CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PATAH HATI MIKA


__ADS_3

Bara menghentikan aktifitas nya dan memegangi kedua tangan Leta.


"Sayang. Jangan pernah bicara seperti itu. Hidup ku akan aku berikan pada kamu jika itu perlu. Jadi jangan pernah kamu mengucapka itu lagi" Ucap Bara


"Terima kasih" Ucap Leta tersenyum.


Satu minggu berlalu.


Mika selama satu minggu ini tetap di rumah bersama Leta karena dia masih trauma akan kejadian minggu lalu yang membuat Leta menghilang.


Sejak kejadian itu. Mika dan Riko hanya berhubungan lewat online saja. Riko pernah menjenguk Mika ke rumah nya. Dan Riko mendapat sambutan hangat dari mamah dan papah Mika.


Hari ini Mika sengaja tidak memberi tau Riko kalau dia akan datang ke depan kos Riko.


Saat berada di depan kos. Dia melihat Riko yang sedang membawa paket besar di tangan nya


"Dia sedang apa sih kok kerepotan gitu" Guman Mika.


Mika menyalakan klakson mobil nya dan membuat Riko berbalik lalu tersenyum ketika melihat mobil Mika.


"Mau ke mana? Rapi banget" Tanya Mika yang sudah keluar dari mobil nya.


"Boleh minta tolong nggak Mik?" Tanya Riko balik.


"Minta tolong apa?" Tanya Mika lagi.


"Tolong antarkan aku ke taman di kompleks S" Pinta Riko.


"Oh. Boleh ayo" Ucap Mika.


Mika membawa paket bawaan Riko dan masuk ke dalam mobil. Sedangkan Riko masuk ke bagian supir untuk menyetir mobil Mika.


Di kompleks taman S.


Riko dan Mika turun dari mobil. Mika melihat lihat taman yang indah dan romantis.


"Mau ngapain kamu ke sini?" Tanya Mika.


"Aku mau mengutarakan perasaan ku dengan seseorang" Jawab Riko.


Deg deg deg.


Jantung Mika berdetak kencang karena dia mengira Riko akan menyatakan perasaan nya pada diri nya.


"Jadi paket yang kamu bawa itu.....?" Tanya Mika terhenti.


"Iya. Itu untuk dia. Dia teman kuliah ku. Aku sudah lama menyukai nya dan kali ini aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaan ku pada dia" Jelas Riko.


Duar.


Badan Mika seketika lemas dan bergemetar. Dia bagai tersambar petir di siang bolong mendengar jawaban dari Riko.


Hati nya hancur dan air mata nya ingin sekali luluh ke pipi indah nya. Mika sampai bersender ke mobil agar dia tidak terjatuh.

__ADS_1


"Aku kalah. Aku gagal" Guman Mika memandangi ke ujung sepatu nya.


Dia melihat kembali ke arah Riko. Wajah Riko terlihat sangat bahagia dan berseri seri. Dan itu mampu membuat Mika semakin sakit di bagian hati nya.


"Aku tidak bisa mendapatkan cinta kamu Riko. Hati ku sangat sakit sekali" Guman Mika yang terus memandangi Riko.


Tanpa terasa air mata nya jatuh juga ke pipi indah Mika. Riko yang tersenyum bahagia melihat ke arah Mika. Mika dengam cepat menghapus air mata nya lalu tersenyum.


"Mika terimakasih kamu sudah jadi teman ku yang paling baik. Tolong doa kan aku agar aku bisa mendapatkan dia" Pinta Riko.


Dengan berat hati Mika tersenyum dan mengagguk. Di balik senyuman Mika hati nya kini menangis karena sakit nya melihat Riko meminta doa untuk kebahagiaan nya bersama wanita lain.


"Aku ambil paket ku dulu. Setelah itu aku akan ke sana. Makasih ya Mika" Ucap Riko.


"I.....iy...iya" Jawab Mika yang terasa berat untuk menjawab Riko.


"Oh iya. Kamu hati hati ya di jalan nanti" Imbuh Riko yang terus tersenyum bahagia.


Mika hanya mampu mengangguk dan terus tersenyum yang dia paksakan. Dia melihat Riko yang berjalan menjauh dari diri nya. Seketika kaki Mika melemas. Dia terduduk di tanah dan menangis.


"Kenapa sakit sekali" Ucap Mika menangis.


Hampir setengah jam Mika terduduk di tanah. Orang orang yang berjalan melewati Mika memandang Mika dengan pandangan aneh.


Mika menghapus air mata nya dan berdiri. Dia masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobil nya ke arah rumah utama.


Di perjalanan Mika terus menangis. Dia terus terbayang akan wajah Riko yang berseri seri bahagia karena ingin menyatakan perasaan nya pada gadis impian nya.


Mika telah sampai di rumah. Dia keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah dengan gontai.


Leta yang melihat Mika yang lemah menghampiri Mika.


"Mika kamu kenapa?" Tanya Leta.


Mika memandang mata Leta dengan air mata nya yang tak bisa terhenti. Leta terkejut dengan wajah Mika yang pucat dan air mata nya.


"Mika kamu kenapa?" Tanya Leta lagi.


Bruck.


Mika lingsan dan terjatuh bersama Leta ke lantai karena Leta tidak kuat mengimbangi badan Mika.


"Mika. Bangun Mika" Teriak Leta.


"Bara tolong Bara" Teriak Leta


Bara yang kebetulan di rumah berlari keluar dari ruang kerja nya ketika mendengar terikan Leta.


Ria dan para pelayan juga menghampiri Leta yang berteriak. Bara berlari melihat Mika yang lingsan dalam pelukan Leta.


"Mika kenapa?" Tanya Bara.


"Aku nggak tau Bara. Tadi saat pulang wajah nya lucat dan dia sedang menangis" Jawab Leta.

__ADS_1


"Ya sudah. Aku bawa ke kamar dulu. Ria telfon dokter" Pinta Bara.


"Baik tuan" Jawab Ria.


Leta dan Bara yang menggendong Mika berjalan masuk ke kamar Mika. Bara menidurkan Mika ke kasur nya.


Setelah itu dia menghubungi mamah dan papah nya untul memberi tau bahwa Mika sakitdi rumah.


Tak lama Dokter telah sampai. Bara dan Mika memberi ruang pada Dokter agar memeriksa Mika.


"Semoga kamu baik baik saja Mika" Ucap Leta khawatir.


"Tenang lah sayang. Mika pasti akan baik baik saja" Jawab Bara.


Di saat bersamaan mamah dan papah Bara telah sampai di rumah. Mereka berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke dalam kamar Mika.


"Bara bagaimana keadaan adik kamu?" Tanya mamah khawatir.


"Mah tenang lah. Mika sedang di periksa Dokter. Mamah tenang ya" Pinta Bara.


Mamah melihat Mika dengan perasaan khawatir. Leta yang melihat mertua nya khawatir menggenggam tanga mertua nya itu.


"Mika akan baik baik saja mah. Kita doa saja ya" Ucap Leta.


"Iya Leta. Semoga adik kamu baik baik saja" Jawab mamah.


Tak lama Dokter telah selesai memeriksa Mika. Bara dan mamah papah nya menghampiri Dokter.


"Bagaimana keadaan Mika Dok?" Tanya Bara.


"Non Mika sudah baik baik saja. Dia hanya merasa terkejut dengan apa yang dia lihat atau dengar. Saya harap untuk mencoba mengalihkan pikiran non Mika dari hal yang membuat nya shock " Jelas Dokter.


"Baik Dok terima kasih" Ucap papah Bara.


"Sama sama tuan. Saya telag memberikan obat penenang untuk non Mika. Mungkin besuk pagi non Mika baru sadar" Jelas Dokter.


"Baik Dok" Jawab Bara.


"Baik lah saya permisi " Pamit Dokter.


"Mari saya antar Dok" Ucap papah Bara.


"Terima kasih tuan" Ucap Dokter.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2