CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
SIKAP MANJA SANG CEO


__ADS_3

"Tinggal sedikit lagi kok. Kamu tenang sajq nggak akan kumat lagi" Jawab Bara tanpa mengalihkan pandangan nya dari leptop.


"Ya sudah aku makan siang duluan kalau begitu" Pamit Sesa.


"Iya" Jawab Bara.


Sesa keluar dari ruangan Bara. Saat akan masuk ke dalam lift dia bertemu dengan Leta.


"Leta. Kamu ngapai di sini?" Tanya Sesa.


"Mau mengantar makan siang kak untuk Bara" Jawab Leta.


"Bagus deh. Bara kalau kerja sampai lupa waktu. Terkadang sampai mag nya kambuh" Ucap Sesa.


"Eh maaf aku malah ngobrol sama kamu. Masuk lah aku duluan ya?" Pamit Sesa.


"Iya kak" Jawab Leta tersenyum.


Leta berjalan masuk ke dalam ruangan Bara. Dia terkejut ketika melihat Bara yang sedang kesakitan memegangi perut nya.


"Bara kamu kenapa?" Tanya Leta khawatir.


"Leta. Tolong ambilka obat ku di laci meja kerja ku" Pinta Bara lirih.


Leta lari ke arah meja kerja Bara. Dia membuka semua laci dengan tergesa gesa.


"Ah ketemu" ucap Leta.


Leta membawa obat tersebut ke arah Bara. Namun dia tidak menemukan air putih di ruangan Bara.


"Kamu tunggu sebentar aku ambilkan air putih dulu" Ucap Leta.


Leta membuka pintu ruangan Bara dan di saat bersamaan dia berpapasan dengan Dion yang membawakan kopi untuk Bara.


"Kak Dion tolong ambilkan air putih untuk Bara kak" Pinta Leta khawatir.


"I.... Iya " Jawab Dion.


Dion kembali ke ruang OB dan mengambikan air putih untuk Bara. Dia kembali ke ruangan Bara dengan air putih di tangan nya.


"Ini air nya" Ucap Dion.


"Makasih kak" Jawab Leta.


Leta membuka obat dan membantu Bara untuk duduk.


"Minum obat nya dulu" Ucap Leta lembut.


Bara memakan obat nya. Leta mengambilkan air putih dan membantu Bara untuk minum.


"Pakai istirahat dulu. Setelah itu baru makan" Pinta Leta dan di angguki oleh Bara pelan.


Dion merasa sakit hati nya ketika melihat Leta yang perhatian pada Bara. Di tambah perubahan Leta yang saat ini membuat nya bertambah sakit.


Dion keluar dari ruangan Bara. Dia melihat Leta sekilas yang sedang memberaihkan keringat yang ada di wajah Bara.


"Aku kalah" Guman Dion.

__ADS_1


Dion menutup pintu ruangan Bara perlahan. Dia kembali ke ruang OB dengan hati yang hancur.


Di ruangan Bara.


Leta membersihkan keringat pada wajah Bara. Dia merasa kasihan pada Bara jika Bara kesakitan seperti tadi.


"Kenapa kamu tidak kenyayangi diri mu sendiri Bara?" Guman Leta.


"Jangan lakukan itu lagi. Jika tidak aku aka sangat marah dengan kamu" Ucap Leta.


Tak lama Bara bangun. Dia melihat Leta yang sedang menata makanan di meja depan sofa yang dia pakai untuk istirahat tadi.


"Mandi lah dulu. Badan kamu penuh dengan keringat" Pinta Leta


"Iya" Jawab Bara tersenyum.


Bara masuk ke dalam ruang istirahat nya untuk mandi dan berganti pakaian. Setelqh nya dia keluar dari ruang istirahat dengan baju yang sudah rapi kembali dan terlihat segar.


"Makanan kali ini bubur. Masakan yang aku bawa tadi aku berikan pada kak Sesa." Ucap Leta.


Bara hanya diam memperhatikan Leta yang sedang mengambilkan makanan untuk diri nya.


"Mulai sekarang jangan minum kopi. Jangan telat makan. Jangan begadang. Kalau sampai aku tau kamu melakukan nya aku akan sangat marah" Ancam Leta.


"Ini makan dulu" Ucap Leta menyerahkan bubur pada Bara.


"Aku masih lemas. Takut kalau mangkuk nya terjatuh dan pecah" Jawab Bara memelas.


Leta menghela nafas panjang. Dia duduk di sebelah Bara. Dia mnyuapi Bara dengan telaten.


"Makasih" Ucap Bara lembut.


"Aku masih sakit dan kamu tega akan memarahi ku lagi?" Tanya Bara memelas.


"Itu salah kamu sendiri. Cepat makan" Ucap Leta tegas.


Bara membuka mulut nya dan disuapi oleh Leta dengan sabar.


Tak lama makanan Bara sudah habis. Leta membersihkan mangkuk yang di pakai oleh Bara tadi.


"Sudah nanti saja di bereskan. Duduk sini aku masih ingin istirahat" Pinta Bara.


Bara menarik tangan Leta dan merebahkan kepala nya di paha Leta.


"Nyaman sekali" Ucap Bara.


"Jika waktu nya makan. Makan jangan di tunda tunda lagi. Kalau aku tidak datang tadi lalu kamu mau bagaimana?" Tanya Leta marah.


"Iya aku salah " Jawab Bara


Tok tok tok.


Pintu ruangan Bara di ketuk oleh Dion.


"Masuk" Ucap Bara yang masih dalam pangkuan Leta.


"Permisi pak ada tamu" Ucap Dion.

__ADS_1


"Panggilkan Sesa saja. Aku belum mau menemui siapapun saat ini" Jawab Bara.


"Baik pak" Jawab Dion


Saat Dion akan keluar dari ruangan Bara. Dia melirik Leta yang sedang tertunduk.


"Apa kamu tidak ingin melihat ku Leta. Apa salah ku hingga kamu menghindari ku Leta" Guman Dion.


Dion keluar dari ruangan Bara. Leta menatap pintu ruangan ketika mendengar Dion sudah keluar.


"Maafkan aku kak. Maaf karena aku masih belum berani menjelaskan semua nya pada mu" Guman Leta dalam hati.


Bara tau akan tingkah Leta terhadap Dion. Dia mengusapkan kepala nya di perut Leta hingga Leta tersadar.


"Usap kepala ku" Pinta Bara manja.


"Baik lah" Jawab Leta.


Leta mengusap kepala Bara lembut hingga Bara terlelap dalam pangkuan nya.


"Kenapa kamu suka menyakiti diri kamu sendiri. Kamu tau kalau sakit mag mu sudah parah tapi tetap saja tidak menjaga waktu makan mu dengan baik" Guman Leta.


Sore hari waktu pulang kerja.


Bara dan Leta sudah siap untuk pulang. Karena keadaan Bara tadi Leta tidak tega untuk meninggalkan Bara sendirian.


"Kalian mau ke mana?" Tanya Sesa.


"Mau pulang kak. Bara belum sembuh benar jadi aku melarang nya untuk lembur" Jawab Leta.


Bara tersenyum mengejek Sesa dari belakang Leta. Sesa menatap tajam ke arah Bara. Leta yang melihat tatapn Sesa berbalik melihat Bara. Seketika Bara berpura pura berwajah lemas.


"Kamu kenapa?" Tanya Leta.


"Ayo pulang kepala ku pusing" Ucap Bara lemah.


"Kak kita pulang dulu ya?" Pamit Leta.


"Iya Leta hati hati" Ucap Sesa.


Bara berjalan di belakang Leta dengan menggoda Sesa. Sesa yang geram melempar map yang dia pegang ke kepala Bara.


Bara yang kesakitan menatap Sesa tajam namun seketika dia tersenyum dan melempar kembali map tersebut dan menjulurkan lidah nya pada Sesa.


"Gila" Ucap Sesa.


Bara dan Leta masuk ke dalam lift. Bara melambaikan tangan nya pada pada Sesa.


"Awas kamu Bara. Aku akan membalas nya" Ucap Sesa marah.


Sesa kembali ke dalam ruangan nya dengan rasa marah yang sudah di kerjai oleh Bara.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2