CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PERJODOHAN VERO


__ADS_3

Vero terdiam bagai patung mendengar ancaman papah nya. Dia tau kalau apa yang di ucapkan papah nya itu lah yang akan terjadi.


"Vikirkan baik baik Vero. Nanti malam kita akan datang ke rumah calon istri kamu itu. Kami sudah menenangkan kalian sejak kalian kecil" Ucap papah Vero.


Vero terdiam mematung karena tidak bisa melawan papah nya yang berluasa tersebut.


"Nak. Ini semua demi kebaikan kamu. Mamah dan papah harap kamu bisa menerima nya. Kami yakin kamu akan bahagia nak" Ucap mamah Vero.


Mamah Vero berdiri dari duduk nya. Dia mengelus bahu Vero dan berjalan meninggalkan Vero yang masih terdiam di ruang tamu.


Cukup lama Vero duduk diam dengan pandangan mata kosong nya di ruang tamu. Lalu dia berdiri dan naik ke lantai dua rumah nya untuk menuju ke kamar.


Di kamar Vero.


Saat di kamar entah kenapa Vero mulai menitihkan air mata nya. Hati nya sabgat sakit dengan perintah papah nya tadi.


Dia duduk di kasur nya dan terus memandangi lantai kamar nya dengan air mata nya yang mulai tak henti.


"Sa. Apa yang harus aku lakukan Sa. Aku mencintai kamu Sa. Tapi kenapa kita di takdirkan seperti ini Sa." Ucap Vero menangis.


Ini pertama kali nya Vero menangis karena perempuan yang sangat dia idam nya untuk menjadi pendamping hidup nya kelak.


Namun karena perintah papah nya hancur semua impian nya. Pupus sudah bayangan yang dia rencanakan untuk mendapatkan Sesa.


"Aku mencintai kamu Sa. Aku sangat mencintai kamu" Ucap Vero.


Vero manangis karena hati nya yang hancur. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.


Malam hari nya.


Papah dan mamah Vero telah siap dengan baju mereka yang formal. Mereka menunggu Vero yang masih di dalam kamar nya.


"Mamah coba panggil Vero deh di kamar nya" Pinta papah Vero.


"Iya pah" Jawab mamah Vero.


Mamah Vero berjalan naik ke lantai dua untuk ke kamar Vero. Mamah mengetuk pintu kamar Vero.


Tok tok tok.


"Nak. Kamu sudah siap belum. Papah dan mamah sudah menunggu kamu lho" Ucap mamah Vero.


Vero membuka pintu kamar nya dengan lemas. Dia mantap mata mamah nya dengan sendu.


"Mah. Aku tidak ingin pergi" Ucap Vero lirih yang sudah mulai putus asa.


Mamah Vero merasa kasihan dengan Vero. Dia memeluk putra nya itu dengan penuh kasih sayang.


"Nak. Ini demi kebaikan kamu nak. Ini juga pesan mendiang orang tua tunangan kamu. Maafkan mamah dan papah yang tidak menyampaikan nya sebelum sebelum nya" Ucap mamah Vero.

__ADS_1


Vero menangis kemabali dalam pelukan mamah nya. Dia sangat sangat hancur saat ini.


"Tapi aku mencintai gadis lain mah" Ucap Vero.


"Nak percaya lah ini yang terbaik untuk kamu " Ucap mamah Vero.


Mamah Vero melepaskan pelukan nya. Dia mengusap air mata putra nya dengan lembut.


"Apa kamu sangat mencintai nya?" Tanya mamah Vero


"Aku sangat sangat mencintai nya mah" Jawab Vero.


"Ya sudah nanti setelah kita pulang dari acara ini. Mamah akan bicara dengan papah kamu. Berdoa saja agar papah kamu mengerti" Ucap mamah Vero yang menenangkan Vero.


"Makasih mah" Ucap Vero tersenyum.


Akhir nya Vero mau untuk ke rumah tunangan nya itu malam ini dengan bujukan dari mamah nya tentu nya.


Merka bertiga keluar dari rumah. Mereka maniki mobil yang sama dan dengan supir yang akan mengantarkan mereka.


Di perjalanan Veri hanya diam dan melihat keluar jendela. Dia melamun membayangkan wajah Sesa yang tak hilang dari pandangan mata nya.


"Aku akan berjuang meyakinkan papah ku Sesa. Aku akan berjuang demi kamu" Guman Vero dalam hati.


Kini mereka telah sampai di rumah tunangan Vero. Papah dan mamah turun dari mobil namun Vero masih saja melamun dan tidak sadar kalau mobil telah berhenti.


Vero yang tersadar dari lamunan nya mengangguk dan turundari mobil. Ketika dia melihat rumah yang ada di depan nya saat ini. Dia sangat terkejut dan juga hati nya berbunga bunga.


"Pah mah. Ini nggak salah rumah kan?" Tanya Vero antusias.


"Iya ini rumah nya. Ini kan rumah teman masa kecil kamu sama Bara juga kan" Jawab papah heran dengan perubahan sikap Vero.


"Kenapa papah nggak bilang kalau Sesa calon istri aku?" Tanya Vero.


"Kan papah sudah bilang kalau kalian sudah bertunangan sejal kalian masih kecil. Masak kamu tidak sadar kalau itu tertuju pada Sesa?" Tanya balik papah Vero.


"Vero jangan bilang kalau kamu jatuh cinta dengan tunangan kamu sendiri?" Tanya mamah dan di angguki Vero dengan semangat.


"Iya mah. Dia lah gadis yang aku ingin perjuangkan. Makasih mah makasih" Ucap Vero memeluk mamah nya.


Mamah dan papah Vero tersenyum karena gadis yang Verocintai ternyata adalah Sesa.


Mereka bertiga menuju ke pintu utama. Papah Vero mengetuk pintu rumah Sesa.


Tok tok tok.


Pembantu Sesa membukakan lintu rumah. Setelah melihat kedua orang tua Vero dan juga Vero yang datang. Pembantu Sesa memepersilahkan mereka masuk.


"Maaf saya tingga sebentar panggil non Sesa" Pamit pembantu Sesa.

__ADS_1


"Iya silahkan bik" Jawab papah Vero.


Pembantu Sesa naik ke lantai 2. Dia menuju ke kamar Sesa. Saat mauengetuk pintu Sesa juga pas keluar dari kamar.


"Eh non Sesa. Itu non di bawah ada tamu non" Ucap pembantu Sesa.


"Oh iya. Aku juga mau turun bosen di kamar terus" Ucap Sesa.


Tanpa bertanya siapa tamu nya Sesa turun ke lantai satu rumah nya. Untung saja saat ini dia memakai dres pink diatas lutut yang membuat nya teelihat manis.


Saat Sesa sampai di ruang tamu. Dia terkejut dengan kedatangan mamah dan papah Vero.


"Lho om sama tante to yang datang" Ucap Sesa tersenyum segan.


"Iya Sa. Ke mari lah. Duduk di sebelah tante" Pinta mamah Vero.


Sesa duduk di tengah mamah dan papah Vero. Sesa menatap Vero untuk meminta penjelasan. Namu Vero hanyaengangkat kedua bahu nya saja.


"Bagaimana kabar kamu nak?" Tanya mamah Vero.


"Baik kok tante" Jawab Sesa tersenyum canggung.


Vero cekikikan mendengar jawaban dari Sesa yang terlihat jelas kalau dia canggung.


"Vero hentikan" Ucap papah tegas.


Vero akhir nya diam. Sesa melotot ke arah Vero larena Vero berani untuk mentertawakan nya.


"Sesa ada yang ingin kami bicarakan dengan kamu" Ucap papah Vero.


"Ada apa om?" Tanya Sesa penasaran.


Papah Vero memberikan kode pada mamah Vero untuk memberika kotak yang dia bawa pada Sesa.


"Apa ini tante?" Tanya Sesa.


"Buka lah" Pinta papah Vero.


Sesa membuka kotak tersebut dan melihat kalung yang berukirkan inisial V&S.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2