CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
ENDING


__ADS_3

5 bulan telah berlalu.


Saat ini kanfungan Leta semakin besar. Bayi dalam kandungan Leta kini sudah memasuki bulan ke 9.


Pagi ini Leta sedang berjalan jalan di taman rumah utama. Mamah Bara dan Mika juga menemani Leta namun mereka hanya duduk di gazebo taman.


"Mah. Mika mau dong" Pinta Mika.


"Jangan ini punya kakak kamu. Biar calon ponakan kamu sehat" Ucap mamah Bara.


"Sedikit saja kok mah" Ucap Mika.


"ya sudah. Nih jangan banyak banyak" Ucap mamah Bara.


Mika tersenyum karena di bolehkan mamahnya untuk memakan buah Leta.


"Enak sekali mah. Makasih mamah ku" Ucap Mika mencium pipi mamah nya.


"Sejak kapan kamu semanja itu dengan mamah?" Tanya Bara yang baru sampai dan menghampiri mamah dan adik nya.


"Biarin. Habis nya mamah manjain Leta terus. Aku kan juga nggak mau kalah dong sama Leta" Jawab Mika bergelayut manja pada lengan mamah nya.


"Makanya kamu cepat lah menikah. Cepat lah hamil biar di manja mamah terus" Ucap Bara.


"Nanti dulu lah kak. Aku masih ingin menikmati masa muda ku" Jawab Mika.


"Iya menikmati sih menimati. Tapi jangan sampai kelamaan nanti si Riko di ambil orang" Sahut mamah.


"Ih mamah kok gitu sih. Aku sudah bicara kok sama Riko. Kita akan menikah sekitar 2 atau 3 tahun lagi" Ucap Mika.


"Iya semoga saja dia mau menunggu" Ucap Bara.


"Kakak" Teriak Mika marah.


Leta yang mendengar teriakan Mika menoleh ke arah Mika. Dia tersenyum ketika melihat Bara yang sudah berada di rumah sekarang.


"Kok sudah pulang?" Tanya Leta yang telah sampai di gazebo tempat mamah dan Mika.


"Iya. Nanti kan jadwal kamu periksa kandungan. Aku ingin terus melihat perkembangan anak kita" Jawab Bara.


"Sudah nggak usah pamer kemesraan di depan mamah. Leta sini ini makan dulu buah nya" Ucap mamah.


"hehehe iya mah" Jawab Leta cengengesan.


Leta makan buah yang telah di kupaskan oleh mamah mertua nya itu dengan lahap. Mereka berkumpul di taman dengan sedikit gurauan gurauan dari Mika dan Bara.


Siang hari nya.


Setelah beristirahat dan tidur siang. Leta kini tengah bersiap siap untuk ke rumah sakit memeriksakan kandungan nya.


Tapi ada yang aneh pada diri Leta. Sedari tadi dia diam saja di depan kaca meja rias nya. Bara yang melihat pun menghampiri Leta dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang. Ada apa?" Tanya Bara.


"Tidak ada apa apa kok. Aku hanya sedikit lelah saja" Jawab Leta tersenyum dengan memegang tangan Bara yang memeluk nya.


"Apa besuk saja kita periksa kandungan nya?" Tanya Bara.


"Tidak usah. Aku nggak papa kok" Jawab Leta.


"Ya sudah kalau gitu. Cepat lah bersiap siap. Waktu ketemu dokter kita sebentar lagi" Ucap Bara.


"Iya sayang" Jawab Leta.


Bara mengusap kepala Leta dan sedikit mencium nya.


Setelah bersiap siap. Mereka turun ke bawah untuk berpamitan pada mamah nya.


"Kalian mau ke rumah sakit?" Tanya papah Bara yang sudah berada di rumah.


"Iya nih pah. Kita berangkat dulu ya pah. Tolongbilang ke mamah. Soal nya jam nya sudah mepet" Ucap Bara.


"Iya iya. Hati hati Bara Leta" Ucap papah Bara.


"Iya pah" Jawab Bara.


Bara melajukan mobil nya. Di perjalanan Leta terlihat murung dan terus menatap ke luar jendela.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Tanya Bara.


"Tidak apa apa kok sayang. Kamu fokus saja ke jalan ya" Jawab Leta.


"Baik lah" Jawab Bara tersenyum.


Kini mereka telah sampai di perempatan jalan. Lampu pun berganti merah. Bara menghentikan mobil nya untuk menunggu lampu lalu lintas berubah warna.


"Sehat terus ya sayang. Mamah dan papah akan selalu bersam kamu" Ucap Bara mengusa perut buncit Leta.


"Iya papah" Jawab Leta yang menirukan suara anak kecil.


Bara terlihat bahagia begitu pun dengan Leta. Lampu telah berganti warna. Kini Bara melajukan mobil nya kembali.


Namun dari arah berlawanan ada truk besar yang membawa bahan baku bangunan melaju tanpa terkendali.


Leta yang melihat truk tersebut mencengkram kuat tangan Bara yang menyetir. Bara yang tidak sempat menghindar membuka sabuk pengaman nya.


Dia beralih pada Leta dan memeluk Leta dengn erat.


"Aku akan menyelamatkan anak kita sayang" Bisik Bara.


Dan Brack brack brack.


Mobil Bara tertabrak truk tersebut hingga berguling guling di jalan. Bara dan Leta sampai terlempar keluar mobil dengan Bara yang terus memeluk Leta.


"agrh" Suara Leta yang kesakitan.


Dia melihat Bara yang penuh darah di sekujur tubuh nya. Ada darah juga yang keluar dari kepala nya. Kepala Leta pun sama.


"Ba.....Bara...ba....ngun" Ucap Leta terbatah batah menahan sakit.


"Bara.....Aku sangat mencintai kamu" Ucap Leta mengusap pipi Bara lemah.


Leta yang semakin lemah akhir nya tak sadar kan diri.


Di rumah sakit.


Kedua orang tua Bara Mika serta Vero dan Sesa yang mendengar akan kecelakan yang di alami Bara telah sampai di rumah sakit.


Saat mereka sedikit berlali melewati lorong lorong rumah sakit. Mereka melihat pegawai rumah sakit yang tengah mendorong ranjang tidur dengan seseorang yang tertutup kain putih.


Saat mereka semakin dekat dengan pegawai rumah sakit itu. Di saat bersamaan tiupan angin yang kencang membuat kain putih tersebut terbuka.


Mereka terdiam tak percaya bahwasan nya. Orang yang tertutup kain tersebut adalah jasad Bara. Bara yang sudah membiru dengan tubuh yang terbujur kaku.


"Tidak Bara" Teriak mamah histeris.


Mika mamah dan Sesa menangis histeris melihat Bara yang telah tiada. Vero yang melihat sahabat nya itu tak bernafas lagi hanya terdiam tanpa tau apa yang harus dia lakukan.


"Bara" Teriak mamah menangis.


"Jangan tinggalkan kita kak. Bangun kak Bara" Ucap Mika menangis.


"Bara kenapa kamu harus pergi. Bagaimana dengn Lera dan anak kalian. Bangun Bara" Ucap Sesa.


Saat mereka masih sedih dengan kepergin Bara. Suster memanggil keluarga Leta. Dan itu mampu membuat mamah sadar kembali. Dia teringat akan menantu dan calon cucu nya.


"keluarga nyonya Leta" Panggil Suster.


Mamah dengan cepat menghapus air mata nya. Dia berjalan menghampiri suster tersebut.


"Vero tolong urus kepulangan Bara" Pinta papah Bara.


"Baik om" Jawab Vero.


Mamah Bara di ajak masuk ke dalam ruang oprasi. Mamah ikut masuk ke dalam dan melihat Leta yang penuh dengan alat alat rumah sakit di tubuh nya.


"Leta. Kamu harus kembali sehat ya nak" Ucap mamah menangis memegangi tangan Leta.


"Ma.....Mamah" Panggil Leta.


"Iya nak ini mamah sayang" Jawab mamah menangis.


Suster menghampiri Leta dan mamah Bara dengan membawa seorang bayi tampan.


"Ini anak ibu Leta bu. Dia anak yang sehat dan semu nya lengkap" Ucap suster.

__ADS_1


Mamah semakin menangis melihat cucu pertama nya itu. Mamah teringat akan Bara yang dia temui tadi. Namun cucu nya itu sudah tidak bisa melihat papah nya.


"Mah. Tolong..... Tolong jaga anak kami.....kami tidak bisa menjaga nya lagi mah" Ucap Leta.


"Tidak Leta. Kamu harus sembuh. Kamu harus rawat dan besarkan anak kamu sendiri. Jangan bicara seperti itu nak" Ucap mamah menangis.


"Aku dan Bara akan selalu bersama kalian. Walaupun di dunia yang berbeda. Maafkan Leta mah" Ucap Leta yang mulai melemah.


"Jangan bicara seperti itu Leta. Jangan biarkan anak kamu sendiri tanpa mamah dan papahnya " Ucap mamah menangis.


"Terima kasih mah. Leta sayang mamah" Ucap Leta.


Leta yang awal nya membalas menggenggam tangan mamah. Kini tangan nya mulai lemas dan terjatuh ke kasur.


Mamah yang melihat Leta tidak sadarkan diri mulai menangis histeris kembali.


"Tidak Leta. Kamu harus bangun nak. Jangan pergi sayang" Ucap mamah menangis.


Para Dokter dan suster mulai menangani Leta kembali. Salah satu suster membawa mamah dan bayi Leta keluar dariruang oprasi.


"Mah." Panggil Mika berdiri.


Mamah tidak menjawab Mika. Mamah terus menangis dengan memeluk cucu pertama nya itu.


"sesa tolong kamu gendong bayi nya dulu" Pinta papah Bara.


"Iya om" Jawab Sesa.


Sesa menghampiri mamah Bara dan mengambil alih bayi Leta dari gendongan mamah Bara.


Mika mengajak mamah duduk di bangku rung tunggu. Mamah menceritakan semua nya pada Mika papah dan Sesa saat mamah berada di dalam ruang oprasi.


Tak lama Dokter keluar dari ruang oprasi. Papah Mamah Mika dan Sesa menghampiri Dokter tersebut.


"Bagaimana dengan anak mantu sayan Dok?" Tanya mamah Bara.


"Maaf pak bu kami sudah berusaha keras. Tapi Tuhan lebih sayang pada nyonya Leta. Kami sungguh menyesal " Ucap Dokter.


Mamah terduduk di lantai dan kembali menangis. Mika dan papah memeluk mamah dan mereka menangis juga.


Vero yang baru kembali melihat semua nya menangis. Dia menghampiri Sesa yang menggendong seorang bayi yang tampan dan lucu juga menangis.


"Bayi siapa ini?" Tanya Vero.


"Anak Leta dan Bara Vero. Leta dia.....Dia meninggal" Jawab Sesa menangis.


Lagi lagi Vero di kejut kan akan meninggal nya sahabat nya itu. Dia menarik tubub Sesa yang masih menggendong bayi Leta agar Sesa sedikit lebih tegar.


Di pemakaman.


Bara dan Leta di makam kan di makam keluarga milik keluarga Antonio.


Mamah terus menangisi kepergian anak laki laki nya dan juga menantu nya itu.


Mika tidak ikut ke pemakaman karena menjaga keponakan nya yang baru lahir.


"Sudah mah jangan menangis terus. Bara dan Leta telah tenang di sana. Kita berdoa saja semoga mereka bahagia dan tenang di sana " Ucap papah.


"Bara Leta. Kalian anak anak mamah yang luar biasa. Semoga kalian tenang di sana ya nak. Mamah akan iklas melepas kalian" Ucap mamah Bara.


"Selamat jalan kedua sahabat ku. Aku janji akan menjaga anak kalian seperti anak kamdung kami sendiri" Ucap Vero merangkul bahu Sesa.


"Istirahat lah dengan tenang nak" Ucap papah Bara.


TAMAT.


Terima kasih pada semua yang telah mengikuti novel saya dari awal sampai akhir.


Terima kasih atas dukungan kalian semua. Semoga kalian akan tetap mendukung karya karya saya.


Terima kasih banyak.


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™


Jika berkenan silahkan mampir juga ke novel terbaru ku kak.ā¤ā¤ā¤ā¤


__ADS_1


__ADS_2