CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PERTEMUAN MIKA DAN LETA


__ADS_3

"Hahaha Bara apa yang akan terjadi jika semua karyawan tau akan tingkah konyol kamu ini" Ucap Sesa.


"Iya bagus itu Sesa kasih tau saja pada semua karyawan nya. Biar mereka tau kalau bos nya ini hanya anak yang tidak berguna" Ucap mamah Vita.


Mamah Vita yang sudah kelelahan duduk di sofa bersama papah Cakra. Mereka berdua mengatur nafas nya karena lelah memukuli Bara.


"Setelah Leta keluar dari rumah sakit. Mamah mau Leta ke rumah utama" Ucap mamah Vita.


"Kenapa harus ke sana?" Tanya Bara.


"Kamu masih mau ngebantah?" Ucap mamah Vita yang mulai mengayunkan tas nya pada Bara.


"Iya enggak juga. Tapi kan harus tanya Leta dulu" Ucap Bara menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Kamu mau kan Leta. Kami tidak tenang jika kalian tinggal berdua di rumah itu" Ucap mamah Vita.


"Apa boleh Ria ikut pindah?" Tanya Leta melihat ke arah Bara dan mamah Vita bergantian.


"Ya harus dong " Ucap Bara.


"Iya Leta. Dia pasti ikut pindah" Ucap mamah Vita.


"Ya sudah aku mau" Jawab Leta.


Setelah mendengar jawaban Leta. Mamah Vita dan papah Cakra akhir nya bisa bernafas lega.


"Ya sudah kami pulang dulu. Besuk kami akan ke sini lagi untuk menjemput kalian" Ucap papah Cakra.


"Iya pah" Jawab Bara.


"Oh iya. Vero kapan kamu sama Sesa lama amat nggak ada perubahan " Ucap papah Cakra.


Vero yang sedang asik dengan ponsel nya dan Sesa juga asih dengan tablet nya hanya terbelalak menatap papah Cakra karena ucapan papah Cakra barusan.


"Hahahaha iya nih nggak ada perkembangan sama sekali" Sahut Bara tertawa lepas mengejek Vero.


"Sia**** kamu Bara" Ucap Vero menendang kaki Bara.


"Ya sudah kita pulang dulu" Pamit mamah Vita.


"Iya tante hati hati" Ucap Sesa dan Vero bersamaaan.


Ke esokan hari nya.


Bara saat ini sedang bersiap siap untuk mengajak Leta pulang ke rumah nya.


"Sudah siap?" Tanya Bara.


"Sudah" Jawab Leta.


"Ya sudah yuk pulang" Ajak Bara.


Leta mengangguk lalu berjalan bersama keluar dari rumah sakit. Saat sampai di depan rumah sakit mereka melihat mamah Vita dan papah Cakra yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Sudah semua?" Tanya papah Cakra.


"Sudah pah" Jawab Bara.

__ADS_1


Mamah Vita menggandeng Leta untuk masuk ke dalam mobil nya. Bara yang merasa tidak di perhatikan oleh mamah nya merasa cemburu.


"Sudah. Mamah mu lagi bahagia sama mantu nya. Yuk masuk" Ucap papah Cakra.


"Iya pah. Tapi dia kan istri ku kok mamah yang duduk di samping nya" Ucap Bara.


"Sudah lah Bara kamu kayak anak kecil saja. Sudah sana masuk" Ucap papah Cakra lagi.


Bara masuk ke dalam mobil lalu duduk di kursi depan sebelah papah Cakra yang menyetir.


Di rumah utama Bara.


Leta turun dari mobil dengan bergandengan dengan mamah Vita.


Saat mereka masuk ke dalam rumah. Leta melihat gadis yang seusia nya yang duduk di sofa.


"Mamah. Siapa dia?" Tanya Mika yang melihat Leta dari atas sampai bawah.


"Mika ini Leta istri kakak kamu" Jawab mamah Vita.


"Istri kakak?" Tanya Mika terkejut karena dia belum tau akan pernikahan Bara dengan Leta.


"Bukan kah kakak akan menikah dengan kak Eva?" Tanya Mika lagi.


"Tidak. Leta istri ku dan dia lah istri ku satu satu nya" Sahut Bara yang merangkul pundak Leta.


Mika adalah adik kandung Bara. Dia gadis yang manis dan manja namun karena sering di luar negri jadi dia lebih mementingkan penampilan. Dia tidak suka dengan penampilan Leta yang kampungan.


"Hai Mika. Aku Leta" Ucap Leta memperkenal kan diri.


"Dasar udik" Guman Mika yang langsung meninggalkan Leta dan yang lain.


"Leta maaf kan Mika. Dia memang seperti itu. Jadi mamah harap kamu mengerti dan lebih bersabar" Ucap mamah Vita.


"Iya mah" Jawab Leta tersenyum.


"Bawa Leta ke kamar untuk istirahat Bara" Pinta papah Cakra.


"Iya pah" Jawab Bara.


Lera berjalan naik ke lantai 2 untuk menuju ke kamar Bara. Bara membukakakn pintu kamar nya. Leta masuk ke dalam kamar Bara dan mulai melihat lihat kamar Bara yang super besar.


"Ada apa?" Tanya Bara


"Tidak ada aku hanya ingin lihat lihat saja" Jawab Leta.


"Sudah lihat lihat nya nanti saja. Sekarang kamu istirahat dulu" Pinta Bara.


"Iya aku aka istirahat" Jawab Leta.


Bara membawa leta duduk di pinggiran kasur. Bara menidurkan Leta di kasur nya dan menyelimuti nya.


"Kamu istirahat dulu. Aku ke kantor sebentar karena adal hal penting yang ahrus aku tangani" Pamit Bara.


"Iya hati hati" Ucap Leta


"Iya sayang" Jawab Bara.

__ADS_1


Bara mencium kening Leta lalu berjalan keluar kamar dan tak lupa menutup kamar nya.


Saat akan turun ke lantai 1 dia berpapasan dengan Mika.


"Jangan mengganggu Leta kalau kamu masih ingin tinggal di sini. Jika aku tau kamu mengusili nya. Aku akan kirim kamu kembali ke negara A" Ancam Bara.


"Iya iya" Jawab Mika cemberut.


Mika meneruskan jalan nya lalu masuk ke dalam kamar nya karena dia marah dengan ancaman Bara.


"Aku nggak akan membiarkan dia tenang di sini. Aku tidak setuju kak Bara dengan anak udik seperti dia" Guman Mika di dalam kamar nya.


Di kantor Bara.


Bara yang sudah sampai di kantor mulai mengerjakan pekerjaan nya yang tertunda akibat Leta masuk rumah sakit kemarin.


Namun saat dia sedang asik denga pekerjaannya. Ada keributan yang terdengar di depan ruangan nya.


"Di luar ada apa sih kok ribut sekali" Guman Bara.


Karena tidak ingin ambil pusing Bara tetap mengerjakan pekerjaannya. Hingga dia terkejut dengan kedatangan Dafi yang menerobos masuk ke dalam ruangan nya.


Brack


Dafi membuka paksa pintu ruangan Bara.


"Di mana Leta?" Teriak Dafi yang marah menghampiri Bara.


"Apa maksud anda.?" Tanya balik Bara yang sudah mulai berdiri dari duduk nya menghampiri Dafi.


"Maaf pak saya sudah mencegah nya masuk tapi beliau tetap memaksa masum" Ucap Sesa.


"Tidak apa apa Sesa" Jawab Bara.


"Ada apa?" Tanya Bara.


"Di mana Leta?" Tanya Dafi marah.


"Untuk apa anda mencari istri saya?" Tanya Bara lagi.


"Dia tunangan saya. Dan saya tidak akan melepaskan dia" Terial Dafi marah.


"Tunangan? Sejak kapan istri saya menjadi tunangan anda?" Ucap Bara mengejek Dafi.


"Cukup Bara. Saya tidak ingin berdebat dengan kamu. Cepat kembalikan Leta pada orang tua nya atau saya akan membuat perhitungan dengan kamu" Ancam Dafi.


"Silahkan saja saya tidak takut karena Leta memang istri saya" Jawab Bara tegas.


Dafi yang marah keluar dari ruangan Bara dia menggebrak pintu ruangan Bara menggunakan tangan nya.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak

__ADS_1


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2