
"Kamu tetap lah di sini. Aku mau menyelesaikan pekrjaan ku dulu. Setelah itu kita ke tempat mobil kamu tadi" Ucap Vero.
"Iya. Aku akan tetap di sini" Jawab Sesa tersenyum.
"Tunggu sebentar ya" Pinta Vero mengusap kepala Sesa dan mencium nya sekilas.
Malam hari nya.
Sesa yang kelelahan menunggu pekerjaan Vero selesai akhir nya tertidur di ruang istirahat.
Vero masuk ke dalam ruang istirahat dan melihat Sesa yang tertidur nyenyak di kursi kayu yang keras.
"Maaf Sesa. Kamu pasti sangat lelah menunggu ku" Ucap Vero mengusap kepala Sesa lembut.
"Mas. Aku pulang dulu ya. Sudah di tunggu ibu" Pamit Eko.
"Eh iya Ko. Nanti aku yang akan bawa kunci nya" Jawab Vero.
"Ok mas" Sahut Eko.
Serelah Eko pulang. Vero mulai membangunkan Sesa peelahan.
"Sa. Sesa" Panggil Vero lembut.
Sesa mulai mengerjabkan mata nya. Dia bangun dan duduk dengan badan yang terasa sakit semua.
"Sakit ya badan nya?" Tanya Vero khawatir.
"Enggak papa kok. Sudah selesai pekerjaan kamu?" Tanya Sesa.
"Sudah. Mobil kamu juga sudah di ambil anak buah Bara" Jawab Vero.
"Oh ya sudah. Aku pulang naik taxi saja kalau gitu" Ucap Sesa.
"Sudah malam. Bermalam saja di kos ku" Pinta Vero.
"Nggak usah. Aku pulang saja" Tolak Sesa.
"Sa. Aku nggak akan menyentuh kamu sebelum kita menikah. Kamu tenang saja" Ucap Vero yang tau akan ketakutan Sesa.
"Aku janji Sa" Imbuh Vero meyakinkan Sesa.
Sesa pun mengangguk. Vero tersenyum lalu menatakan sandal Sesa agar Sesa mudah memakai nya.
"Makasih" Ucap Sesa tersenyum cantik.
"Sama sama sayang" Jawab Vero.
Sesa dan Vero keluar dari bengkel. Vero menutup bengkel dan Sesa setia menunggui Vero sampai selesai.
__ADS_1
"Sudah yuk" Ajak Vero dan di angguki Sesa.
Vero dan Sesa berjalan kaki untuk menuju ke kos Vero. Sesa yang kaki nya masih terasa sakit sedikit kesusahan untuk berjalan.
"Apa masih sakit?" Tanya Vero.
"Enggak kok. Nggak papa" Jawab Sesa berbohong.
Vero tersenyum karena dia tau kalau Sesa sedang berbogong pada diri nya. Vero berlutut di depan Sesa.
"Vero apa yang kamu lakukan?" Tanya Sesa heran.
"Naik lah ke punggung ku. Kaki kamumasih sakit sekarang" Pinta Vero
Ses tersenyum dengan Vero yang bersikap manis pada diri nya. Dia naik ke punggung Vero dan Vero berdiri mulai berjalan kembali menuju ke kos nya.
"Vero" Panggil Sesa.
"Hem" Jawab Vero.
"Kenapa kamu tidak minta bantuan Bara kalau kamu di usir dari rumah. Kenapa kmu harus bekerja kasar seperti tadi padahal kamu bisa minta tolong pada Bara" Tanya Sesa.
"Aku tidak ingin hanya menjadi parasit dalam seseorang Sa. Aku sadar dengan kemampuan ku. Aku tidak ingin lagi bergantu pada orang lain" Jawab Vero.
"Kenapa kamu melakukan ini? Apa yang ingin kamu buktikan?" Tanya Sesa lagi.
Vero menurun kan Sesa di kursi taman yang tepat berada di depan kos nya. Dia berlutut di depan Sesa.
"Aku tidak butuh uang kamu Vero. Aku hanya mau kamu berada di sisi ku itu saja" Ucap Sesa yang mulai menitihkan air mata nya.
"Kita akan selalu bersama Sesa. Aku janji" Ucap Vero serius.
Vero memeluk Sesa dengan erat. Sesekali dia mencium kening Sesa dengan lembut.
"Sudah malam. Kita masuk dulu ya" Pinta Vero dan di angguki oleh Sesa.
Vero menggendong Sesa kembali untuk menuju ke kamar kos nya. Saat masuk ke dalam kamar kos Vero. Sesa melihat beberapa foto diri nya terpajang rapi di meja dekat kasur.
"Maaf. Aku memotret kamu diam diam. Aku hanya ingin selalu melihat kamu walau hanya dalam sebuah foto saja" Ucap Vero.
"Mulai sekrang kamu tidak perlu melihat ku lewat." Ucap Sesa.
"Iya sayang. Sekarang aku bebas melihat kamu sesuka hati ku" Sahut Vero.
"Ini. Kamu mandi dulu gih. Pakai saja baju ku ini" Pinta Vero memberikan celana pendek dan kaos oblong nya.
Sesa mengambil baju dari Vero lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dia tersenyum bahagia dengan perlakuan Vero yang lembut pada nya.
Tak lama setelah Sesa selesai mandi. Vero juga sudah mandi bergantian dengan Sesa. Mereka memutuskan untuk tidur.
__ADS_1
"Kamu tidur di kasur saja. Aku akan tidur di lantai " Ucap Vero.
"Tidak. Jangan tidur di lantai. Tidur saja di kasur." Ucap Sesa malu.
"Tapi jangan macam macam" Imbuh Sesa yang mengancam.
"Baik lah" Jawab Vero tersenyum.
Sesa tidurdi dekat tembok. Dia memberikan guling di tengah agar Vero tidak macam macam pada nya.
Namun Vero yang ingin sekali memeluk Sesa mengambil guling nya lalu membuang guling tersebut ke lantai.
"Vero apa yang kamu lakukan? Ambil guling nya" Pinta Sesa.
"Aku tidak akan macam macam Sesa. Aku hanya ingin memeluk mu saja" Ucap Vero.
"Tidak. Nanti kamu pasti akan berbuat yang aneh aneh" Ucap Sesa.
"Suuuth sudah diam tidur. Besuk aku harus kerja pagi" Ucap Vero.
Akhir nya Sesa membiarkan Vero melingkarkan tangan nya yang kekar di perut rata nya.
Jantung Sesa seakan ingin loncat sari tempatnya karena pelukan dari Vero yang membuat mata ny tidak bisa tidur.
"Sesa kamu sudah tidur?" Bisik Vero.
"Belum" Jawab Sesa.
"Berbalik lah pada ku" Pinta Vero.
Sesa berlbalik menghadap Vero. Dia menelusupkan wajah nya pada dada bidang Vero.
"Sesa menikah lah dengan ku" Pinta Vero.
Sesa terkejut dengan ucapan Vero. Dia tidak menyangka kalau Vero akan melamar nya.
"Maaf Sa. Aku tidak memberikan kamu kejutan yang berarti untuk melamar kamu. Aku hanya ingin kamu melihat ketulusan ku Sa. Aku ingin kamu menerima ku untuk menjadi pendamping hidup mu" Ucap Vero.
Sesa mengangguk dan tersenyum untuk menjawab Vero. Vero tersenyum lebar ketika Sesa menerima nya. Dia memeluk tubuh Sesa semakin erat.
"Aku sangat mencintai kamu Sesa. Sangat sangat mencintai kamu" Ucap Vero bahagia.
"Aku juga sangat mencintai kamu Vero " Jawab Sesa
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš