
"Banyak banget sih baju nya" Ucap Riko.
"Enggak lah hanya beberapa kok" Jawab Mika.
Riko menaruh semua tas belanjaannya di bagasi mobil. Setwlah itu mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.
Di rumah Riko.
Mika turun dari mobil ketika Riko memberhentikan mobil nya di depan sebuah rumah yang sederhana.
Banyak tanaman bunga di depan rumah tersebut. Mika melihat ibu Riko yang sedang asik berkebun di halam rumah Riko.
"Ayo masuk" Ajak Riko.
"Eh iya" Jawab Mika yang tersadar dari kekaguman nya.
Riko berjalan masuk ke dalam halaman rumah nya dengan membawa tas belanjaan yang di belikan Mika tadi.
"Bu ada Mika" Ucap Riko yang menghampiri ibu nya.
Ibu Riko berdiri dan melihat Mika yang tersenyum cantik pada diri nya.
"Selamat sore bu" Ucap Mika sopan.
Mika berjalan ke arah ibu Riko dan mencium tangan ibu Riko tanpa rasa risih karena baru saja menyirami bunga bunga nya.
"Siapa ini?" Tanya Ibu Riko.
"Saya Mika bu teman nya Riko" Jawab Mika.
"Kamu cantik sekali nak" Ucap ibu Riko.
"Terima kasih bu" Jawab Mika tersenyum.
Ibu Riko mengajak Mika masuk ke dalam rumah.
"Silahkan duduk. Ibu buatkan kamu makanan dan minuman dulu ya?" Pamit ibu Riko.
"Tidak usah repot repot bu" Ucap Mika.
"Enggak repot kok nak" Jawab ibu Riko.
Tak lama menunggu ibu Riko kembali menghampiri Mika.
"Nak Mika yuk kita makan dulu" Ajak ibu Riko.
"Baik bu" Ucap Mika.
Malam hari nya di rumah utama Bara.
Mika kini telah kembali ke rumah. Dia terlihat sangat bahagia karena hari ini dia begitu dekat dengan ibu Riko.
"Ada yang lagi bahagia nih?" Tanya Leta yang sedang meninton tv bersama Bara yang sedang bekerja dengan leptop nya di ruang tengah.
"Letaaaaaa" Teriak Mika dan berlari menghamburkan diri nya pada Leta.
"Aaaau ada apa sih Mika?" Tanya Leta.
"Aku bahagia sekali" Jawab Mika tidak nyambung.
"Bahagia kenapa?" Tanya Leta lagi.
"Ada deh" Ucap Mika yang berlari naik ke lantai 2.
__ADS_1
Bara yang melihat Mika sebahagia itu merasa heran.
"Dia kenapa?" Tanya Bara.
"Nggak tau. Kata nya sih sedang bahagia" Jawab Leta.
Di saat bersamaan bel pintu rumah utama Bara berbunyi. Leta berdiri dari duduk nya untuk membukakan pintu rumah.
"Dila mau apa kamu ke sini?" Tanya Leta heran.
"Hai Leta. Kok aku nggak di suruh masuk sih?" Dila tanya balik.
"Iya silahkan masuk" Ucap Leta.
Dengan senang hati Dila masuk ke dalam rumah Bara. Dila sangat kagum dengan rumah Bara yang sangat mewah tersebut.
"Ada perlu apa kamu ke sini?" Tanya Leta lagi.
"Mana tuan Bara. Aku ada perlu dengan dia" Jawab Dila.
"Ada apa memang nya?" Tanya Leta penasaran.
"Ini bukan urusan kamu. Sudah sana panggil tuan Bara" Perintah Dila.
Karena tidak ingin berdebat dengan Dila. Leta akhir nya masuk kembali ke ruang tengah untuk memanggil Bara.
"Kamu di cari cewek tuh" Ucap Leta duduk di sebelah Bara.
"Siapa?" Tanya Bara yang masih fokus dengan leptop nya.
"Adik tiri ku" Jawab Leta cuek.
"Oh dia. Aku temui dia dulu deh" Ucap Bara.
Bara berjalan ke arah ruang tamu untuk menemui Dila.
"Ada semua kok" Jawab Dila.
"Ya sudah ikut saya ke ruang kerja saya" Pinta Bara.
"Baik" Jawab Dila kegirangan.
Dengan senyuman yang merekah Dila mengikuti Bara ke arah ruang kerja Bara. Saat sampai di ruang tengah Bara mengedipkan sebelah mata nya ke arah Leta.
"Apaan sih dia. Dasar gila" Guman Leta yang cemberut melihat Dila di ajak Bara ke ruang kerjanya.
Dila dan Bara masuk ke dalam ruang kerja Bara. Leta semakin tidak tenang dengan Dila dan Bara yang satu ruangan.
"Aduh aku kok jadi uring uringan gini sih" Ucap Leta yang mulai frustasi.
"Aku buatin minum saja deh" Guman Leta.
Leta berjalan ke arah dapur dan mulai membuatkan minuman untuk Dila. Setelah minuman nya siap dia membawa minuman nya nya ke arah ruang kerja Bara.
"Aku nggak penasaran kok. Aku kan hanya mengantarkan minum" Ucap Leta di depan pintu ruang kerja Bara yang tertutup.
"Iya setelah aku taruh minuman nya terus aku keluar kok" Guman Leta lagi.
Leta membuka pintu ruang kerja Bara dan melihat Dila yang sedang mencoba menggoda Bara dengan pakaian nya yang sexy.
"Oh jadi ini yang nama nya bisnis. Ok ok aku akan melakukan bisnis nya dengan lebih baik lagi" Guman Leta.
Leta berjalan ke arah Dila dan Bara yang merasa risih dengan sentuhan Dila. Leta menyiramkan jus nya ke atas kepala Dila.
__ADS_1
"Aaaaaah" Teriak Dila karena terkejut dengan air dingin yang di siramkan Leta di atas kepala nya.
"Leta kamu gila ya?" Teriak Dila marah.
"Maaf Dila tadi ada laba laba di atas kepala kamu karena aku takut jadi aku siram deh biar pergi. Maaf ya" Ucap Leta merasa bersalah.
"Jamu bohongkan. Kamu pasti sengaja kan?" Tanya Dila marah.
Pyar.
Leta melempar gelas nya ke arah lantai dan alhasil gelas tersebut pecah berantakan.
"Iya aku sengaja memang nya kenapa? Apa kamu akan menggoda seorang pria yang bersuami di dalam rumah nya sendiri?" Tanya balik Leta marah.
"Aku....aku tidak menggoda Bara. Kita sedang bisnis" Jawab Dila.
"Apa ada bisnis dengam pangku pangkuan gitu. Keluar kamu dari rumah ini atau kamu akan menyesal telah datang ke sini" Ucap Leta menunjuk ke arah pintu.
Dengan malu dan rasa marah nya Dila keluar dari ruang kerja Bara lalu keluar dari rumah Bara.
"Awas kamu Leta. Lihat saja aku akan menghancurkan kamu hingga kamu menyesal telah hidup di dunia ini" Ucap Dila yang masuk ke dalam mobil nya.
Dila melajukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah utama Bara. Di sisi lain Mika yang melihat pertengkaran di ruang kerja Bara ingin masuk ke ruang kerja. Namun tidak jadi karena Leta seperti nya masih ingin marah.
"Wah kak Bara kamu harus teguh batin nih" Guman Mika yang bersenbunyi di ambang pintu ruang kerja Bara.
Bara berjalan ke arah Leta dengan sedikit membersihkan baju nya yang terkena air yang di siram kan Leta pada Dila.
"Sayang....." Panggil Bara.
"Sayang sayang kepala mu peyang. Nggak usah dekat dekat dengan aku. Malam ini dan 3 hari ke depan kamu tidur di kamar tamu" Ucap Leta marah.
Leta keluar dari ruang kerja Bara dan berjalan ke arah kamar nya. Bara mengikuti Leta dan sedikit membujuk nya.
"Sayang ayo lah jangan seperti itu. Ini kan bukan salah ku" Ucap Bara membela diri.
"Bukan salah kamu gimana? Jelas jelas dia duduk di pangkuan kamu. Tapi kamu malah diam saja dan menikmati nya" Ucap Leta marah.
"Aku tidak menikmati nya sayang." Ucap Bara.
Brack.
Wajah Bara menabrak pintu kamar nya yang di tutup keras oleh Leta.
"Aduh" Ucap Bara memegangi hidung nya yang sakit.
"Sayang buka dong" Ucap Bara yang menggedor gedor pintu kamar nya.
Leta membuka pintu kamar nya dan melemparkan bantal ke arah wajah Bara.
"Tidur sana sama tikus" Ucap Leta.
Brack.
Leta menutup pintu kamar nya dengan keras lagi. Mika yang sudah tidak tahan dengan tingkah pasangan suami istri tersebut akhir nya tawa nya lepas juga.
"Hahahaha" Tawa Mika keras.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš