
"Kamu menginginkan Leta dan aku menginginkan Bara. Bagai mana kalau kita bekerja sama?" Tanya Eva yang memberi tawaran pada Dafi.
Dafi sempat terdiam karena dia merasa ragu dengan ajakan Eva.
"Apa aku harus melakukan ini?" Guamn Dafi dalam hati.
"Aku akan pikirkan nanti" Jawab Dafi yang berdiri dari duduk nya lalu masuk ke dalam kamar nya.
Hari berikut nya
Dafi kini sedang berada di pusat perbelanjaan. Dia memang sengaja ke sana karena sekertaris nya bilang kalau Leta sedang berada di pusat perbelanjaan.
"Apa kamu yakin dia di sini?" Tanya Dafi.
"Iya pak. Saya sangat yakin" Jawab sekertaris Dafi
Dafi dan sekertaris nya masih menyusuri pusat perbelanjaan tersebut. Saat mereka sampai di sebuah kafe. Dafi melihat Leta yang sedang bercanda dengan Bara.
"Maaf pak saya tidak tau kalau pak Bara ada di sana juga" Ucap Sekertaris Dafi.
"Iya. Kita pupang saja" Jawab Dafi.
Dafi memandang Leta sekilas. Hati nya merasa tentram melihat Leta tertawa lepas seperti itu. Namun dia juga merasa marah karena Leta bahagia dengan orang lain selain diri nya.
"Karena aku menginginkan mu. Aku tidak akan melepas kan mu Leta" Guman Dafi dalam hati.
Dafi berbalik lalu keluar dari pusat perbelanjaan tersebut untuk kembali ke kantor nya.
Di kantor Dafi.
Dafi yang sudah sampai di kantor masih saja memikirkan Leta. Dia ingin sekali lebih dekat dengan Leta atau malah memiliki Lera seutuh nya.
"Aku pasti bisa mendapat kan kamu Leta" Guman Dafi.
Di saat bersamaan Eva datang ke kantor Dafi menggunakan gaun sexy nya.
Tok tok tok.
"Hai Dafi. Apa kamu merindukan ku?" Tanya Eva berjalan ke arah Dafi.
"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Dafi.
Eva memutar kursi kebesaran Dafi dan duduk dalam pangkuan Dafi.
"Kenapa aku tidak boleh mendatangi mu. Bukan kah kita partner?" Tanya Eva balik.
Eva melonggarkan dasi Dafi dan membuka kancing baju Dafi.
"Bagaimana dengan tawaran ku kemarin?" Tanya Eva dengan menggoda Dafi.
"Aku masih memikirkan nya" Jawab Dafi singkat.
"Oh ya bukan kah sudah jelas kamu marah dengan diri kamu sendiri karena masih belum mampu mendekati dia?" Tanya Rva lagi.
"Cukup Eva. Jaga sikap kamu" Ucap Dafi.
"Kita sama sama membutuhkan Dafi. Kamu seharus nya lebih lembut pada ku" Ucap Eva menggoda.
Dafi sedikit mendorong Eva. Lalu dia berdiri dan menarik Eva ke dalam ruang istirahat nya.
Eva merasa bahagia karena Dafi merespon apa yang dia lakukan.
__ADS_1
Dafi mendorong Eva ke atas tempat tidur dan Dafi kini berada di atas nya.
Saat Dafi berciuman dengan Eva yang terlintas di kepala nya adalah wajah Leta dan membuat nya tersadar akan apa yang dia lakukan.
"Argh" Teriak Dafi.
Dafi berdiri dari atas tubuh Eva dan mengusap kepala nya dengan kasar.
"Dafi kamu kenapa?" Tanya Eva.
"Keluar kamu" Ucap Dafi.
"Tapi......" Ucapan Eva terhenti karena teriakan Dafi.
"Keluar" Teriak Dafi
Eva dengan jengkel keluar dari ruangan Bara. Dia sangat marah karena dia sebentar lagi akan mendapat kan Dafi tapi ternyata semua rencana nya gagal.
"Aku tidak mendapatkan kamu sekarang. Tapi aku pasti akan mendapat kan kamu Dafi. Dan juga semua harta kamu tentu nya" Guman Eva dalam hati.
Eva tersenyum licik karena dia mulai mendapatkan rencana licik nya lagi.
"Aku akan menunggu mu di rumah Dafi" Ucap Eva
Eva memasuki lift untuk keluar dari kantor Dafi. Sekertaris Dafi yang curiga dengan Eva mulai menyelidiki Eva.
"Saya tidak akan membiarkan kamu menghancutkan tuan Dafi" Ucap sekertaris Dafi
Di pusat perbelanjaan.
Leta dan Bara masih asik makan di kafe sambil menunggu mamah Bara yang sedang ke salon.
"Kamu mau makan lagi nggak?" Tanya Bara.
"Kenapa kamu nggak ikut mamah sekalian ke salon sih?" Tanya Bara lagi.
"Yah kamu tau sendiri aku nggak pernah ke salon. Aku takut kalau nanti mempermalukan mamah" Jawab Leta.
"Iya aku lupa. Kamu kan mandi nya di suangai makan nya nggak kenal salon. Hahahaha" Goda Bara
"Ih Bara. Kok malahgodain aku sih" Ucap Leta memukul lengan kekar Bara
"Malu tuh makan nya marah marah" Goda Bara lagi.
"Sudah ah. Aku mau pergi saja" Ucap Leta yang sudah berdiri dari duduk nya.
"Jangan gitu dong sayang. Aku kan bercanda" Ucap Bara lirih.
Leta tetap diam namun saat dia melihat badut. Dia ingin mengajak Bara untuk berfoto pada badut tersebut.
"Ikut aku yuk" Ajak Leta.
"Ke mana?" Tanya Bara.
"Ke sana" Tunjuk Leta ke arah badut.
Bara yang melihat arah Leta menunjuk mulai berkeringat dingin. Wajah nya juga terlihat pucat.
"Kamu kenapa?" Tanya Leta yang melihat Bara tegang
"Eng.... enggak ada apa apa" Jawab Bara mengalihkan pandangan nya dari badut tersebut.
__ADS_1
Leta tersenyum licik karena dia seperti nya tau akan kelemahan Bara.
"Ayo dong Bara. Masak kamu tega membiarkan aku sendiri ke sana" Ucap Leta lirih
"Em gimana kalau ke tempat bermain saja?" Tanya Bara.
"Enggak mau" Jawab Leta menggeleng.
"Ayooooook" Ucap Leta dengan menarik tangan Bara.
Dengan langkah berat nya. Bara mengikuti Leta. Awal nya Leta lebih dulu yang berfoto dengan badut tersebut.
"Kamu fotoin aku ya" Pinta Leta.
"Iya" Jawab Bara.
Leta berfoto dengan badut tersebut. Awal nya Leta hanya berdiri namun pose yang ke 2 Leta memeluk badut tersebut dan membuat Bara cemburu.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Bara menarik Leta menjauh.
"Kamu kenapa sih? Aku kan hanya mau foto" Ucap Leta.
"Iya tapi kan bisa nggak peluk peluk juga" Ucap Bara marah.
Karena merasa bersalah badut tersebut membuka kepala kostum nya. Terlihat seorang gadis yang berada di balik kostum.
"Maaf kakak kakak. Tapi saya wanita jadi tidak apa apa jika kakak ini memeluk saya" Ucap badur tersebut.
"Tuh kan badut nya cantik" Ucap Leta.
"Walaupun wanita tetap saja kamu nggak boleh peluk peluk" Ucap Bara tegas.
Akhir nya Leta mengalah karena dia tidak ingin berdebat dengan Bara
"Ya sudah sana gantian kamu yang foto sana badut nya" Pinta Leta.
"Nggak usah." Jawab Bara.
"Sudah sana cepat" Ucap Leta mendorong tubuh Bara untuk befoto dengan badut.
Bara sedikit jauh dari badut tersebut. Dia sangat pucat saat ini karena takut.
"Lebih dekat dengan badut dong Bara " Ucap Leta.
Bara selangkah lebih dekat dengan badut itu.
"Lagi dong Bara" Ucap Leta lelah membujuk Bara.
Lagi lagi Bara hanya selangkah lebih dekat dengan badut.
Karena sudah tidak tahan dengan tingkah pasangan tersebut. Badut itu pun merangkul Bara dan seketika wajah Bara ketakutan dengan ekspresi yang lucu buat Leta.
Leta memfoto banyak sekali ekspresi wajah Bara. Dia tertawa melihat tingkah Bara itu.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš