
Leta dan Bara kini sudah sampai di sebuah rumah mewah yang bak istana megah. Leta keluar dari mobil dan terpana dengan bangunan rumah yang membuat nya takjub.
"Ada apa? Ayo masuk" Ajak Bara.
"Ini rumah kamu?" Tanya Leta.
"Bukan. Ini rumah kamu kan kamu yang bawa kunci nya" Jawab Bara.
"Serius ini rumah jadi milik ku?" Tanya Leta yang tidak percaya dengan jawaban Bara.
"Terserah kamu. Ayo masuk dulu" Pinta Bara.
Leta dan Bara masuk ke dalam rumah. Mereka di sambut oleh banyak pekerja yang ada di rumah tersebut.
"Selamat datang nona Aleta dan Tuan Bara" Ucap mereka serentak.
Leta yang masih kikuk dengan sambutan dari para pekrja hanya tersenyum kikuk. Dia jalan lebih cepat dan menarik tangan Bara.
"Kenapa harus ada sambutan seperti ini sih?" Tanya Leta.
"Memang nya kenapa? Kamu yang punya rumah wajar dong kalau kamu di sambut" Jawab Bara.
"Mulai hari ini tidak ada sambut sambutan lagi atau aku akan kembali ke rumah ku sendiri" Ancam Leta
"Iya iya mulai sekarang tidak ada yang seperti ini lagi" Jawab Bara mengalah.
"Bagus. Lalu di mana kamar ku?" Tanya Leta.
Bara menggendong Leta lalu menaiki tangga untuk menuju ke kamar mereka.
"Bara apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku" Teriak Leta.
"Jangan teriak teriak Leta telinga ku sakit" Ucap Bara yang masih tetap menggendong Leta.
Leta tambah ketakutan ketika Bara membawa nya masuk ke dalam kamar. Leta berpegangan pada pintu agar Bara tidak bisa membawa nya masuk ke dalam kamar.
"Bara lepaskan aku. Biarkan aku pergi" Teriak Leta.
"Kata nya mau ke kamar. Cepat lepaskan pintu nya" Pinta Bara.
"Jangan Bara. Aku nggak jadi masuk ke kamar" Teriak Leta lagi.
Para pengurua rumah hanya terkekeh melihat pemilik rumah nya yang bagaikan anak kecil yang sedang bertengkar.
"Leta kalau kamu tidak melepaskan pintu nya. Aku akan melakukan nya di sini tanpa menutup pintu nya" Ancam Bara
Leta seketika melepaskan pintu yang dia pegang dan Bara menutup pintu nya dengan kaki.
Bara melempar Leta ke atas kasur yang super jumbo dan terasa nyaman.
"Aaaaah Bara jangan lakukan itu" Teriak Leta.
Bara mendekat ke arah Leta dan menyentil kening Leta dengan keras.
"Apa sih yang ada di otak kecil kamu itu. Memang nya aku akan melakukan apa?" Goda Bara.
"Ya itu" Jawab Leta merona.
Bara tersenyum licik. Bara naik ke atas ranjang dengan membuka jas nya.
__ADS_1
"Bara jangan. Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu buka jas nya?" Tanya Leta ketakutan.
Bara kini berada di atas tubuh Leta. Bara merasa senang jika menggoda Leta.
"Kenapa? Bukan kah kita sudah menikah?" Tanya Bara.
"I...Iya tapi kan hanya nikah kontrak" Jawab Leta terbata bata.
Bara marah karena Leta mengungkit soal kontrak pernikahan mereka. Bara hanya memakai alasan nikah kontrak agar bisa mendapat kan Leta.
Namun Leta menganggap kontrak tersebut adalah nyata.
Bara berdiri dari atas tubuh Leta. Dia keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan keras.
Brack.
Suara pintu yang tertutup keras. Leta sampai terkejut dengan cara Bara menutup pintu kamar nya.
"Dia marah ya?" Guman Leta.
"Biar ah. Aku mau tidur. Tempat nya sangat nyaman" Ucap Leta berguling guling di kasur yang super jumbo itu.
Sore hari di kamar Leta.
Leta yang sudah puas tidur di kasur jumbo nya terbangun. Dia melihat Bara yang bertelanjang dada sedang memandangi diri nya.
"Iler nya di lap dulu" Ucap Bara.
Leta langsung bangun dan berlari ke kamar mandi. Bara yang melihat Leta malu malah tertawa lepas.
Leta keluar dari kamar mandi dengan wajah garang nya. Dia melompat di atas tubuh Bara dan memukuli Bara dengan bantal.
"Hahaha Leta sudah cukup ok aku salah. Sudah cukup aku lelah" Pinta Bara.
Leta menghentikan aksi nya dan duduk di sebelah Bara. Leta masih saja cemberut karena ulah Bara barusan.
"Maaf Leta aku hanya ingin menggoda kamu. Maaf ya" Ucap Bara memelas.
"Enggak" Jawab Leta tegas.
"Kalau dengan ini di maafkan enggak?" Tanya Bara yang mengeluarkan kalung dan di perlihatkan pada Leta.
"Wah cantik sekali " Ucap Leta yang akan mengambil kalung tersebut namun di sembunyikan lagi oleh Bara.
"Di maafin dulu baru aku berikan" Pinta Bara.
"Iya aku maafin. Sini kalung nya" Jawab Leta.
Bara membalikkan badan Leta dan memakaikan kalung nya di leher Leta.
"Cantik sekali" Ucap Bara.
"Makasih" Jawab Leta dengan wajah memerah.
"Kalung nya yang cantik" Imbuh Bara.
"Bara "Teriak Leta.
Bara keluar dari kamar dengan berlari. Leta membawa bantal dan mengejar Bara.
__ADS_1
"Awas kamu Bara" Teriak Leta marah.
Bara berhenti di depan pintu utama dan Leta melempar bantal nya ke arah Bara. Namun Bara dengan cepat menunduk.
Duack.
Bantal Leta terkena seorqng pria yang tengah berdiri tepat di depan pintu.
Leta menutup mulut nya dengan tangan karena terkejut lemparan bantal nya mengenai orang lain.
Bara melihat siapa yanag datang dan tertawa lepas melihat ekspresi pria yang terkena lempara bantal dari Leta.
"Hahaha hebat kamu Leta tepat sasaran" Ucap Bara bahagia.
Pria itu mengambil bantal yang mengenai wajah nya itu dan melempar tepat di wajah Bara.
"Hahaha itu baru tepat sasaran" Ganti Leta yang kini tertawa lepas.
"Sia****. Mau apa sih kamu ke sini?" Tanya Bara marah.
"kamu gila ya Bar. Nikah enggak bilang bilang sekarang aku ke sini dan dapat sambutan bantal yang melayang ke wajah ku" Ucap pria itu marah.
"Ya maaf kan nikah nya juga dadakan. Lagian yang lempar bantal tadi juga istri ku" Jawab Bara duduk di sofa ruang tamu.
Leta berjalan mendekati Bara dan mengambil bantal nya dari Bara.
"Sini duduk dulu" Pinta Bara menarik tangan Leta.
"Leta ini sahabat ku Vero dan Vero ini istri ku Leta" Ucap Bara memperkenalkan Leta dan Vero bergantian.
"Halo kak" Ucap Leta tersenyum.
Vero hanya membalas senyuman dari Leta.
"Kalian beneran sudah menikah?" Tanya Vero.
"Sudah" Jawab Bara dan Leta bersamaan.
"Lalu kenapa kalian malah seperti anjing dan kucing yang selalu bertengkar?" Tanya Vero.
Bara melihat ke arah Leta. Leta pun sebalik melihat ke arah Bara. Mereka tertawa lepas bersama karena baru menyadari kalau apa yang di ucapkan Vero memang betul.
"Kamu kucing lecil nya" Ucap Bara mencubit hidung Leta gemas.
Leta yang merasa kesakitan memukul Bara dengan bantal yang dia bawa tadi.
"Leta Leta sudah iya aku salah maaf" Ucap Bara menutupi kepala nya dengan tangan.
"Terserah kalai lah" Ucap Vero marah karena di cuekin oleh Bara dan Leta.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1