CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PENYELAMATAN LETA 2


__ADS_3

Saat sampai di lantai yang di tuju ada 3 orang pria yang berjaga di luar kamar dengan badan kekar nya.


"Bereskan. Mereka Ria" Perintah Bara


"Baik tuan" Jawab Ria.


Ria menembakkan timah panas pada kaki kaki pria tersebut. Bara berjalan ke arah kamar hotel tersebut.


"Semoga kamu baik baik saja sayang" Ucap Bara.


Bara membuka pintu kamar tersebut namun terkunci dari dalam. Ria berjalan ke arah Bara ketika telah selesai dengan urusan nya.


"Biar saya yang buka tuan" Ucap Ria.


Bara mundur untuk memberikan ruabg pada Ria. Ria menedang pintu tersebut dan terbuka lah pintu kamar tersebut.


Ria langsung menembak kaki pria yang hampir meniduri Leta.


"Aaaaaah. Siapa kamu?" Tanya Dafi kesakitan karena kaki nya terkena timah panas dari Ria.


Bara berjalan masuk ke dalam kamar. Dia melihat Leta yang telanjang di atas kasur dan hanya tertutupi selimut.


Dia menatap tajam ke arah Dafi yang masih kesakitan dengan hadiah yang di berikan Ria pada kaki nya.


Bara berjalan ke arah Leta. Dia memandangi tubuh Leta yang terdapat beberapa luka lebam.


Bara memasukkan jari nya ke arah kewanitaan Leta dan ternyata masih terasa kering.


Dia menghela nafas lega karena ternyata Dafi belum menyentuh Leta. Dia berdiri lalu menghampiri Dafi.


"Kamu sudah melakukan hal yang fatal Dafi. Aku sudah sering memafkan kamu tapi kamu lagi lagi menyentuh sesuatu yang seharus nya kamu tidak sentuh" Ucap Bara.


"Untuk kali ini aku tidak akan melepaskan kamu Dafi. Aku akan menghancurkan kamu" Ucap Bara tegas.


"Ria selesaikan dengan bersih" Ucap Bara yang berdiri dan kembali menghampiri Leta.


"Baik tuan" Jawab Ria.


Bara menutupi tubuh Leta yang polos dengan selimut hotel tersebut. Dia menggendong Leta keluar dari kamar hotel tersebut.


"Kita pulang ya sayang" Ucap Bara.


Bara menggendong Leta keluar dari hotel dengan air mata nya yang tak bisa terbendung lagi.


Dia sangat merasa bersalah dengan Leta. Dia merasa tidak bisa menjaga Leta dengan baik dan hampir saja Leta akan di lecehkan oleh Dafi.


"Maafkan aku sayang. Maaf karena aku tidam menjaga kamu dengan baik" Ucap Bara sedih.


Bara masuk ke dalam mobil. Anak buah Ria yang di tunjuk Bara lah yang akan menyetir mobil nya untuk kembali ke rumah utama.


Di rumah utama.

__ADS_1


Mamah dan papah Bara yang mendengar Leta di culik telah kembali di rumah utama. Mereka terus menunggu kabar dari Bara yang sedang mencari Leta.


"Bagaimana ini pah. Apa Leta akan baik baik saja?" Tanya mamah Bara khawatir.


"Mah tenang saja. Bara pasti akan menyelamatkan menantu kita" Jawab papah Bara.


Tak lama Bara telah sampai di rumah utama. Papah dan mamah Bara kekuar untuk melihat keadaan Leta.


"Ya Tuhan Leta. Apa yang terjadi dengan Leta ku" Ucap mamah Bara menangis melihat keadaan Leta.


"Mah Leta hampir saja di lecehkan. Aku akan membawa dia ke kamar dulu" Ucap Bara lirih.


"Iya nak. Mamah akan membantu kamu menggantikan baju untuk Leta" Ucap mamah Bara.


"Iya mah" Jawab Bara.


Bara dan mamah Bara naik ke lantai 2 menuju ke kamar Bara. Bara menidurkan Leta di kasur dengan lembut.


Mamah Bara mengambil baju di ruang ganti untuk Leta.


Saat mamah Bara membuka selimut Leta dia terkejut dengan badan Leta yang banyak luka lebam.


"Ya Tuhan Leta malang sekali nasib mu nak. Kejam sekali dia yang sudab melukai kamu nak" Ucap mamah Bara menangis.


"Mah. Pakaiakan baju nya dulu setelah itu Bara akan memanggil dokter untuk memeriksa Leta" Ucap Bara


"Iya nak" Jawab mamah Bara.


Kerena tidak tega akhir nya mamah Bara menyerah dan keluar begitu saja dari kanar Bara. Bara meneruskan mengganti baju Leta dengan lembut.


Mamah Bara berlari turun ke lantai 1 untuk menemui papah Bara.


"Mamah. Mamah kenapa nangis?" Tanya papah Bara.


"Pah. Sungguh kejam orang yang telah menculik Leta. Badan Leta penuh dengam luka lebam pah. Mamah tidak tega melihat nya" Jawab mamah Bara.


"Tenang lah mah. Bara tidak akan membiarkan orang yang menyakiti Leta akan hidup dengan tenang. Mamah tenang saja" Ucap papah Bara menenangkan istri nya.


Tak berselang lama Bara telah selesai mengganti pakaian Leta. Saat dia berbalik dia melihat Mika yang menangis di depan pintu kamar nya.


"Masuk lah. Leta masih belum sadar" Ucap Bara lembut.


Mika menangis dan menghamburkan diri nya pada Bara. Bara memeluk Mika dengan lembut.


"Maafkan aku kak. Maaf karena aku tidak bisa menjaga Leta. Maafkan aku kak" Ucap Mika menangis.


"Mika ini semua bukan salah kamu. Janga menyalahkan diri mu terus menerus. Lagian Leta juga susah ketemu. Kamu yang tenang ya" Jawab Bara lembut.


"Maafkan aku kak" Ucap Mika lirih.


"Iya kakak akan memaafkan kamu. Duduk lah. Tolong tunggui Leta sebentar. Kakak mau menghubungi dokter dulu" Ucap Bara.

__ADS_1


"Iya kak" Jawab Mika.


Mika duduk di sebelah Leta yang masih belum sadar. Sedangkan Bara keluar dari kamar untuk menghubungi Dokter.


"Bara" Panggil Sesa.


"Ada apa Sa?" Tanya Bara.


"Bagaimana dengan Leta?" Tanya Sesa.


"Dia masih belum sadar Sa. Masuk lah di dalam ada Mika juga" Jawab Bara.


"Iya baik lah" Sahut Sesa.


Sesa masuk ke dalam kamar Bara dan melihat Leta yang masih terbaring lemah di atas kasur. Sesa mendekati Mika yang masih menangis melihat keadaan Leta.


"Tenang lah Mika. Leta anak yang kuat. Dia pasti baik baik saja" Ucap Sesa.


"Iya kak Sesa" Jawab Mika


Bara yang berada di luar kamar menghubungi dokter untuk datang ke rumah.


Setelah menghubungi dokter dia aka kembali ke kamar nya namun ponsel nya berdering kembali.


"Ria. Ada apa dia menghubungi ku?" Guman Bara


Bara mengangkat panggilan dari Ria.


"Ada apa Ria?" Tanya Bara.


"Tuan maaf kami kehilangan Dafi. Saat saya akan membawa dia ke markas kami di lempari bom asap yang membuat kami tidak sadarkan diri. Saat kami sadar Dafi sudah pergi dan menghilang" Ucap Ria.


"Tidak apa apa Ria. Dia pasti aka kembali untuk mencari Leta. Bawa bom asap yang membuat kalian tidak sadarkan diri itu. Aku ingin tau siapa yang membantu dia dengan peralatan canggih itu" Ucap Bara.


"Baik tuan" Jawab Ria.


Bara mematikan ponsel nya. Dia mengingat ingat siapa musuk nya yang memiliki peralatan canggih tersebut.


"Keluarga Eva." Guman Bara.


"Kalau benar kamu bekerja sama dengan Dafi untuk mencelakai Leta. Maka aku aka membuat kamu dan keluarga kamu hancur Eva" Ucap Bara yang mulai marah san meremas jemari nya


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2