CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
RASA BERSALAH


__ADS_3

Bara menutupi tubuh Leta dengan selimut. Dia memeluk Leta dari atas selimut karena dia takut akan melakukan suatu hal yang di sesali oleh Leta.


"Semoga aku bisa menahan nya Leta" Imbuh Bara.


Bara mencium kening Leta dengan lembut.


"Selamat malam kucing kecil ku" Ucap Bara.


Ke esokan hari nya.


Leta bangun lebih dulu dari Bara. Dia melihat Bara yang masih terlelap di samping nya.


"Kapan dia masuk nya?" Guman Leta.


Leta turun dari kasur nya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah mandi dia keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian. Setelah nya dia turun ke bawah untuk memak makanan untuk Bara makan pagi.


"Kamu sedang apa?" Tanya Bara yang menghampiri Leta.


"Sedang masak. Mandi dulu biar enggak terlalu lama nungguin makanan nya matang" Pinta Leta.


"Ok" Jawab Bara.


Bara menghampiri Leta dan mencium kening nya lembut.


"Morning kiss hunny" Bisik Bara di telinga Leta.


Leta yang terkejut karena kening nya di cium oleh Bara hanya diam membatu. Bara naik ke tangga untuk menuju ke kamar nya.


"Nona ada apa?" Tanya Ria


"Eh em enggak papa kok mbak" Jawab Leta.


Ria tersenyum karena melihat tingkah Leta yang malu malu dan wajah nya yang memerah.


"Tuan Bara anda beruntung bisa menikah dengan non Leta. Dia gadis tang baik. Saya harap anda bahagia tuan" Guman Ria dalam hati yang terus menatap Leta.


"Mbak Ria tolong batu tata di atas meja makan ya?" Pinta Leta.


"Iya non" Jawab Ria.


Tak lama Bara turun kembali dengan pakaian yang sudah rapi dengan setelan jas yang membuat nya bertambah tampan.


"Mau makan apa?" Tanya Leta.


"Nasi goreng saja sama ayam" Jawab Bara.


Leta mengambilkan makanan yang di minta Bara.


"Kamu ikut aku ke kantor hari ini. Aku ingin memperkenal kan kamu sebagai nyonnya Bara." Pinta Bara.


"Maaf aku nggak bisa" Jawab Leta tertunduk.


Brack.


Bara menaruh garpu dan sendok nya di atas piring dengan keras. Dia marah karena Leta menolak permintaan nya.


"Kenapa? Apa kamu takut kekasih mu tau kalau kamu sudah menikah dengan ku?" Tanya Bara marah.


"Aku tidak punya kekasih" Jawab Leta.


"Lalu siapa dia? Apa kamu ingin dia menderita jika kamu menolak ku?" Teriak Bara marah.

__ADS_1


"Dia hanya teman. Kami tidak memiliki hubungan apa apa. Dan jangan pernah kamu menyentuh nya" Ucap Leta marah.


Leta pergi dari meja makan. Saat dia akan menaiki tangga dia terhenti dengan ucapan Bara.


"Jika kamu menolak untuk ikut. Aku pastikan dia akan menderita Leta" Ucap Bara serius.


"Baik lah tuan Bara saya akan ikut anda" Jawab Leta penuh penekanan.


Leta berlari menaiki tangga dia masuk ke dalam kamar dan menangis.


Sedangkan Bara yang masih berada di meja makan merasa marah karena Leta masih memiliki perasaan pada OB itu.


"Aku nggak akan melepaskan kamu Leta. Aku akan membuat kamu mencintai ku" Ucap Bara menggenggam erat tangan nya.


Kini Leta turun dari tangga menuju ke ruang tengah. Dia memakai pakaian yang terlihat pas dan anggun. Dia juga menata rambut nya agar pas dengan pakaian yang dia kenakan.


"Aku sudah siap" Ucap Leta.


Bara mendingakan kepala nya. Dia melihat Leta yang terlihat cantik. Namun dia juga melihat mata Leta yang bengkak khas setelah menangis.


Bara mendekati Leta dan mencium kedua mata Leta secara bergantian.


"Maaf karena aku membuat mu menangis" Ucap bara lembut.


Leta tidak menjawab. Dia hanya diam tertunduk tanpa menatap Bara.


"Jika kamu tidak ingin pergi. Kamu di rumah saja. Aku akan menunggu kamu sampai kamu siap" Ucap Bara lembut.


Mendengar ucapan Bara dia menatap Bara dengan mata berkaca kaca. Dia memeluk Bara dengan erat.


"Maaf. Maafkan aku" Ucap Leta menangis.


"Jangan menangis Leta. Aku tidak ingin kamu menangis" Ucap Bara membalas pelukan Leta.


"Istirahat lah. Aku akan berangkat kerja sekarang. Sesa sudah menunggu ku" Ucap Bara dan di angguki oleh Leta.


Bara mencium kening Leta lembut. Dia keluar dari rumah dan melihat Sesa yang sudah siap di samping mobil.


"Selamat pagi pak" Ucap Sesa.


"Pagi. Kita berangkat sekarang" Pinta Bara


"Baik pak" Jawab Sesa.


Bara masuk ke dalam mobil. Saat Sesa akan masuk ke dalam mobil dia melihat Leta yang mengintip di balik jendela ruang tamu.


"Kenapa nggak masuk? Mau kita terlambat?" Tanya Bara.


"Iya pak maaf" Ucap Sesa.


Sesa masuk ke dalam mobil. Dia terus menatap ke arah jendela namun dia tidak melihat Leta lagi.


"Anda bertengkar dengan Leta?" Tanya Sesa.


"Jaga sikap kamu saat bekerja" Jawab Bara.


Sesa hanya diam saja tanpa membalas ucapan Bara lagi.


Di kantor Bara.


Bara kini sudah berada di ruangan nya. Dia bekerja dengan pekerjaan yang sudah menumpuk di meja nya.


Di ruangan Sesa.

__ADS_1


Sesa juga sedang berkerja dengan berkas berkas yang akan di pakai untuk meeting besuk.


Tok tok tok


Ruangan Sesa di ketuk oleh Dion yang membawakan kopi.


"Kopi nya bu" Ucap Dion menaruh kopi di meja Sesa.


"Oh iya makasih ya Dion." Ucap Sesa.


"Iya bu" Jawab Dion.


Dion akan keluar dari ruangan Sesa namun dia terhenti ketika Sesa memanggil nya.


"Tunggu Dion" Pinta Sesa.


Dion berbalik dan kembali menghadap Sesa.


"Ada apa bu?" Tanya Dion.


"Kamu minta pada pegawai personalia untuk menambah satu OB di lantai ini" Pinta Sesa.


"Kan masih ada Leta bu" Jawab Dion.


"Leta sudah tidak bekerja di sini" Ucap Sesa.


"Tapi kenapa bu?" Tanya Dion.


"Sudah lah kamu lakukan apa yang saya minta. Jangan lupa bawakan kopi untuk pak Bara juga siang nanti setelah makan siang" Pinta Sesa.


"Baik bu. Permisi" Pamit Dion.


Dion keluar dari ruangan Sesa. Dia terus kepikiran dengan ucapan Sesa tadi.


"Apa Leta keluar dari sini? Tapi kenapa aku nggak tau?" Guman Dion.


Jam makan siang.


Sesa ke ruangan Bara untuk mengajak Bara makan siang.


"Bara makan siang dulu yuk" Pinta Sesa yang masuk ke dalam ruangan Bara.


"Kamu duluan Sa. Aku akan selesaikan ini sebentar lagi." Jawab Bara.


"Nanti mag kamu kumat lagi" Ucap Sesa.


"Tinggal sedikit lagi kok. Kamu tenang sajq nggak akan kumat lagi" Jawab Bara tanpa mengalihkan pandangan nya dari leptop.


"Ya sudah aku makan siang duluan kalau begitu" Pamit Sesa.


"Iya" Jawab Bara.


Sesa keluar dari ruangan Bara. Saat akan masuk ke dalam lift dia bertemu dengan Leta.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2