CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
KEDATANGAN EVA 2


__ADS_3

Leta menaruh kopi Bara ke atas meja dengan keras.


"Ganti pakaian kamu jangan sampai kuman kuman itu menempel pada tubuh kamu" Ucap Leta.


Leta naik ke lantai dua untuk membersihkan diri nya. Bara melepaskan tangan Eva dapa lengan nya.


"Bara kamu mau ke mana?" Tanya Eva yang melihat Bara menaiki tangga.


"Apa kamu tidak dengar apa yang di inginkan Leta tadi. Dia memintak ku untuk berganti pakaian agar kuman kuman nya tidak menempel pada pakaian ku hingga membuatku kotor" Jawab Bara.


Bara naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar nya. Eva yang marah hanya mampu uring uringan di meja makan.


Tak lama setelah Bara berganti pakaian. Bara dan Leta turun ke bawah. Leta mengantar Bara ke kantor sampai di depan rumah.


"Aku berangkat dulu ya sayang" Pamit Bara.


"Iya nanti siang aku ke kantor deh" Jawab Leta.


"Baik lah aku menunggu mu" Ucap Bara.


Bara masuk ke dalam mobil nya. Sesa juga masuk ke dalam mobil Bara untuk berangkat ke kantor.


Ternyata sedari tadi Eva berada di belakang pintu mendengarkan semua pembicaraan Bara dan Leta.


"Oh jadi kamu mau ke kantor Bara. Ok kalau begitu aku akan mempermalukan kamu di sana" Guman Eva dalam hati.


Eva berlari kecil masuk ke dalam kamar nya karena dia tidak ingin membuat Leta mengetahui dia sedang menguping.


Leta masuk ke dalam rumah nya. Dia bersama Ria akan pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan rumah mereka.


"Suruh salah satu pelayan untuk terus mengawasi Eva. Saya tidak mau kalau dia sampai macam macam di rumah ini" Pinta Leta pada Ria.


"Baik non seperti yang anda mau" Jawab Ria.


Leta dan Ria keluar dari rumah. Eva yang tau Leta sudah keluar dari rumah mulai menghubungi mamah Bara untuk datang ke rumah Bara.


"Tante. Tolong tante datang ke rumah Bara. Pagi ini aku sudah di kata katai oleh Leta tante" Ucap Eva yang berpura pura menangis.


"Eva sayang tenang lah. Tante akan datang ke sana sekarang" Jawab mamah Bara.


Eva mematikan ponsel nya ketika mamah Bara setuju untuk datang ke rumah Bara. Dia tersenyum puas.


"Lihat pembalasan ku Leta. Hari hari mu akan seperti di neraka mulai saat ini" Ucap Eva lirih.


Pelayang yang mendengar setiap ucapan dan pembicraan Eva tadi melaporkan semua nya pada Ria.

__ADS_1


"Bagus. Kamu terus awasi saja. Jika dia macam macam kamu buat dia tenang" Ucap Ria.


"Baik" Jawab pelayan.


Leta yang sedang sibuk memilih sayuran tidak mengetahui tentang Ria yang sudah mendapatkan laporan dari pelayan di rumah.


"Ria ini sudah semua. Kita pulang sekarang" Ucap Leta.


"Baik nona" Jawab Ria.


Leta dan Ria kembali di rumah Bara. Saat sampai di rumah mereka melihat mobil yang asing bagi Leta.


"Siapa yang datang?" Guman Leta.


"Nyonya besar non" Jawab Ria.


"Mamah nya Bara?" Tanya Leta lagi.


"Iya non. Saya akan menjaga nona jangan takut" Ucap Ria.


"Kamu apaan sih Ria. Aku bisa lah menyelesaikan masalah ku sendiri" Jawab Leta.


Leta masuk ke dalam rumah. Dia melihat Eva yang menangis dalam pelukan mamah Bara.


"Dasar kamu rubah tidak tau diri. Apa yang sudah kamu lakukan pada calon menantu saya?" Tanya mamah Bara marah.


"Saya tidak melakukan apa pun. Saya juga tidak tau ada apa dengan dia" Jawab Leta.


"Halah nggak usah sok lembut kamu dasar wanita rubah. Kamu hanya membuat Bara terlihat buruk di depan orang orang karena menikahi wanita kampung seperti kamu" Ucap mamah Bara lagi.


"Terserah mamah. Yang jelas aku tidak melakukan apa pun. Jika memang dia mengadu yang aneh aneh dengan mamah. Itu hak dia. Tapi jangan sampai suami saya tau dan dia bisa saja dapat masalah dengan tingkah nya itu" Ucap Leta tegas.


Leta akan masuk ke dalam dapur bersama Ria namun dia terhenti lagi. Dia melihat ke arah mamah Bara.


"Dan satu lagi. Yang menanntu anda adalah saya bukan dia. Dia hanya orang ketiga yang tidak di harapkan" Ucap Leta.


Ria tersenyum sinis ketika ucapan Leta mampu membuat Eva sangat marah.


"Dasar jal****" Teriak Eva.


Leta yang di katai jal*** oleh Eva merasa sangat marah. Dia berbalik dan berdiri di depan Eva. Dia menatap tajam pada Eva hingga membuat Eva tidak mampu mengatai nya lagi.


Plack.


Leta menampar pipi Eva dengan keras. Mamah Bara sampai berdiri dari duduk nya karena melihat Eva di tampar oleh Leta.

__ADS_1


"Kamu yang jal**** jangan mengatai diri sendiri. Apa kamu tidak punya kaca atau perlu aku membelikan kamu kaca agar kamu bisa ngaca?" Ucap Leta tegas.


"Dasar....." Ucap mamah Bara


Mamah Bara yang marah sudah mengangkat tangan nya dan akan menampar Leta namun tangan nya di cekal oleh Ria.


"Maaf nyonya besar. Jika nona kami terluka sedikit saja. Takut nya tuan Bara tidak akan membiarkan nya begitu saja" Ucap Ria tersenyum namun membuat mamah Bara ketakutan.


"Ria lepaskan" Pinta Leta.


Ria melepaskan tangan mamah Bara dan kembali berdiri di belakang Leta.


"Saya masih menghormati anda karena anda adalah mamah dari suami saya. Tapi jika anda menyentuh saya dan membuat saya terluka saya tidak akan diam. Saya juga bisa membalas nya dengan berkali kali lipat" Ucap Leta pada mamah Bara.


"Maafkan saya. Silahkan anda istirahat" Ucap Leta tersenyum cantik seketika.


Leta berbalik dan kembali masuk ke dalam dapur untuk menata belanjaan nya.


Mamah Bara terduduk dengan menatap punggung Leta yang sudah mulai menghilang di balik tembok.


"Tante. Tante kenapa?" Tanya Eva khawatir.


"Tidak ada. Tante mau pulang dulu. Jaga diri kamu baik baik Eva. Jangan cari masalah dengan Leta. Kamu rebut saja hati Bara dengan cara yang baik" Ucap mamah Bara.


Eva sedikit menjauh dari mamah Bara karena dia merasa kecewa dengan ucapan mamah Bara barusan.


"Kenapa tante bicara seperti itu? Apa tante ingin menyerah begitu saja?" Tanya Eva.


"Bukan begitu Eva. Dia bukan gadis yang bisa kamu usik jadi jangan membuat masalah dengan dia. Tante tidak mau kamu terluka jika terus melawan nya" Jelas mamah Bara.


"Aku tidak peduli tante. Aku akan tetap merebut Bara dari wanita rubah itu" Ucap Eva marah.


"Terserah kamu Eva. Tante hanya tidak ingin kamu terluka saja. Tante pulang dulu" Pamit mamah Bara.


Mamah Bara keluar dari rumah Bara. Eva sangat marah hingga dia berteriak teriak di ruang tamu.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2