
Vero mulai mencoba memakan makanan yang ada di depannya. Saat suapan pertama dia tercengang karena makanan yang bentuk nya aneh itu sangat lah enak.
"Bagaimana?" Tanya Leta
"Luar biasa ini enak sekali" Jawab Vero antusias.
Bara yang merasa penasaran mulai memakan makanan nya. Dia juga terkejut dengan rasa nya yang sangat enak.
"Enak banget Leta. Mulai sekarang kamu saja yang masak " Pinta Bara.
"Berapa bayaran nya?" Tanya Leta tersenyum licik.
"300 juta setiap bulan" Jawab Bara.
"Setuju" Teriak Leta bahagia.
Kepala pelayan terkejut dengan sikap Leta. Namun dia juga tertawa karena Leta terlihat imut.
"Non Leta imut sekali" Guman kepala pelayan.
"Oh iya mbak. Nama mbak siapa?" Tanya Leta.
"Saya Ria non" Jawab Ria kepala pelayan rumah Bara.
"Ok mbak Ria. Besuk kita akan ke pasar untuk belanja. Soal nya bahan yang ada di kulkas aku nggak bisa cara masak nya" Ucap Leta.
"Pa....Pasar?" Tanya Ria bingung.
"Iya pasar tradisional. Ada kan di sini?" Tanya Leta.
"Ada sih non tapi apa tidak sebaik nya ke pusat peebelanjaan saja non?" Tanya Ria.
"Enggak ah. Di pasar saja biar bisa milih yang kualitas baik harga teejangkau" Jawab Leta.
"Sudah Ria ikuyi saja kemauan Leta. Tapi bawa 1 pengawal untuk berjaga" Pinta Bara.
"Nggak usah ah. Nggak nyaman" Sahut Leta.
"Ya nggak usah ke pasar saja kalau begitu" Jawab Bara.
Leta akhir nya mengalah karena dia tau tidak akan menang jika berdebat dengan Bara.
"Aku akan makan di sini setiap hari" Ucap Vero.
"Enggak" Jawab Bara dan Leta serentak
Malam hari nya di rumah Bara.
Leta baru selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah terlilit handuk.
"Besuk kamu ikut ke kantor. Biar kamu nggak bosan" Ajak Bara.
"Enggak ah. Aku mau pergi saja sama kak Sesa" Jawab Leta.
"Dia asisten ku jadi kamu tidak bisa sembarangan mengajak dia pergi" Sahut Bara.
"Iya sudah terserah kamu" Jawab Leta.
__ADS_1
Setelah mengeringkan rambut nya Leta ke ruang ganti dan mencari piaya tidur nya.
"Bara bagu tidur ku kok nggak ada semua sih?" Tanya Leta.
"Mana ku tau kan kamu yang pakai" Jawab Bara jutek.
Leta cemberut dan tidur dengan menggunakan haduk kimono nya.
"Leta ganti baju dulu nanti kamu masuk angin" Pinta Bara
"Nggak ada baju tidur nya" Jawab Leta.
Bara turun dari ranjang lalu menuju ke ruang ganti. Dia terkejut melihat baju tidur sexy yang tergantung rapi di lemari pakaian Leta.
"Sesaaaa" Guman Bara menggertakan gigi nya.
Bara mengambil satu baju tidur dan membawa nya ke pada Leta.
"Pakai ini. Jangan sampai kamu sakit" Ucap Bara melemparkan baju tidur pada Leta.
"Ini baju kok tipis banget sih. Malah bisa masuk angin aku kalau pakai ini" Jawab Leta.
"Kamu pakai atau tidur di lantai?" Ancam Bara.
Dengan keadaan marah dan cemberut Leta mengikuti ke mauan Bara. Dia berganti pakaian yang sangat minim bahan tersebut.
"Bara" Panggil Leta memperlihatkan kepala nya saja di balik ruang ganti.
"Apa?" Tanya Bara tanpa memalingkan wajah nya ke arah Leta.
"Balik badan dulu" Pinta Leta.
"Tinggal balik badan saja apa sih susah nya" Ucap Leta cemberut.
Akhir nya Bara mengalah. Dia berbalik badan membelakangi Leta. Leta berlari ke arah kasur dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
"Sudah" Jawab Leta.
Bara berbalik dan terkejut ketika melihat Leta memakai selimut dan terlihat kepala nya saja.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Bara.
"Enggak papa. Sudah sana tidur" Ucap Leta.
"Apa sih yang kamu sembunyikan?" Tanya Bara penasaran.
"Eng.... enggak ada" Jawab Leta terbata bata
Bara menarik selimut yang di pakai Leta.
"Biar aku lihat apa yang kamu sembunyikan" Pinta Bara yang menarik selimut Leta.
"Enggak ada yang aku sembunyikan. Lepaska selimut nya" Pinta Leta yang juga menarik selimut nya.
Bara melepaskan selimut nya dan alhasil Leta terjatuh ke lantai. Leta yang marah langsung berdiri dan dia lupa dengan apa yang dia sembunyikan tadi.
"Bara kamu jahat banget sih sama aku" Teriak Leta marah.
__ADS_1
Bara terpesona dengan lekuk tubuh Leta yang ternyata sangat sexy dengan dada yang berisi perut rata.
"Ahhhh. Bara dasar mesum" Teriak Leta yamg sadar akan apa yang di lihat oleh Bara.
Leta memukuli Bara dengam bantal. Bara yang sudah merasa panas menarik tangan Leta dan menindih nya.
"Bara mau apa kamu?" Tanya Leta ketakuta .
Bara tidak menjawab ucapan Leta. Dia mendekat ke arah leher jenjang Leta dan menciumi nya.
"Ahh. Bara lepaskan" Ucap Leta yang sedikit mendesah.
Namun Bara tetap menciumi leher Leta dan kini turun ke bawah.
"Bara.... jangan" Ucap Leta lirih.
Bara telah mencapai ke tempat yang nyaman untuk nya. Karena mendapat rangsangan dari Bara. Leta mencengkram bahu Bara hingga terluka karena kuku kuku nya yang panjang.
"Bara cukup jangan lakukan ini" Ucap Leta.
Bara yang tersadar akan perbuatan nya berdiri dari atas tubuh Leta.
"Tidur lah. Aku mau ke ruang kerja" Pamit Bara.
Bara meninggalkan Leta yang mulai merasa lega karena Bara telah melepaskan diri nya.
"Apa yang barusan dia lakukan. Kenapa aku menikmati sentuhan nya? Ahhhh Leta kamu sudah gila ya. Dia dan kamu hanya partner nggak lebih" Ucap Leta mengacak acak rambut nya.
Di tempat lain Bara yang berada di ruang kerja nya merasakan jantung nya yang berdegup kencang.
"Jantung ku. Kenapa jantung ku berdegup dengan kencang?" Guman Bara memegangi dada nya.
Dia baru merasakan perih yang berada di punggung nya.
"Dia mencengkram ku sampai terluka seperti ini?" Guman Bara tersenyum ketika melihat punggung nya dari pantulan kaca.
"Kayak nya aku dapatkan mainan baru" Ucap Bara tersenyum licik.
Saat tengah malam Bara kembali ke kamar nya. Dia melihat Leta yang sudah tertidur pulas.
"Kamu sangat cantik dengan baju ini Leta. Andai saja kamu menerima ku. Aku nggak akan menolak suguhan ini" Ucap Bara.
Bara menutupi tubuh Leta dengan selimut. Dia memeluk Leta dari atas selimut karena dia takut akan melakukan suatu hal yang di sesali oleh Leta.
"Semoga aku bisa menahan nya Leta" Imbuh Bara.
Bara mencium kening Leta dengan lembut.
"Selamat malam kucing kecil ku" Ucap Bara.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš