
"Oh soal itu. Aku baik baik saja." Jawab Vero.
Di saat bersamaan ada mobil yang masuk ke dalam bengkel.
"Bara sudah dulu. Aku kerja dulu nanti aku hubungi kamu lagi" Ucap Vero mematikan ponsel nya tanpa menunggu jawaban dari Bara.
Di kantor Bara.
"Gila tuh si Vero matiin saja telfon nya." Ucap Bara marah.
"Eh tunggu. Dia bilang kalau dia mau kerja. Jadi beneran dia di usir dari rumah" Ucap Bara.
"Siapa yang di usir?" Tanya Leta dan Sesa yang masuk ke dalam ruangan Bara.
"Eh sayang. Kamu sudah sampai" Ucap Bara menghampiri Leta.
"Iya tadi barengan sama kak Sesa saat di parkiran. Tadi siapa yang di usir?" Tanya Leta.
"Vero. Di usir sama papah nya dari rumah" Jawab Bara.
Deg.
Sesa terkejut dengan ucapan Bara. Dia berfikir kalau tadi malam Vero benar benar pamit dengan dia.
"Sa.... Sesa" Teriak Bara yang panggilan nya tidak di jawab Sesa.
"Eh iya pak" Jawab Sesa.
"Kamu kenapa?" Tanya Bara menyelidik.
"Ti... tidak ada apa apa pak" Jawab Sesa.
"Duduk kamu" Pinta Bara tegas
Sesa duduk di sofa depan sofa yang di duduki Bara dan Leta. Bara terus menatap tajam ke arah Sesa.
"Nggak usah memandangi ku seperti itu " Ucap Sesa.
"Aku tau semua nya Sa. Tapi kali ini aku ingin mendengar nya langsung dari kamu" Ucap Bara.
Sesa terdiam dengan ucapan Bara. Dia terus menundukkan kepala nya cukup lama.
"Dia datang ke rumah tadi malam." Ucap Sesa.
"Lalu?" Tanya Bara.
__ADS_1
"Dia hanya bilang kalau dia akan pergi. Aku mengira kalau dia hanya ingin mencari peehatian ku. Aku tidak tau kalau dia di usir dari rumah" Ucap Sesa.
"Sa. Aku susah tau sejak lama tentang perjodohan kamu dengan Vero" Ucap Bara.
Sesa seketika melihat ke arah Bara dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu nggak pernah cerita semua ini pada kami?" Tanya Sesa meremas jemari nya.
"Aku tidak ingin ikut campur tentang perasaan kalian." Jawab Bara.
"Sa. Vero tulus dengan kamu. Dia memang sering gonta gati wanita tapi itu hanya untuk teman dia minum ke bar. Tidak lebih." Jelas Bara.
"Sa. Dia selalu ingin bersama kamu. Tapi dia merasa tidak sepadan dengan kamu yang lebih unggul segala nya di banding dia. Dia malu jika bersanding dengan kamu yang mandiri. Sedangkan dia masih bergantung dari uang orang tua nya" Jelas Bara lagi.
Sesa mendengar penjelasan dari Bara mulai menitihkan air mata nya.
"Cukup Bara. Aku tidak ingin mendengar nya lagi" Ucap Sesa menutupi telinga nya dan menangis.
"Sekeras apapun kamu menolak nya. Tapi kamu tidak akan bisa membohongi diri kamu sendiri Sesa. Kamu mencintai dia Sesa. Dia juga mencintai kamu. Apa kamu akan melepaskan nya begitu saja Sesa?" Tanya Bara terus menerus.
"Cukup Bara " Teriak Sesa yang berdiri dari duduk nya.
"Kamu tidak akan bisa memungkiri ny Sesa. Aku tau jelas dengan apa yang kamu rasakan saat ini" Ucap Bara.
Sesa keluar dari ruangan Bara. Bara yang merasa pusing dengan hubungan kedua sahabat nya itu.
"Aku tau sayang. Tapi mereka sudah di satukan dalam perjodohan. Tapi Sesa masih saja mengelak nya" Jelas Bara.
"Tenang lah Bara. Setalah emosi kalian mereda cobalah untul bicara pelan pelan lagi. Semoga saja kak Sesa mau memertimbangkan nya lagi" Jelas Leta.
"Iya sayang semoga saja" Jawab Bara
Leta memegangi tangan Bara agar Bara lebih tenang. Dia kagum dengan sikap Bara yang ingin mempersatukan kedua sahabat nya itu.
"Aku bersyukur bisa mendapatkan kamu Bara. Semoga kita akan selalu bersama walau rintangandi depan kita mungkinjauh lebih menyakit kan lagi" Guman Leta dalam hati.
Di ruangan Sesa.
Sesa terus menangis karena mengingat semua ucapan Bara mengeni Vero. Ada rasa bersalah dalam hati nya ketika mengusir Vero tadi malam.
"Kenapa? Kenapa kamu selalu membuat ku terluka Vero?" Ucap Sesa menangis.
"Apa salah ku pada kamu? Kenapa hati ku sesakit ini ketika mengingat ucapan kamu tadi malam" Ucap Sesa lagi.
Sesa terduduk di lantai dengan memandangi hamparan bangunan yang berada di kota tersebut.
__ADS_1
"Di mana kamu Vero?" Gukan Sesa.
Sesa memegang kaca yang ada di depan nya. Ada bayangan Vero yang tertawa ceria ketika bersama dengan diri nya.
"Kak Sesa" Panggil Let.
"Apa.yang harus aku lakukan Leta? Hati ku sangat sakit saat ini. Dia juga mengatakan selamat tinggal pada ku tadi malam" Ucap Sesa tanpa menatap ke arah Leta.
"Kakak bisa minta maaf pada kak Vero. Aku sudah minta anak buah Bara untuk mencari keberadaan kak Vero. Mungkin saat jam makan siang nanti sudah ada kabar" Ucap Leta.
"Kak. Jik kakak memang mencintai kak Vero. Cobalah untuk menerima kak Vero kak. Mungkin kak Vero benar benar akan berubah dengan kak Sesa yang memberikan nya kesempatan" Jelas Leta.
"Tapi aku takut Leta. Aku takut jika aku sudah berharap dengan dia tapi ternyata dia menghianati aku" Ucap Sesa.
"Kak setiap hubungan pasti ada batu sandungan nya. Itu semua ujian untuk memperkuat hati kalian yang menyatu." Jawab Leta.
"Kakak harus berani mencoba nya. Kakak pasti bisa melewati semua rintangan nya. Aku yakin kakk pasti bisa bersama dengan kak Vero. Cinta kalin pasti bisa bersatu" Ucap Leta.
Sesa tersenyum ketika melihat semangat yang di berikan Leta untuk diri nya. Leta ikut tersenyum ketika melihat Sesa tersenyum kembali.
"Makaksih ya Leta. Aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kamu." Ucap Sesa tulus.
"Bara juga beruntung bisa mendapatkan aku" Ucap Let kepedean.
"Iya deh" Jawab Sesa tersenyum.
Leta mengambil tisu yang ada di dalam ts nya. Dia menghapus air mata Sesa yang masih ada di pipi Sesa.
"Jangan sedih kak. Aku dan Bara akan selalu mendukung kakak dengn kak Vero. Jangan menyerah ya kak" Ucap Leta
"Iya Leta. Terima kasih" Ucap Sesa dan di balas senyuman dari Leta.
Sedari tadi ternyata Bara melihat dan mendengar percakapan Leta dan Sesa. Dia merasa lega karen Sesa mau untuk mencoba membuka lembaran baru bersama Vero.
"Semoga kalian bisa bersama" Ucap Bara tulus.
Bara menutup pintu ruangan Sesa. Dia kembali ke ruangan nya dengan hati yang lega
@DIYAH_NUR_ARROYAN
****Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš