CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PERASAAN DAFI 3


__ADS_3

"Aku akan berusaha mendapatkan cinta kamu Eva. Aku tidak akan menyerah begitu saja " Guman Dafi ketika masih berada di depan kamar Eva.


Dia berjalan kembali ke arah kamar nya. Dia mengistirahatkan tubuh dan fikiran nya untuk menyambut hari esok yang akan datang.


Ke esokan hari nya.


Dafi telah menyuruh pelayan rumah Eva untuk menyiapkan makanan bergizi dan juga jus buah.


Setelah permintaan nya siap. Dia membawa makanan nya ke kamar Eva.


Tok tok tok.


"Eva ini aku. Boleh aku masuk?" Tanya Dafi.


"Masuk saja" Jawab Eva.


Ketika Dafi masuk ke kamar Eva. Dia melihat Eva yang sedang menyisir rambut nya di depan meja ruas nya.


Dafi menaruh makanan yang dia bawa ke atas meja. Dia berjalan ke arah belakang Eva dan memeluk Eva dari belakang.


"Apa anak kita nakal? Apa kamu muntah muntah lagi pagi ini?" Tanya Dafi.


"Cukup Dafi" Ucap Eva melepaskan pelukan Dafi dan berdiri menghadap Dafi.


"Apa mau kamu? Kenapa kamu melakukan ini semua? Aku tidak terbiasa dengan perlakuan lembut kamu ini" Ucap Eva marah karena sebenar nya hati nya bergejolak ketika Dafi perhatian dan Lembut pada nya.


"Apa aku salah jika berlaku lembut dengan ibu yang mengandung anak ku?" Tanya Dafi balik.


"Ok jika kamu ingin anak ini. Aku akan melahirkan nya untuk kamu. Tapi jangan bersikap lembut pada ku" Ucap Eva.


Eva akan keluar dari kamar nya namun tangan nya di cekal oleh Dafi.


"Aku mencintai kamu Eva" Ucap Dafi tegas.


Eva terdiam membatu mendengar ucapan Dafi. Dia menangis karena dia tidak tau apa yang dia rasakan saat ini dan dia juga bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


Dafi menarik tubuh Eva ke dalam pelukan nya.


"Eva entah sejak kapan aku mulai menyukai kamu. Aku sendiri tidak tau tapi mulai saat ini aku telah mantab ingin menikah dengan mu" Ucap Dafi.


Mendengar perkataan Dafi. Eva semakin menangis. Dia tidak menyangka kalau Dafi akan melamar nya.


Sejak kecil Eva tidak pernah mendapatkan perhatian yang tulus dari orang orang yang dia sayang. Malah sebalik nya dia selalu mendapatkan perlakuan kasar. Termasuk dari kedua orang tua nya.


"Eva manikahlah dengan ku. Lupakan semua dendam kita. Mulai lah hidup baru dengan ku. Mari kita buka lembaran baru dengan calon anak kita" Ucap Dafi yang telah melepaskan pelukannya dan kini mememgangi wajah Eva.


"Aku tulus dengan kamu Eva" Imbuh Dafi dengan serius.


Eva melepaskan tangan Dafi yang memegangi wajah nya. Dia dengan cepat menghapus air mata nya.


"Dafi ijinkan aku untuk sendiri dulu" Ucap Eva.

__ADS_1


Dafi sedikit sedih dengan Eva yang mengusir nya. Tapi dia paham akan apa yang kini di rasakan Eva.


"Baik lah. Aku tau kamu sedang bimbang saat ini. Aku akan memberi kamu waktu sendiri. Makanan kamu sudah aku taruh di meja." Ucap Dafi dan di angguki oleh Eva.


Dafi keluar daru kamar Eva dan kembali ke ruang kerja nya. Sejak kejadian wajah nya yang terkena luka bakar itu. Dafi kerja dari rumah.


Siang hari nya.


Dafi yang sibuk dengan pekerjaan nya lupa akan waktu. Dia baru sadar kalau jam sudah lewat waktu makan siang. Dia membereskan berkas berkas nya.


Tok tok tok.


Pintu ruang kerja nya terdengar suara ketukan. Dafi mengira kalau itu pelayan rumah.


"Masuk" Ucap Dafi.


Eva masuk ke dalam ruang kerja Dafi dengan membawa makanan di tangan nya. Dafi tersenyum bahagia dengan apa yang di lakukan Eva pada nya.


"Aku sudah makan tadi. Aku menunggu kamu di meja makan tapi kamu enggak kunjung datang. Jadi aku bawakan makanan nya ke sini" Ucap Eva.


Dafi berjalan menghampiri Eva dan meminta nampan yang berisi makanan tersebut dari Eva. Dia menaruh makanan nya ke atas meja.


"Terima kasih. Apa kamu mau menemani ku makan?" Tanya Dafi.


"Boleh" Jawab Eva mengangguk.


Eva di gandeng Dafi duduk di sofa. Eva menunggui Dafi makan di ruang kerja nya. Setelah makan mereka mulai berbincang.


"Aku mau memeriksa kan kandungan ku ke dokter" Ucap Eva.


Eva terlihat sedih karena dia berharap kalau Dafi sendiri yang akan menemani nya.


"Maaf Eva. Bukan maksud ku tidak mau menemani kamu. Tapi aku tidak mau membuat kamu malu dengan wajah ku ini" Ucap Dafi tertunduk.


"Kamu bisa pakai topi seperti biasa nya" Ucap Eva.


Dafi tersenyum dengan jawaban Eva karena Eva tidak malu jika jalan dengan nya.


"Baik lah besuk aku akan menemani kamu" Jawab Dafi tersenyum.


"Aku ke kamar dulu" Pamit Eva yang sudah berdiri dan keluar dari ruang kerja Dafi.


Dafi sangat bahagia dengan perlakuan Eva. Eva tidak lagi cuek terhadap diri nya. Dan seperti nya Eva juga sudah menerima kekurangan Dafi.


"Seperti nya aku harus jadwal kan oprasi ku" Guman Dafi dalam hati.


Dafi kembali bekerja. Dia sibuk dengan pekerjaan nya hingga larut malam.


Pada malam hari nya dia keluar dari ruang kerja nya. Dia berjalan ke arah ruang makan namun dia tidak menukan Eva di sana.


"Apa dia sudah tidur?" Guman Dafi.

__ADS_1


Dafi naik ke lantai 2 untuk menuju ke kamar Eva.


Tok tok tok.


Dafi mengetuk pintu kamar Eva.


"Masuk" Ucap Eva.


Dafi membuka lintu kamar Eva dan melihat Eva yang sedang membaca majalah di atas kasur nya.


"Kamu sedang apa?" Tanya Dafi.


Eva tidak menjawab dan tetap asik melihat gambar yang ada di majalah itu. Dafi melihat majalah yang di lihat Eva.


"Kamu mau makan itu?" Tanya Dafi dan di angguki lemah oleh Eva karena malu.


"Ya sudah ayo kita cari makanan yang kamu inginkan itu" Ucap Dafi.


"Iya. Aku ganti baju dulu" Ucap Eva.


"Baik lah. Aku akan menunggu kamu di bawah" Jawab Dafi.


Dafi keluar dari kamar Eva dan menunggu Eva di ruang tamu. Tak lama Eva telah menghampiri Dafi. Dafi melihat pakaian yang di kenakan Eva sedikit tipis.


"Pakai ini. Jangan sampai kamu sakit" Ucap Dafi yang mengenakan jaket nya pada Eva.


"Makasih. Maaf aku tidak punya baju yang tertutup" Ucap Eva.


"Apa pun yang kamu pakai. Itulah jati diri kamu. Aku tidak akan mempermasalahkan nya" Ucap Dafi.


"Terima kasih" Ucap Eva.


Dafi dan Eva keluar dari rumah. Mereka mengendarai mobil untuk menuju ke restoran yang menjual makanan yang di inginkan Eva.


Di restoran.


Eva dengan lahap makan makanan yang telah dia pesan. Dafi tersenyum melihat Eva yang nafsu makan nya bertambah sejak kehamilan nya.


"Maaf aku makan nya tidak sopan ya?" Tanya Eva yang sudah menghentikan makan nya.


Dafi memberikan topi nya pada Eva karena kali ini dia memakai masker dan hanya terlihat sedikit bekas luka bakar nya.


"Makan sesuka kamu. Tidak akan ada orang yang tau wajah kamu" Ucap Dafi.


Eva tersenyum dan melanjutkan makan nya dengan lahap. Setelah makan Eva mengajak Dafi pulang karena dia sudah merasa mengantuk.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2