
Leta kembali masuk ke ruang ganti. Dia berganti pakaian yang dia pakai tadi lalu keluar dari ruang ganti bersamaan dengan Bara yang juga telah selesai berganti pakaian juga.
Ke esokan hari nya.
Keluarga Bara telah siap akan berangkat ke tempat tujuan. Mika terus menggandeng Leta dengan erat.
"Mika lepaskan. Dia istri ku" Ucap Bara menarik tangan Mika dari Leta.
"Ih kak Bara gantian dong. Leta juga kakak ipar ku jadi aku berhak memiliki nya juga" Ucap Mika tak mau kalah.
"Cukup. Kita mau berangkat sekarang. Apa kalian akan bertengkar terus hanya karena hal sepele seperti ini" Ucap Leta yang sudah jenuh dengan pertengkaran Mika dan Bara yang selalu memperebutkan diri nya.
"Bara sini" Pinta Leta.
Bara berdiri di bagian kanan Leta sedangkan Mika berada di sebelah kiri Leta.
"Sudah kan kalian sudah mendapatkan masing masing. Sekarang diam dan kita berangkat" Ucap Leta.
Mika dan Bara seketika melepaskan tangan mereka dari Leta bersamaan. Leta yang heran dengan tingkah mereka berdua lun tidak ingin ambil pusing.
Dia berjalan ke arah mamah mertua nya dan merangkul lengan mamah mertua nya itu.
"Ada apa?" Tanya mamah pada Leta.
"Mereka pada berantem terus" Bisik Leta pada mamah nya.
"Biarkan mereka dari kecil memang seperti itu. Yang Bara cuek dengan adik nya dan adik nya jail ingin di perhatikan kakak nya." Jelas mamah Bara.
"Mah. Makasih ya mah sudah melahirkan putra yang begitu baik dengan Leta. Maksih karena mamah sudah mendidik nya dan merawat nya dengan baik pula" Ucap Leta tulus.
Mamah Bara tersentuh dengan ketulusan Leta. Dia mengusap kepala Leta lembut dan tersenyum.
"Mamah sekarang sudah tidak bisa menjaga nya 100% sekarang dia tanggung jawab kamu. Mamah harap kalian selalu saling menjaga dan saling mendukung satu sama lain" Ucap mamah Bara.
"Uh mamah" Ucap Leta manja dan memeluk mamah mertua nya.
Setelah barang barang mereka masuk ke dalam bagasi mobil. Mereka semua masuk ke dalam mobil dan mulai melakukan perjalanan mereka ke bandara.
Pulau priabadi keluarga Bara.
Hampir 8 jam mereka berada di pesawat. Badan terasa lelah karena selama 8 jam hanya bisa duduk saja.
"Akhir nya kita mendarat juga" Ucap Mika merentangkan tangan nya ke udara.
Bara terus memeluk pinggang Leta sengan mesra. Ria menyambut kedatangan keluarga bos nya itu dengan senyuman ramah.
"Selamat datang" Ucap Ria sopan.
"Kamu sudah siap kan semua nya?" Tanya Bara.
"Sudah tuan" Jawab Ria.
"Ya sudah. Kita ke vila sekarang" Pinta Bara.
"Baik tuan. Mobil sudah di siap kan" Jawab Ria dan di angguki oleh Bara.
Vila pribadi.
__ADS_1
Kini mereka telah sampai di vila. Leta kagum akan keindahan yang di suguhkan vila tersebut langsung menghadap laut.
"Kamu bahagia?" Tanya Bara memeluk pinggul Leta.
"Aku sangat bahagia Bara. Terima kasih" Ucap Leta tersenyum bahagia.
Bara mengusap kepala Leta dan mencium kening Leta. Setelah mencium kening Leta Bara kembali memandang hamparan luas tanpa batas lautan di depan nya.
Leta berjinjit menarik tengkuk Bara dan mencium bibir Bara sekilas.
"I LOVE YOU MY HUSBAND" Ucap Leta tersenyum.
Bara sangat bahagia mendengar ucapan Leta. Dia menggendong Leta lalu membawa nya masuk ke dalam vila.
"Lho kak mau ke mana?" Tanya Mika yang sedang berjalan ke arah ruang tamu setelah membuat minuman.
"Mau bikin ponakan untuk kamu" Jawab Bara.
"Kak Baraaaaaa" Teriak Mika malu sendiri dengan jawaban Bara.
"Bara kamu gila ya bilang begitu sama Mika?" Tanya Leta marah.
Bara membuka kamar nya dan menidurkan Leta ke atas kasur. Dia tidak lupa untuk mengunci pintu kamar nya juga.
"Sudah lah dia juga sudah dewasa juga" Jawab Bara.
"Iya tapi kan....ummmm" Ucapan Leta di hentikan Bara dengan ciuman nya.
"Sudah cukup. Ini liburan kita dan aku tidak ingin kamu ceramah tentang ucapan aku." Ucap Bara.
Bara membuka baju dan celana nya. Dia naik ke atas ranjang dan berada di atas tubuh Leta.
"Tidak akan Leta" Ucap Bara.
Bara menciumi tengkuk Leta dan membuat sentuhan sentuhan yang membuat Leta semakin terangsang.
Mereka melakukan percintaan yang membahagiakan kali ini karena Leta telah mengakui perasaan nya pada Bara.
Sore hari nya.
Bara dan Leta baru bangun dari tidur nya. Leta berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Bara yang teesenyum licik tanpa do ketahui Leta akan membuat Leta kelelahan lagi di kamar mandi.
Dia menerobos masuk ke dalam kamar mandi ketika dia sudah mendengar gemericik air yang di hidupkan Leta.
"Bara kamu ngapain. Sana keluar dulu aku mau mandi" Pinta Leta.
Lagi lagi Bara menyerang Leta tanpa peduli dengan amarah Leta nanti nya.
Setelah hampir 1 jam mereka berada di dalam kamar mandi. Leta keluar dari kamar mandi dengan di gendong oleh Bara. Karena Leta yang kelelahan akan Bara yang selalu menyerang nya.
"Kamu mau makan?" Tanya Bara ketika dia sudah berganti pakaian.
"Iya aku lapar" Jawab Leta.
"Ya sudah kamu istirahat saja di kamar. Aku akan ambilkan makanan untuk kamu ke kamar" Ucap Bara dan di angguki oleh Leta.
__ADS_1
Sebelum keluar Bara mencium kening Leta lembut.
"Terima kasih sayang. Aku sangat bahagia" Ucap Bara
"Itu semua sudah kewajiban aku Bara. Aku bahagia jika kamu puas dengan ku" Jawab Leta tersenyum.
"Sangat sayang" Jawab Bara lagi.
Bara mengusap pipi Leta lembut. Lalu dia keluar dari kamar. Saat berada di luar kamar dia melihat Ria yang sedang berjalan turun ke lantai 1.
"Ria" Panggil Bara.
Ria berbalik lalu berjalan cepat kenarah Bara.
"Ita tuan" Jawab Ria.
"Bawakan makanan untuk saya dan Leta ke kamar" Pinta Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Bara kembali masuk ke dalam kamar nya. Sedangkan Ria turun ke lantai 1 untuk mengambil makanan seperti apa yang di minta Bara.
Bara mengambil leptop nya dan membawa nya duduk ke sofa.
"Sayang makanan nya nanti di bawakan Ria kemari." Ucap Bara mulai membuka leptop nya.
"Ada kerjaan ya?" Tanya Leta.
"Iya sedikit kok. Kan ada Sesa yang urus semua nya" Jawab Bara.
"Jadi kak Sesa nggak datang ke acara pernikahan kita dong?" Tanya Leta lagi.
"Dia akan datang dengam Vero. Nanti malam mereka akan berangkat" Jawab Bara.
"Bagus deh kalau gitu" Ucap Leta lega.
Tok tok tok
Ria mengetuk pintu kamar Bara. Bara berjalan ke arah pintu dan membuka pintu nya.
Ria mendorong dorongan makanan nya masuk ke dalam kamar.
"Silahkan non tuan" Ucap Ria.
"Makasih ya Ria" Ucap Leta.
Ria tersenyum dengan menganggukkan kepala nya.
"Permisi nona tuan" Pamit Ria.
Ria keluar dari kamar Bara dan tidak lupa menutup kembali pintu kamar Bara
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš