
"Tidur sana sama tikus" Ucap Leta.
Brack.
Leta menutup pintu kamar nya dengan keras lagi. Mika yang sudah tidak tahan dengan tingkah pasangan suami istri tersebut akhir nya tawa nya lepas juga.
"Hahahaha" Tawa Mika keras.
Bara melihat ke arah Mika yang tertawa dengan keras dan memegangi perut nya.
"Kamu berani ketawin kakak?" Ancam Bara melotot ke arah Mika.
"BARA ANTONIO sang CEO kejam dalam berbagai bidang di perusahaan di usir sama istri nya dari kamar sendiri. Hahahahah " Ucap Mika tertawa.
Karena sebal dengan Mika yang mentertawakan nya. Bantal yang di lemparkan Leta pada diri nya kini di lempar balik ke arah Mika.
Duack.
"Aduh. Kak Bara" Teriak Mika kesakitan.
"Berisik " Ucap Bara singkat.
Bara berjalan menuruni tangga dan menuju ke kamar tamu karena dia merasa lelah hari ini.
"Kak Bara tidur yang nyenyak ya sama si tikus" Goda Mika dari lantai atas.
"Iya" Jawab Bara masuk ke dalam kamar tamu tanpa melihat ke arah Mika.
Mika yang mendapatkan jawaban dari Bara merasa senang. Tawa nya kembali pecah dengan mendengar jawaban Bara.
Ke esokan hari nya.
Leta keluar dari kamar dengan kantung mata yang besar dan menghitam.
"Kamu kenapa kok nggak segar gitu wajah nya?" Tanya Mika yang heran dengan wajah Leta.
"Perut ku sakit. Semaleman nggak bisa tidur" Jawab Leta.
"Kenapa? Kamu menstruasi?" Tanya Mika lagi.
"Tidak. Aku juga tidak tau tapi rasa nya sakit sekali" Ucap Leta.
Bara yang mendengar Leta sakit berjalan menghampiri Leta.
"Kamu sakit apa? Apa kita ke rumah sakit saja?" Tanya Bara khawatir.
"Tidak usah. Sudah lebih baik kok. Kamu berangkat kerja saja" Ucap Leta.
"Kamu yakin akan baik baik saja?" Tanya Bara lagi.
"Iya aku akan baik baik saja. Sana ke kantor" Jawab Leta.
"Ya sudah kalau sakit lagi telfon saja aku akan langsung pulang" Pinta Bara.
"Iya" Jawab Leta lembut.
Bara berdiri lalu mencium kening Leta dengan lembut.
"Aku berangkat dulu" Pamit Bara
__ADS_1
"Iya hati hati" Ucap Leta.
Bara beralih melihat ke arah Mika yang sedang asik dengan camilan nya.
"Jagain kakak kamu. Kalau kenapa kenapa bawa ke rumah sakit saja" Ucap Bara.
"Siap pak bos" Jawab Mika.
Bara berjalan keluar dari rumah menuju ke mobil nya untuk berangkat ke kantor.
Sore hari nya.
Perut Leta kembali sakit. Leta yang saat ini sedang berada di kamar mencoba memanggil Mika yang berada di kamar sebelah.
"Mika" Panggil Leta.
Berkali kali Leta memanggil Mika namun Mika tidak kunjung datang. Pada panggilan terakhir akhir nya Mika datang ke kamar Leta.
"Leta kamu kenapa?" Tanya Mika khawatir.
"Perut ku sakit Mika. Tolong bawa aku ke dokter" Pinta Leta.
"Iya iya ayo ke rumah sakit" Ucap Mika.
Mika memapah Leta keluar dari rumah. Mika mendudukan Leta ke dalam mobil dan dia melajukan mobil nya ke arah rumah sakit dengan kecepatan tinggi.
Namun saat sampai di pertigaan jalan banyak orang yang menghadang laju mobil Mika.
"Leta gimana ini ada banyak orang yang menghadang jalan kita?" Tanya Mika ketakutan.
"Kamu tenang saja Mika. Apapun yang terjadi kamu jangan keluar" Ucap Leta.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Mika yang melihat Leta membuka sabuk pengaman nya.
"Jangan Leta. Kamu di dalam mobil saja. Kamu sedang sakit" Pinta Mika.
"Tenang saja aku akan baik baik saja" Ucap Leta.
"Hubungi Bara sekarang juga" Pinta Leta.
"Iya aku akan telfon kak Bara. Kamu harus hati hati Leta" Ucap Mika
Leta mengangguk dan tersenyum ke arah Mika. Leta keluar dari mobil dan menemui pria pria bertubuh kekar itu.
"Kalau aku melawan mereka. Aku pasti akan kalah apa lagi dengan keadaan ku saat ini. Aku harap aku bisa mengulur waktu sampai pengawal ku datang" Guman Leta dalam hati.
Leta memberanikan diri menghampiri pria tersebut.
"Maaf kami ingin lewat" Ucap Leta sopan.
"Siapa yang bernama Leta?" Tanya pria yang bertato dengan badan kekar nya.
"Ada perlu apa?" Tanya Leta menyelidik.
"Jangan banyak tanya. Siapa yang bernama Leta?" Teriak pria itu emosi.
"Aku Leta. Ada apa?" Tanya Leta lagi.
"Ikut kami" Pinta pria tersebut.
__ADS_1
"Tidak akan" Jawab Leta.
"Jangan melawan jika kamu masih ingin hidup dengam tenang" Ancam pria itu.
"Lebih baik aku mati dari pada harus ikut dengan kalian" Jawab Leta tegas.
"Sialan" Ucap pria itu.
Pria itu melawan Leta seorang diri namun kalah oleh Leta. Beberapa pria yang melihat teman nya tumbang mulai melawan Leta.
Dengan keadaan Leta yang tidak sehat Leta merasa kuwalahan. Sedangkan Mika masih saja mencoba menghubungi Bara yang berada di kantor.
"Kak Bara ayo dong angkat telfon ku" Ucap Mika ketakutan.
Mika yang melihat Leta terjatuh karena terkena pukulan dari seorang pria itu. Mika keluar dari mobil dan menghampiri Leta.
"Leta kamu nggak papa kan?" Tanya Mika yang mencoba membantu Leta berdiri.
"Mika kenapa kamu keluar dari mob. Masuk Mika masuk ke dalam mobil sekarang juga" Ucap Leta.
"Enggak Leta. Ayo kita masuk sama sama" Ucap Mika.
"Mika dengarkan aku. Cepat masuk ke dalam mobil dan hubungi Bara. Yang mereka incar aku. Cepat masuk ke dalam mobil" Pinta Leta.
Saat Leta selesai bicara dia melihat di belakang Mika ada seorang pria yang akan memukul Mika. Dengam cepat Leta menghalangi tubuh Mika yang di pukul pria iru dengan tubuh nya.
Alhasil Leta pingsan karena pukulan yang keras di tengkuk nya dari pria bertubuh kekar itu.
"Dia pingsan bos" Ucap pria itu.
"Bagus bawa dia" Pinta bos pria pria itu.
"Lalu gadis ini bagaimana?" Tanya pria itu lagi.
"Biarkan saja dia. Bos besar meminta Leta buka yang lain" Jawab bos nya.
"Leta bangun Leta" Teriak Mika menangis ketakutan melihat Leta yang tidak sadarkan diri.
"Lepaskan dia" Ucap pria itu pada Mika.
"Tidak tolong jangan bawa Leta aku mohon" Ucap Mika memohon.
"Brisik" Ucap pria itu dengan kasar.
Pria itu mendorong Mika karena Mika tidak mau melepaskan Leta.
"Aaaaaah" Teriak Mika kesakitan karena kepala nya terbentur oleh mobil nya dan mulai tidak sadarkan diri.
"Biarkan dia. Ayo bawa gadis ini pada bos besar" Ucap bos nya.
"Baik bos" Jawab anak buah nya.
Leta di bawa masuk ke dalam mobil pria pria itu dan meninggalkan Mika yang pingsa di pinggir jalan.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš