
Ke esokan hari nya.
Leta dan Bara sedang berada di dalam mobil untuk menuju ke catatan sipil. Mereka akan mendaftarkan pernikahan mereka agar sah secara hukum dan agama.
"Em apa anda yakin kita akan menikah sekarang?" tanya Leta yang kini sudah berdiri di depan catatan sipil.
"Kamu sudah tidak bisa mundur lagi Leta. kamu sudah menandatangani perjanjian itu" Jawab Bara.
"Baik lah mari kita menikah" Ucap Leta.
Leta menarik tangan Bara masuk ke dalam kantor catatan sipil tersebut. Sedangkan Sesa menunggu mereka di luar gedung.
"Aku harap ini jalan yang terbaik untuk mu Leta" Guman Sesa.
Saat menunggu Bara dan Leta. Ponsel Sesa berdering. Dia tersenyum ketika melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
"Halo sayang ada apa?" Tanya Sesa.
"Kamu di mana?" Tanya pria itu.
"Aku di kantor catatan sipil. Bara sedang menikah saat ini" Jawab Sesa.
Seketika ponsel Sesa mati dan dia cemberut ketika dia tau kalau pria itu yang mematikan panggilan nya.
"Dasar cowok jahat" Ucap Sesa marah mara.
Sudah 30 menit Bara dan Leta berada di dalam kantor catatan sipil. Kali ini mereka keluar dari gedung dengan setatus suami istri.
"Segampang itu ya menikah" Ucap Leta memandangi surat nikah nya.
"Selamat ya Leta" Ucap Sesa memeluk Leta
"Makasih ya kak" Ucap Leta membalas pelukan Sesa.
"Sudah jangan lama lama" Ucap Bara marah.
Sesa tersenyum karena itu lah sifat Bara. Jika milik nya di sentuh orang lain maka dia akan marah.
"Iya deh yang pengantin baru" Goda Sesa.
"Tersetah" Jawab Bara.
Bara mengajak Leta masuk ke dalam mobil.
"Ke pusat perbelanjaan sekarang juga" Pinta Bara.
"Untuk apa?" Tanya Leta.
"Kamu bilang ingin mengahbiskan uang ku. Maka lakukan lah sekarang" Jawab Bara.
"Kamu serius?" Tanya Leta terkejut.
"Tentu saja" Jawab Bara.
"Sudah lah Leta. Nanti biar aku yang bantu kamu untuk belanja. Gadis yang akan kamu lawan dia seorang anak orang kaya. Jadi kamu juga harus merubah semua penampilan kamu" Ucap Sesa.
Leta mengangguk angguk mengerti tentang ucapan Sesa. Dia tidak peduli dengan orang yang di maksud Sesa. Dia hanya peduli dengan perusahaan papah nya.
"Bagaimana perusahaan papah ku?" Tanya Leta.
"Semua sudah setabil. Perusahaan papah kamu juga sudah mulai berjalan dengan semesti nya." Jawab Sesa
__ADS_1
"Bagus lah kalau begitu" Ucap Leta tertunduk.
Bara mendekat ke arah Leta. Dia menyandarkan kepala nya di bahu Leta.
"Jangan khawatir. Aku akan menjaga perusahaan papah kamu" Ucap Bara lirih.
Leta melihat ke arah Bara dan tanpa mereka sadari bibir mereka bersentuhan.
"Aaaah Bara jangan ambil kesempatan" Terial Leta mendorong wajah Bara.
"Leta kamu yangencium ku kenapa kamu marah pada ku" Ucap Bara marah juga.
"Aku tidak mencium kamu. Kamu yang mengambil kesempatan dalam kesempitan" Ucap Leta marah.
"Cukup kita sudah sampai. Apa kalian akan bertengkar terus seperti ini?" Tanya Sesa yang sudah geram dengan tingkah mereka berdua.
Leta cemberut dan keluar dari mobil bersamaan dengan Sesa dan Bara tentu nya.
Bara berjalan berdampingan dengan Leta. Saat menaiki lift Bara tanpa sengaja menyentuh tangan Leta.
"Jangan sentuh sentuh" Ucap Leta melotot.
Bara yang sudah mulai gemas dengan tingkah Leta menarik Leta dan mencium bibir Leta di depan Sesa.
"Bara kamu...." Ucapan Leta terhenti lagi karena di cium kembali oleh Bara.
"Kalau kamu berisik lagi aku akan mencium mu lagi" Ancam Bara.
Leta cemberut dan mundur dari sebelah Bara. Dia memilih untuk berdiri di sebelah Sesa.
"Kalian baru saja menikah dan kalian sudah bsrtengkar seperti ini. Apa kalian bisa untuk bekerja sama?" Tanya Sesa khawatir.
"Apa kamu ingin ku cium lagi?" Ancam Bara lagi.
Leta seketika menutup mulut nya dan berdiri di belakang Sesa.
"Kenapa aku harus ikut kalian ke sini sih" Ucap Sesa menyerah.
Pintu Lift sudah terbuka. Bara menarik tangan Leta dan berjalan menyusuri toko toko yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
"Kita cari baju dulu untuk kamu" Ucap Bara.
"Ok" Jawab Leta.
Leta dan Bara masuk ke dalam sebuah toko yang terlihat mewah. Bara melepaskan tangan Leta agar Leta leluasa untuk mencari baju yang dia inginkan.
"Bagaimana dengan ini?" Tanya Leta memperlihatkan baju pilihan nya
"Tidak buruk. Coba saja" Pinta Bara.
"Baik lah" Jawab Leta.
Leta berjalan ke arah ruang ganti. Dia mengganti baju nya dengan baju yang dia pilih tadi.
"Bagus sih. Awas saja kalau dia bilang tidak bagus" Ucap Leta di depan cermin.
Leta keluar dari ruang ganti. Bara terpana dengan tampilan baru Leta memakai dres yang memperlihatkan lekukan tubuh Leta yang sempurna.
"Berikan baju baju yang ada di situ dan itu. Itu juga kirim semua nya ke rumah" Pinta Bara.
Leta hanya terbelalak karena cara Bara belanja membuat nya heran.
__ADS_1
"Bara kamu gila ya? Kamu mau buat apa semua baju itu?" Tanya Leta marah.
"Buat kamu lah. Jangan pernah memakai baju yang kamu punya lagi. Kamu sudah menjadi nyonya Bara Antonio sekarang. Jadi kamu harus merubah penampilan kamu" Ucap Bara.
"hah baik lah" Jawab Leta malas.
Leta akan kembali ke ruang ganti lagi namun terhenti ketika Bara memanggil nya lagi.
"Leta mau ke mana kamu?" Tanya Bara
"Mau ganti lah. Memang nya bisa makan di sini" Ucap Leta ngelantur.
Sesa terkekeh mendengar jawaban dari Leta karena baru pertama kali ini Bara di buat marah dengan sikap Leta.
"Jika kamu berani mengganti pakaian mu itu. Aku akan melakukan nya di sini" Ancam Bara.
Leta berbalik dan melotot ke arah Bara tajam.
"Jangan memelototi ku" Ucap Bara.
Leta cemberut dan menduduk kan bokong nya dengan keras di samping Bara.
"Sesa bayar semua belanjaan nya" Pinta Bara.
"Baik" Jawab Sesa.
Mereka keluar dari toko baju tersebut. Kini Bara mengajak Leta masuk ke dalam toko sepatu.
"Keluarkan semua koleksi kalian yang terbaru" Pinta Bara.
"Baik pak" Jawab pelayan toko.
Bara melihat semua sepatu yang di keluarkan petugas toko.
"Bungkus semua sesuai ukuran Leta" Ucap Bara.
"Apa? Semua?" Teriak Leta heran.
"Jangan berteriak Leta. Telinga ku sakit" Ucap Bara.
Leta hahya pasrah saja kali ini. Dia sudah lelah dengan cara belanja Bara.
Mereka keluar dari toko sepatu. Bara menarik tangan Leta masuk ke toko tas.
"Cukup Bara. Aku lelah" Ucap Leta lemas.
"Baik lah kalau kamu lelah biar mereka langsung kirim kan saja semua nya ke rumah" Jawab Bara santai.
"haaaah?" Leta menghela nafas nya karena dia benar benar lelah dengan cara Bara belanja.
Bara mengajak Leta pulang ke rumah nya. Sesa masih di pusat perbelanjaan untuk menyelesaikan pembayara yang sudah di pilih oleh Bara.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1