CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PASAR TRADISIONAL


__ADS_3

Leta tersenyum melihat tingkah Bara yang mulai manja lagi.


"Ih sok manja. Nggak pantes tau kak" Ucap Mika.


"Biarin" Jawab Bara cuek.


Akhir nya Mika mulai menjalan kan mobil nya lagi. Dalam perjalan Bara tertidur di kursi penumpang belakang.


"Kata nya nggak tidur. Tapi malah sudah terlelap di belakang" Guman Mika.


"Sudah lah. Kasihan dia pasti kelelahan" Ucap Leta.


"Iya dia orang yang gila kerja memang" Ucap Mika.


"Iya. Dia juga sampai punya mag yang sudah parah" Ucap Leta


"Maka dari itu tolong jaga dia dengan baik Leta." Ucap Mika serius.


"Banyak gadis yang mencoba melempar kan diri nya pada kak Bara. Tapi dia tetap dengan pendirian nya untuk mencari peri kecil nya" Ucap Mika lagi.


"Peri kecil nya. Apa yang dia maksud aku ya?" Guman Leta dalam hati.


Leta berbalik melihat ke arah Bara. Dia melihat Bara yang tidur namun dengan wajah nya yang berkerut.


"Apa yang dia mimpikan ya? Kenapa tidur nya tidak tenang seperti itu?" Ucap Leta.


"Entah lah. Aku sudah lama melihat dia yang tidur sepeti itu. Aku juga sering melihat dia yang meminum obat tidur dengan dosis tinggi" Jawab Mika.


Rumah utama Bara.


Mika memarkirkan mobil nya. Leta turun dari mobil lalu masuk ke kursi belakang untuk membangun kan Bara


"Bara bangun. Tidur di kamar saja yuk" Ucap Leta.


Bara mulai membuka mata nya. Leta menggandeng Bara masuk ke dalam rumah. Mereka masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


Di kamar Bara.


Leta membantu Bara untuk tidur di kasur. Setelah nya dia ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


"Kamu tidak mandi dulu?" Tanya Leta yang baru selesai mandi.


"Enggak. Besuk saja aku lelah" Jawab Bara.


"Oh ya sudah kalau gitu" Ucap Leta.


Setelah berganti pakaian Leta kembali ke kamar nya. Dia merebahkan diri nya di samping Bara.


"Jangan begini. Badan kamu lengket" Ucap Leta yang enggan di peluk Bara.


Namun Bara tetap saja memeluk Leta karena merasa risih dengan badan Bara yang lengket. Leta bangun lalu mendorong tubuh Bara sekuat tenaga hingga Bara terjatuh ke lantai.


"Aduh. Leta kok aku di dorong sih" Ucap Bara memegangi pinggang nya.


"Biarin habis nya kamu nggak mau mandi. Kamu tidur di bawah" Jawab Leta.


Leta menidurkan diri nya lagi ke kasur dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.


Karena Bara sudah tidak mengantuk lagi. Dia berjalan ke arah kamar mandi dan mulai membersihkan diri nya.


Ke esokan hari nya.

__ADS_1


Setelah sarapan pagi. Leta dan Ria bersiap untuk belanja kebutuhan dapur.


"Mika mana?" Tanya Leta.


"Belum keluar dari kamar nya nona" Jawab Ria.


"Coba kamu ke sana deh Ria aku tunggu di depan ya" Ucap Leta.


"Baik nona" Jawab Ria.


Leta berjalan keluar dari rumah Bara. Dia menunggu Mika dan Ria di kursi depan rumah.


Sedangkan Ria naik ke lantai 2 untuk menemui Mika.


Tok tok tok.


Ria mengetuk pintu kamar Mika.


"Ada apa?" Tanya Mika yang sudah membuka pintu kamar nya.


"Sudah di tunggu non Leta untuk belanja" Jawab Ria.


"Oh iya aku ganti baju dulu" Ucap Mika.


"Baik non" Sahut Ria.


Mika kembali menutup pintu kamar nya. Dia berganti pakaian lalu keluar dari kamar nya dan menemui Leta hang sudah berada di depan rumah.


"Yuk aku sudah siap" Ucap Mika.


Leta memperhatikan pakaian yang kini di pakai Mika.


"Jangan pakai ini deh Mik. Yuk aku bantu kamu cari baju yang nyaman" Ucap Leta.


"Iya tapi lebih baik ganti saja deh" Ucap Leta.


"Ya sudah ayok" Ucap Mika jenuh.


Leta dan Mika masuk kembali ke dalam rumah. Lalu mereka masuk ke dalam kamar Mika. Leta memilihkan celana jins di bawah lutut lalu kaos santai dan topi.


"Nih pakai ini saja" Ucap Leta.


"Kenapa aku harus pakai ini sih?" Tanya Mika.


"Sudah ini buat kamu lebih nyaman saja" Ucap Leta.


"Ya sudah kamu tunggu di luar sana" Pinta Mika.


"Iya. Oh iya pakai sendal biasa saja jangan pakai hils" Imbuh Leta.


"Kayak gembel dong" Sahut Mika.


"Enggak akan. Kamu tetap cantik kok" Ucap Leta.


"Iya deh" Jawab Mika.


Leta keluar dari kamar Mika. Dia kembali keluar untuk menunggu Mika di kursi luar rumah.


Tak lama Mika sudah berganti pakaian. Dia menghampiri Leta di depan rumah nya.


"Sudah nih. Ayo berangkat nanti kak Bara marah" Ucap Mika.

__ADS_1


"Iya iya. Ayo Ria" Ajak Leta.


"Baik non" Jawab Ria.


Mereka masuk ke dalam mobil. Ria menjalan kan mobil nya keluar dari pekarangan rumah utama Bara.


Pasar tradisional.


Ria memarkirkan mobil nya ke depan pasar tradisional. Leta keluar dari mobil bersamaan dengan Ria. Sedangkan Mika masih saja berada di dalam mobil.


"Mika ayo dong nanti keburu siang" Ucap Leta.


"Enggak. Kamu gila ya Ta. Kenapa kita ke sini sih?" Tanya Mika marah.


"Ya memang nya kenapa? Kalau kita ke sini kita bisa milih bahan bahan makanan yang bagus dan segar. Sudah yuk turun" Ucap Leta.


"Enggak ah" Ucap Mika.


"Ya sudah kalau kamu nggak mau. Aku sama Ria masuk dulu " Ucap Leta meninggalkan Mika.


Mika yang melihat ke kanan dan Kiri nya merasa ngeri. Dia keluar dari mobil lalu berlari ke arah Leta.


"Tunggu aku ikut" Ucap Mika yang sudah menggandeng Leta.


"Kenapa? Keta nya nggak mau ikut?" Tanya Leta.


"Ngeri aku di sana sendirian" Jawab Mika.


"Ya sudah. Kamu tetap gandengan sama aku saja jangan sampai lepas" Ucap Leta.


"Memang nya kalau lepas kenapa?" Tanya Mika polos.


"Kamu bakal ilang" Goda Leta.


"Haaaa beneran?" Tanya Mika takut.


"Hahahaha enggak akan lah. Kamu segede gini masak iya ilang" Jawab Leta tertawa.


"Jangan godain aku dong Ta. Aku nggak pernah ke sini jadi nya kan takut" Ucap Mika.


"Iya deh maaf. Ya sudah kamu ikutin aku saja terus. Kalau ada yang kamu inginkan bilang saja" Ucap Leta.


"Iya" Jawab Mika.


Leta dan Ria mulai memilah milah bahan yang akan mereka beli. Sedangkan Mika hanya melihat lihat dan banyak bertanya pada Leta dan Ria tentang apa yang dia lihat sedangkan dia tidak tau apa itu.


"Ikan nya kecil banget" Ucap Mika.


"Ini namanya ikan teri. Ikan yang di inginkan papah Cakra " Jawab Leta.


"Ikan sekecil ini?" Tanya Mika lagi.


"Iya nanti kalau sudah di masak enak kok" Jawab Leta


Leta Ria dan Mika telah selesai dengan bahan bahan dapur nya. Mereka mulai berjalan jalan ke dalam pasar lagi


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2