
"Tangkap orang itu dan bawa ke rumah. Aku ingin tau apa yang dia mau" Perintah Leta.
"Baik nona" Jawab pengawal.
Satu pengawal Leta kembali masuk ke rumah sakit untuk mengalihkan orang yang mengawasi Leta.
Sedangkan satu pengawal lain menyetir mobil untuk kembali ke rumah utama.
Di rumah utama Bara.
Leta dan Ria keluar dari mobil ketika pengawal Leta sudah memberhentikan mobil nya di garasi rumah Bara.
"Panggil saya jika teman kamuitu sudah membawa penguntit itu ke rumah belakang" Pinta Leta.
"Baik non" Jawab pengawal.
Leta mengatar Ria lebih dulu ke rumah belakang khusus untuk keluarga Ria.
"Aku kembali ke rumah dulu Ria. Takut nya kalau Bara pulang dan aku nggak ada di rumah dia bakalan ngamuk lagi" Ucap Leta ketika berada di depan rumah yang di tempati Ria dan keluarga nya.
"Iya non. Terima kasih sudah mau menjemput dan mengantar saya" Ucap Ria.
"Iya sama sama. Kamu istirahat gih biar bisa cepat sembuh" Ucap Leta lagi.
"Iya non" Ucap Ria.
Leta berbalik lalu berjalan ke arah rumah utama. Dia masuk ke dalam rumah yang ternyata Bara benar sudah berada di ruang tengah rumah utama.
"Dari mana?" Tanya Bara dingin.
"Kok kamu nggak bilang kalau mau pulang cepat?" Tanya balik Leta.
"Aku tanya dari mana kamu. Jangan balik tanya sebelum kamu jawab pertanyaan ku" Teriak Bara marah.
"Kamu kenapa sih Bar. Kan akukemarin sudah bilang kalau mau jemput Ria di rumah sakit" Jawab Leta.
"Terus kenapa kamu nggak bilang kalau ada orang yang selalu mengikuti kamu? Apa kamu pikir aku tidak mampu untuk menjaga kamu jadi kamu bertindak sendiri?" Tanya Bara marah lagi.
"Bukan begitu Bar. Dia hanyaengikuti ku dan tidak melakukan apa pun. Jadi aku memang membiarkan nya. Aku juga sudah suruh anak buah kamu untuk menangkap nya kok." Jelas Leta.
"Bara bukan maksud ku untuk tidak mempercayai kamu. Tapi ini hanya masalah sepele. Sedangkan kamu pasti sibuk dengan pekerjaan kamu di kantor. Jadi aku tidak ingin mengganggu kamu" Imbuh Leta.
Bara menarik tangan Leta dan mebarik tubuh Leta ke dalam pelukan nya.
"Semua yang menyangkut tentang kamu tidak ada yang sepele Leta. Semua tentang kamu pasti yang terpenting untuk ku. Aku mohon jangan memepertaruhkan hidup mu sendiri. Aku sangat takut jika harus kehilangan kamu " Ucap Bara.
Leta tersenyum dengan ucapan Bara. Dia mendorong tubuh Bara agar melepaskan pelukan nya. Leta memegangi sedua pipi Bara dengan tangan nya.
"Terima kasih karena kamu sudah tulus mencintai ku" Ucap Leta tulus.
Bara mengangguk lalu menarik tengkuk leher Leta dan mulai mencium bibir Leta dengan lembut.
Di saat bersamaan Mika keluar dari kamar nya lalu turun ke lantai satu rumah nya. Saat memasuki ruang tengah dia terkejut dengan pemandangan yang dia lihat
"Ya Tuhan kasihani lah gadis jomblo ini yang selalu melihat pemandangan di depan mata ini" Ucap Mika yang sedikit berteriak.
Leta yang mendengar ucapan Mika mendorong tubuh Bara dengan cepat dan mengelap mulut nya.
__ADS_1
"Eh Mika sudah rapi saja. Mau ke mana?" Tanya Leta bertingkah sewajarnya.
"Eh Leta. Ini mau jalan. Oh iya kalaumau bermesraan tolong ya di kamar saja. Kasihanilah aku yang masih jomblo ini" Ucap Mika merengek.
"Makannya cepat cari pacar biar nggak kering di rumah terus" Ucap Bara yang merangkul Leta dan membawa Leta berjalan melewati Mika.
"Kak Bara awas ya. Aku aduin nanti ke mamah" Teriak Mika kesal.
Mika keluar dari rumah utama dengan wajah yang cemberut. Sedangkan Bara tersenyum kemenangan karena dia telah berhasil membuat adik nya marah.
"Kamu kok gitu sih sama Mika?" Tanya Leta saat mereka sudah sampai di kamar.
"Cuma godain saja kok" Jawab Bara.
Bara melepaskan jas nya lalu menaruh nya di atas kasur.
"Bara jangan di taruh situ dong. Jas kamu kan kotor. Sana taruh di keranjang cucian" Terial Leta marah.
"Iya iya sayang. Maaf" Ucap mengambil jas nya dan masuk ke dalam ruang ganti.
Di saat bersamaan pintu kamar Leta di ketuk oleh pelayan rumah Bara
Tok tok tok.
Leta berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
"Ada apa mbak?" Tanya Leta.
"Maaf non. Pengawal non Leta menunggu di rumah belakang" Jawab pekayan sopan.
"Iya non. Permisi" Pamit pelayan.
Leta menutup pintu kamar nya kembali lalu menuju ke ruang ganti.
"Aku mau ke rumah belakang. Kamu ikut tidak?" Tanya Leta pada Bara.
"Ke rumah Ria?" Tanya Bara yang masih sibuk memakai kaos nya.
"Bukan. Aku mau ke gudang" Jawab Leta.
Bara mulai tau arah pembicaraan Leta. Dia dengan cepat menyelesaikan ganti baju nya lalu keluar menemui Leta.
"Aku ikut. Yuk ke sana" Ucap Bara.
Leta dan Bara keluar dari kamar. Mereka lewat pintu belakang untuk menuju ke gudang belakang rumah.
Saat sampai di gudang mereka di sambut oleh kedua pengawal Leta.
"Di mana dia?" Tanya Leta.
"Ada di dalam non. Silahkan" Jawab pengawal Leta.
Pengawal Leta menuntun jalan ke arah gudang. Dia juga menjelaskan apa yang sudah dia ketahui dari orang yang dia tangkap tadi.
"Dia hanya suruhan orang saja non. Tapi saat saya menanyai siapa yang menyuruh nya sia tidak mau menjawab" Jelas pengawal.
"Tidak apa aku punya cara sendiri untuk dia mengatakan semua nya." Jawab Leta.
__ADS_1
Mereka telah sampai ke sebuah pintu yang berada di lorong gelap. Pengawal membukakan pintu tersebut dan terlihat seorang pria yang telah di ikat pada kursi kayu.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Bara.
"Akubenci dengan orang orang yang tidak mau jujur. Dan aku benci dengan mereka yang memiliki jari jari yang lengkap" Jawab Leta.
"Apapun yang akan kamu lakukan aku akan melindungi mu" Sahut Bara.
"Terima kasih suami ku" Ucap Leta tersenyum cantik ke arah Bara.
Bara mengusap kepala Leta lembut dan mencium kening nya sekilas.
Leta berjalan ke arah pria tersebut. Pengawal nya membawakan kursi dan menaruh nya tepat di depan pria tersebut.
"Hai. Apa kamu masih mengingat ku?" Tanya Leta tersenyum cantik.
"Apa mau kamu?" Tanya pria itu.
"Apa mau ku? Apa ya mau ku?" Ucap Leta sembari berfikir.
Leta mendekat dan berbisik di telinga pria tersebut.
"Aku ingin kuku jari mu" Bisik Leta di telinga pria tersebut.
Pria tersebut seketika membulatkan mata nya karena ketakutan. Sedangkan Leta hanya diam dengan senyuman yang menyeram kan.
Leta menjulurkan tangan nya ke arah belakang. Pengawal Leta menyerahkan tang pada Leta dan Leta menerima nya dengan senyuman licik nya.
Pengawal lain membuka ikatan pria tersebut. Dia mengarahkan salah satu tangan pria tersebut ke arah Leta.
Karena ketakutan pria tersebut sempat melawan dan menarik tangan nya.
"Kenapa? Takut ya?" Tanya Leta tersenyum.
"Sebelum kamu kasih tau semua nya aku akan mencabuti satu persatu kuku jari kamu gimana?" Tanya Leta lagi dengan licik.
"Ja..... jangan aku mohon" Ucap pria tersebut.
"Seharus nya kamu tau dulu siapa target kamu" Ucap Leta dengan mencabut satu kuku jari pria itu.
"Aaaaaaaaaaaaah" Teriak pria itu yang kesakitan dan darah mulai keluar dari jari telunjuk nya.
"Hahahaha.....Kalau kamu tidak mau bicara juga. Aku akan lakukan lagi. Aku suka teriakan kamu itu" Ucap Leta tertawa.
"Am....ampun . Ampun aku akan bicara semua nya tolong jangan lakukan itu lagi" Ucap pria itu memohon.
Leta tersenyum lalu membuang tang nya ke sembarangan arah. Pengawal Leta memberikan lap basah untuk membersihkan tangan Leta dari darah pria itu.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1