pergi dari tempat itu tapi tangan dan kaki nya terikat kuat hingga dia kesakitan jika bergerak.
"Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Dafi yang ternyata dalang dari penculikan Leta.
"Dafi. Lepaskan aku Dafi" Pinta Leta yang memberontak.
"Tidak akan sayang. Aku sudah menginginkan hal ini sejak lama. Aku tidak peduli dengan setatus kamu yang sudah menikah dengan baj****an itu. Yang aku tau aku akan segera memiliki mu" Ucap Dafi yang sudah berada di atas tubuh Leta.
Cuih.
Leta meludah tepat di wajah Dafi.
"Aku nggak akan sudi menikah dengan pria gila seperti kamu" Ucap Leta.
Karena emosi dengan penghinaan Leta. Dafi menjambak rambut Leta lalu memukuli Leta dengan membabi buta.
"Aaaah. Bunuh aku Dafi bunuh. Lebih baik aku mati dari pada aku harus melayani kamu" Teriak Leta yang kesakitan.
Entah apa yang terjadi pada Dafi hari ini. Dia tidak bisa mengontrol emosi nya sendiri.
Dia mengambil minuman anggur yang berada di atas meja. Dia membuka tutup anggur tersebut dan memaksa Leta untuk meminum anggur tersebut.
Leta menangis melihat pandangan mata Dafi yang tidak seperti biasa nya. Dia juga ketakutan akan apa yang akan di lakukan Dafi pada diri nya.
"Bara aku mohon selamat kan aku" Guman Leta dalam hati dengan air mata nya yang tak berhenti.
"Uhuk uhuk uhuk" Leta terbatuk batuk meminum minuman anggur dari Dafi.
Pandangan mata nya mulai buram karena pengaruh alkohol.
Dafi merobek baju yang di kenakan Leta hingga seluruh tubuh Leta terlihat jelas di depan mata nya.
Tapi saat Dafi membuka ikatan kaki Leta. Leta menendang Dafi tepat di dada Dafi.
Duack.
"Aaaaah" Ucap Dafi kesakitan dan terjatuh dari kasur.
Dafi bangkit dan menaiki tubuh Leta kembali. Dia memukul Leta lagi tanpa memiliki perasaan kasihan sama sekali.
"Dafi lepaskan aku. Aaaaaaah Dafi" Teriak Leta kesakitan karena pukulan dari Dafi.
Karena tubuh nya yang sudah babak belur dan pengaruh alkohol juga perlahan Leta mulai tidak sadarkan diri.
Dafi yang melihat Leta tidak sadarkan diri mulai panik.
"Leta sayang. Kamu tidak apa apa kan? Leta bangun Leta" Ucap Dafi menampar pipi Leta.
"Maafkan aku Leta. Maaf" Ucap Dafi.
Di saat Dafi ketakutan dengan Leta yang tidak sadarkan diri. Terdengar suara tembakan dan kaki nya kesakitan karena luka tembak.
Dor.
"Aaaah" Teriak Dafi kesakitan.
Flash back Off
Di kamar Bara.
__ADS_1
Leta saat ini sedang makan bubur dengan di suapi oleh Bara. Bara akan berada di rumah untuk beberapa hari kedepan demi menjaga Leta.
"Sudah. Aku sudah kenyang" Ucap Leta.
"Sayang. Kamu baru makan sedikit. Makan sedikit lagi ya?" Pinta Bara.
"Tidak Bara nanti aku muntah kalau di paksa" Tolak Leta.
"Baik lah. Ini minum susu nya dulu" Pinta Bara menyerahkan susu pada Leta.
Leta menerima susu pemberian Bara lalu meminum nya perlahan.
Tak lama suara ketukan pintu kamar Bara terdengar.
Tok tok tok.
"Masuk" Ucap Bara.
Ria membuka pintu kamar Bara dan masuk ke dalam kamar.
"Apa yang kamu temukan?" Tanya Bara.
"Saya menemukan ini tuan" Jawab Ria memberikan suntikan dan beberapa bungkusan yang berisi serbuk berwarna putih.
"Apa ini?" Tanya Bara.
"Saya akan menjawab nya tapi sebelum itu saya ingin bertanya lebih dulu dengan nona" Ucap Ria.
"Kamu mau tanya apa?" Tanya Leta.
"Apa Dafi yang memukuli anda?" Tanya Ria.
"Iya. Dia yang melakukan nya" Jawab Leta.
Brack.
Bara menggebrak meja karena marah ketika dia tau Dafi lah yang memukuli Leta.
"Jadi dia yang sudah memukuli kamu? Apa dia tidak punya otak memukuli wanita sampai seperti itu?" Ucap Bara marah.
"Tuan tenang dulu. Saya akan jelaskan semua nya" Ucap Ria.
"Bara tenang lah" Ucap Leta.
Bara akhir nya kembali duduk dan masih meremasi tangan nya karena menahan amarah nya.
"Saya menduga Dafi melakukan pemukulan terhadap nona karena pengaruh dari obat obatan itu. Itu adalah sejenis obata obatan terlarang" Jelas Ria.
"Jadi dia mengkonsumsi ini hingga dia kehilangan kesadaran nya?" Tanya Bara
"Iya tuan. Mungkin dia cemas akan sesuatu yang membuat dia mengkonsumsi obat obatan tersebut" Jawab Ria.
"Baik lah selidiki lebih lanjut lagi. Kamu boleh keluar" Ucap Bara.
"Baik tuan. Saya permisi" Pamit Ria
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš