
"Ujian yang kalian lalui cukup berat. Semoga kalian akan bahagia selama nya" Ucap papah Bara.
"Iya pah semoga mereka bahagia dengan keluaga mereka. Semoga Bara mampu menajga Leta dengan baik" Ucap mamah Bara.
"Kakak pasti bisa menjaga Leta mah pah. Mika yakin akan hal itu" Sahut Mika
Malam hari nya.
Leta dan Bara sedang memandangi bulan dan bintang bintang yang terlihat indah pada malam itu.
Mereka duduk di karpet yang telah di sediakan Ria. Mereka sedang berada di balkon kamar nya dengan memakai sehelai selimut yang sama untuk menutupi tubuh mereka yang polos.
Karena saat ini tengah malam jadi suasana di vila priabadi tersebut terlihat sepi. Mereka menikmati malam ini dengan perasaan bahagia yang tidak bisa di uatarakan dengan kata kata.
"Aku sangat bahagia hari ini" Ucap Bara yang tengah memeluk tubuh Leta.
"Iya aku juga sangat bahagia." Jawab Leta.
"Terima kasih sayang. Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan pada ku. Aku tidak akan melepaskan kamu lagi" Ucap Bara serius.
"Aku juga tidak mau berpisah dengan kamu. Kita saling menjaga ya?" Pinta Leta.
"Tentu sayang. Aku akan menjaga kamu dengan baik dan selama nya" Ucap Bara tersenyum.
Bara mencium kening Leta dengan lembut. Bara memeluk Leta dengan penuh kasih sayang.
Di lain tempat.
Eva sedang uring uringan karena berita pesta pernikahan Bara dan Leta yang di tayangkan semua tv yang ada di dalam negri.
"Sia****an kamu Leta. Aku nggak akan membiarkan kalian bahagia" Teriak Eva menggila.
Dia terus melempar semua barang yang ada di depan nya. Dia terus marah marah tidak jelas karena acara tersebut.
"Untuk apa kamu hanya marah marah jika kamu tidak melakukan apa pun pada mereka" Ucap Dafi yang ternyata berada di kediaman Eva.
"Diam kamu. Mau apa kamu ke kamar ku?" Tanya Eva marah.
"Aku hanya inginke sini saja. Kenapa memang nya. Apa aku tidak boleh melihat ibu yang telah mengandung anak ku?" Tanya balik Dafi.
"Aku nggak akan membiarkan dia hidup di dalam rahim ku. Aku tidak mau mengandung anak dari orang cacat seperti kamu" Ucap Eva marah.
Plack.
Dafi menampar jeras pipi Eva. Dia sangat marah dengan apa yang telah di ucapkan Eva pada diri nya.
"Jaga ucapan kamu Eva. Kamu sudah menjadi milik ku saat ini. Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja" Ucap Dafi marah.
__ADS_1
"Tidak akan. Aku tidak mau bersama pria cacat seperti kamu" Teriak marah Eva.
Dafi menjambak rambut Eva dan membenturkan kepala Eva ke dinding.
Duack.
"Aaaaaah" Teriak Eva kesakitan.
"Semua harta kamu ada di tangan ku sekarang. Aku sengaja tidak melakukan oprasi agar kamu sadar kalau luka yang ada di wajah ku ini adalah karena kebodohan kamu yang melempar bom asap itu" Ucap Dafi.
"Maaf kan aku Dafi maaf. Tolong lepaskan aku. Aku kesakitan" Ucap Eva menangis ketakutan.
Dafi melepaskan jambakan nya dan menghempaskan Eva ke kasur.
"Jaga baik baik anak ku. Kalau sampai dia mati dalam kandungan kamu. Kamu akan menemani nya di kuburan" Ancam Dafi.
Eva menangis sesegukan karena takut akan Dafi. Dia tidak menyangka kalau Dafi akan sekejam itu terhadap diri nya.
Dafi telah berubah banyak sejak kejadian itu. Dia sering marah marah dan mabuk mabukan. Dia juga sering memukuli Eva saat mabuk.
Eva pernah mencoba kabur tapi karena dia yang sudah sebatang kara jadi Dafi dengan gampang mencari nya dan menemukan nya kembali.
Semua harta peninggalan orang tua Eva juga di rampas Dafi. Namun untuk urusan Leta dan Bara. Dafi tidak ingin ikut campur akan hal itu lagi.
"Bara kenapa nasib ku begini? Harus nya aku yang jadi pusat perhatian di dalam pesta itu. Harus nya aku yang jadi istri dan pendamping kamu" Ucap Eva menangis.
Di wajah Dafi memang terdapat luka bakar yang di sebab kan oleh kecerobohan Eva yang mencoba menolong Dafi saat di sekap anak buah Bara dulu.
Bisa saja Dafi melakukan oprasi namun dia tidak mau. Dia ingin menghukum Eva dengan wajah itu karena Eva takut dengan wajah Dafi.
Dafi sebenar nya sudah memiliki perasaan pada Eva. Dia juga sakit ketika Eva menangis seperti sekarang. Tapi hati nya lebih sakit ketika Eva terus menginginkan Bara
"Apa yang harus aku lakukan Eva. Aku juga ingin mendapatkan cinta seperti apa yang kamu berikan pada Bara" Guman Dafi dalam hati.
Dafi memilih pergi dari rumah Eva dari pada dia harus terus menyakiti Eva lebih parah lagi.
Di klub malam.
Dafi kini berada di klub malam. Dia tengah janjian dengan seseorang yang telah membantu nya mendapatkan sekuruh harta Eva untuk mengikat Eva di samping nya.
"Sorry telat" Ucap Dafi.
"Santai saja bro. Kita juga baru kembali dari pesta Bara" Jawab Vero yang datang ke klub malam tersebut bersama Sesa.
FLASH BACK Penculikan Leta
Ternyata selama ini Bara Vero dan Sesa tau akan keberadaan Dafi. Mereka juga tau akan perasaan Dafi yang sebenar nya pada Eva.
__ADS_1
Karena saat Eva menyelamatkan Dafi. Vero juga berada di gedung hotel teraebut sedang mengintai cctv atas perintah Bara tentu nya.
Vero membiarkan Eva menolong Dafi. Namun karena ceroboh Eva yang akan melemparkan bom asap pada Ria terpeleset dan bom asap tersebut hampir melukai nya.
Dengan cepat san sekuat tenaga Dafi berlari menyelamatkan Eva namun wajah nya yang terkena bom asam tersebut. Separuh wajah nya terkena luka bakar.
Vero menjelaskan semua nya pada Bara. Mereka bertiga menemui Dafi saat berada di rumah sakit.
Di rumah sakit
Dafi yang sedang melakukan perawatan luka bakar nya hanya sendirian di rumah sakit tersebut.
Eva tidak mau mrnunggui Dafi karena dia takut akan wajah Dafi yang terkena luka bakar tersebut.
"Halo Dafi" Ucap Bara.
Dafi melotot ketakutan karena Bara Vero dan Sesa yang sudah masuk ke dalam ruang inap nya.
"Santai saja bro. Kita ke sini bukan untuk melukai kamu. Kita datang baik baik" Ucap Vero menenangkan Dafi.
"Apa yang kalian mau?" Tanya Dafi ketakutan.
"Tidak ada. Kami hanya akan membantu kamu mendapatkan Eva saja" Jawab Sesa.
"Apa maksud kamu?" Tanya Dafi lagi.
"Saya sudah tau semua nya. Dafi hati kamu saat ini sedang bimbang. Yang kamu rasakan perasaan pada Leta bukan lah cinta. Tapi hanya kekaguman yang kamu rasakan." Jelas Bara.
"Tidak. Perasaan ku pada Leta itu....." Dafi berfikir dengan apa yang dia rasakan pada Leta.
"Dafi. Kamu bukan lah orang jahat yang rela melakukan apa papun pada istri orang. Coba renungkan tentang perasaan kamu." Ucap Sesa.
"Kita akan kembali ke sini besuk. Untuk malam ini renungkan dulu perasaan kamu. Kami permisi dulu" Ucap Bara.
"Akan ada beberapa pengawal yang akan menjaga kamu. Tapi kamu tenang saja. Mereka tidak akan terlihat oleh mu" Imbuh Vero
"Istirahat lah dengan baik" Ucap Bara menepuk bahu Dafi.
Bara Vero dan Sesa keluar dari ruang inap Dafi. Mereka kembali ke kantor Bara untuk bsrdiskusi lebih lanjut lagi dengan apa yang akan mereka lakukan kedepan nya.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat memba kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš