CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
VERO DAN SESA


__ADS_3

Bara sedikit jauh dari badut tersebut. Dia sangat pucat saat ini karena takut.


"Lebih dekat dengan badut dong Bara " Ucap Leta.


Bara selangkah lebih dekat dengan badut itu.


"Lagi dong Bara" Ucap Leta lelah membujuk Bara.


Lagi lagi Bara hanya selangkah lebih dekat dengan badut.


Karena sudah tidak tahan dengan tingkah pasangan tersebut. Badut itu pun merangkul Bara dan seketika wajah Bara ketakutan dengan ekspresi yang lucu buat Leta.


Leta memfoto banyak sekali ekspresi wajah Bara. Dia tertawa melihat tingkah Bara itu.


"Sudah puas kamu mentertawakan aku?" Tanya Bara yang masih gemetar.


"Hahaha maaf Bara kamu sangat lucu. Lihat lah wajah kamu ini" Ucap Leta memperlihatkan.


"Kamu kok bahagia sekali ada apa?" Tanya mamag Bara yang baru saja menghampiri Leta dan Bara.


"Mamah sudah selesai?" Tanya Leta.


"Iya sudah. Ada apa sih?" Tanya mamah lagi.


Leta memperlihatkan hasil jepretan nya saat Bara berfoto dengan badut


"Hahaha Bara. Kamu masih saja takut dengan badut" Ucap mamah Vita.


"Sudah dong mah. Jangan menggoda ku" Ucap Bara.


Bara Leta dan mamah Vita berjalan ke arah parkiran mobil dengan bercerita.


Dalam perjalanan pulang.


"Leta kamu tau tidak Bara sejak kecil dia sabgat takut dengan badut gara gara cerita papah nya " Ucap mamahVita.


"Cerita apa mah?" Tanya Leta penasaran.


"Papah Cakra dulu cerita kalau badut itu suka makan anak anak kecil yang nakal dan susah di atur. Sejak saat itu Bara menjadi anak yang patuh dan penurut" Jawab mamah Vita.


"Mamah kira dia sudah tidak takut dengan badut karena mamah mengira dia akan tau kebenaran nya. Tapi ternyata dia masih saja takut hahaha" Ucap mamah Vita tertawa.


Leta ikut tertawa dengan memukul mukul lengan Bara. Bara hanya diam saja karena dia sedang fokus menyetir.


"Kamu akan mendapat balasan nya nanti saat di rumah" Bisik Bara pada Leta dan mengedipkan sebelah mata nya.


Seketika itu juga Leta berhenti tertawa karena dia tau akan apa yang di lakukan Bara pada diri nya.


"Kenapa kok pucat?" Goda Bara.


"Enggak kok" Jawab Leta singkat memalingkan pandangan nya ke luar kaca mobil.


Bara tersenyum karena dia mampu mengendalikan Leta dengan ancaman nya.


"Oh iya Leta mamah tadi membelikan kamu ini" Ucap mamah memberikan kotam hitam pada Leta.


"Apa ini mah?" Tanya Leta.


"Buka saja. Semoga kamu suka ya?" Ucap Mamah Bara.

__ADS_1


"Makasih ya mah" Ucap Leta.


Leta membuka kotak tersebut dan terlihat kalung yang indah menurut nya.


"Mah ini indah sekali pasti ini mahal" Ucap Leta.


"Tidak mahal kok. Ini semua memang hak kamu sebagai menantu kami" Ucap mamah Vita lagi.


"Makasih ya mah" Ucap Leta.


"Iya nak" Jawab mamah Vita.


Bara kini mengantarkan mamah Vita lebih dulu ke rumah. Setelah mengantar mamah Vita. Mereka melanjutkan perjalanan untuk ke rumah Bara sendiri.


Di rumah Bara.


Bara dan Leta sudah sampai di rumah. Saat masuk ke dalam pekarangan rumah. Mereka melihat mobil asing yang terparkir di garasi rumah nya.


"Mobil siapa ini?" Tanya Leta.


"Nggak tau" Jawab Bara.


Akhir nya mereka berdua masuk ke dalam rumah. Mereka tersenyum ketika melihat Vero dan Sesa yang duduk di sofa ruang tamu.


"Kak Sesa" Panggil Leta dan berlari akan memeluk Sesa yang juga sudah berdiri untuk menyambut Leta.


Namun Bara menghalangi Leta dan memeluk Leta agar tidak berpelukan dengan Sesa.


"Ih kamu nggak asik banget sih Bar" Ucap Sesa memukul punggung Bara dengan bantal sofa.


"Biarin. Leta itu milik ku nggak ada yang boleh menyentuh nya kecuali aku" Jawab Bara.


"Hahahaha rasain tuh" Ucap Sesa puas.


Leta yang sudah mulai susah bernafas menginjak kaki Bara menggunakan hkls yang dia pakai.


"Ahhhh Leta sakit" Ucap Bara yang kesakitan hingga terduduk di lantai dan memegangi kepala nya.


"Habis nya kamu sih peluk ssmpai seerat gitu kan susah nafas nya" Ucap Leta marah.


"Uh adik cantik ku kasihan "Ucap Sesa yang berjalan ke arah Keta dan memeluknya.


Bara yang masih kesakitan tidak bisa berbuat apa apa. Sedangkan Sesa mengejek Bara denga menjulurkan lidah nya dan masih memeluk Leta.


"Sesa lepaskan istri ku" Teriak Bara.


Sesa yang merasa puas hanya tertawa lepas dan terus mengejek Bara.


Vero yang melihat tingkah 2 sahabat nya itu hanya tersenyum dan terus memandangi Sesa.


"Aku harap kamu selalu tersenyum seperti itu Sesa" Guman Vero dalam hati.


Karena sudah lelah menggoda Bara. Mereka akhir nya memilih kembali duduk ke sofa.


Bara membuka sepatu nya karena bekas injakan Leta masih terasa sakit.


"Kenapa?" Tanya Leta.


"Sakit lah nih lihat lebam kan jadi nya" Ucap Bara manja.

__ADS_1


Leta berdiri lalu ke arah dapur untuk mengambil air dingin dan handuk juga kotak obat.


"Sini biar aku kompres kan" Ucap Leta.


Kaki Bara di naikkan ke atas paha Leta. Leta dengan telaten mengompres luka Bara.


"Mobil kamu baru lagi?" Tanya Bara pada Vero.


"Iya. Biar nggak di kejar kejar mantan mantan nya" Ucap Sesa


"Memang kak Vero banyak ya pacar nya?" Tanya Leta polos.


"Bukan hanya banyak sayang. Tali buanyak banget" Jawab Bara.


"Ih kak Vero kok gitu sih. Awas lho nanti kakak bakal bucin sama satu cewek dan dia lah yang akan membuat kakak terluka" Ucap Leta.


"Gila kamu Leta nyumpahin aku kayak gitu" Sajut Vero.


Sesa dan Bara tertawa dengan perkataan Leta. Bara sedikit memandang Sesa karena dia yakin kalau Sesa lah yang mampu membuat Vero sadar.


"Habis nya kakak selalu mempermain kan perasaan wanita" Ucap Leta.


"Yah itu kan hanya main main tapi kalau sama Sesa sih serius. Ya nggak Sa?" Tanya Vero.


"Bodo amat" Jawab Sesa singkat.


Sesa sudah bertekad tidak ingin mengejar sesuatu yang belum pasti. Jadi secara garis besar dia sudah menyerah dengan Vero walaupun dia masih mencintai Vero.


"Kasihan deh kak Vero di cuekin sama kak Sesa" Goda Leta.


Bara hanya tersenyum sinis karena dia tau akan perasaan kedua sahabat nya itu.


"Aduh duh sayang pelan pelan dong" Ucap Bara kesakitan karena kompresan Leta yang terlalu kuat


"Eh iya maaf. Aku lupa kalau ngobati kamu" Ucap Leta cengengesan.


Sesa lebih memilih asik dengan ponsel nya. Vero melihat ke arah dalam rumah Bara.


"Kok sepi? Kata nya nenek sihir ada di sini?" Tanya Vero.


"Di usir sama mamah gara gara dia melukai Leta kemarin" Jawab Bara.


"Luka apa?" Tanya Vero lagi.


"Kepala belakang Leta terluka karena di lempar gelas kaca sama si nenek sihir" Sahut Sesa.


"Terus sekarang gimana? Sudah baikan?" Tanya Vero.


"Sudah kok kak. Tingga nunggu beberapa hari lagi mau di cek ke rumah sakit" Jawab Leta


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2