
"Iya. Kamu di sini saja jangan kelayapan" Ucap Leta.
"Enggak akan sayang ku" Jawab Bara.
Leta tersenyum mendengar ucapan Bara. Dia keluar dari ruangan tersebut dan mulai mencari cari buku yang akan dia baca.
Siang hari nya.
Mika sedang buru buru untuk ke kampus mengumpulakn tugas nya. Karena dia sudah lama melakukan kuliah online hari ini dia di minta mengumpulkan tugas nya di kampus.
"Mah aku ke kampus dulu ya" Pamit Mika.
"Iya hati hati sayang" Jawab mamah
"Iya mah" Jawab Mika.
Mika berlari keluar dari rumah menuju ke mobil nya. Dia mencari cari kunci mobil nya di dalam tas.
"Aduh kunci nya di mana sih" Ucap Mika yang mengaduk aduk isi tas nya.
Tak lama dia sudah menemukan kunci mobil nya. Dia membuka kunci lalu masuk ke dalam mobil.
Mika melajukan mobil nya dengan kecepatan sedikit kencang.
Barack.
"Mati aku. Aku nubruk orang ya" Ucap Mika ketakutan.
Mika turun dari mobil nya dan melihat seorang pria yang tengah mengambil lukisan nya yang rusak.
"Mas. Maaf aku tidak sengaja. Mas nya nggak papa kan?" Tanya Mika yang membantu pria itu bangun.
"Mika" Ucap Riko.
Mika mundur beberapa langkah karena dia terkejut orang yang dia tabrak tadi ternyata Riko.
"Riko. Maaf aku tadi buru buru dan aku tidak sengaja " Ucap Leta.
"Oh nggak papa kok" Ucap Riko.
"Lukisan kamu rusak. Aku ganti ya" Ucap Mika yang masuk ke dalam mobil nya untuk mengambil dompet nya.
Mika menyerahkan setumpuk uang pada Riko untuk ganti rugi lukisan Riko dan untuk berobat.
"Apa kamu melihat semua dengan uang?" Tanya Riko yang tersinggung dengan apa yang di lakukan Mika.
"Apa maksud kamu? Aku hanya ingin bertanggung jawab" Ucap Mika.
"Aku bukan orang yang gila akan uang kamu" Ucap Riko
"Kamu kenapa sih Ko. Aku kan hanya ingin menebus kesalahan ku. Apa salah nya jika aku memberi kamu uang" Ucap Mika yang sudah tidak bisa manahan amarah nya.
"Aku tidak perlu uang kamu" Ucap Riko mengambil uang dari tangan Mika lalu melemparkan nya ke udara.
Mika terkejut dengan apa yang telah di lakukan Riko barusan. Dia tidak menyangka kalau Riko akan sekasar itu pada nya.
"Apa salah ku? Kenapa kamu melakukan ini pada ku?" Teriak Mika yang mampu menghentikan langkah Riko.
__ADS_1
Riko kembali menghampiri Mika dan menatap nya tajam.
"Harus nya aku yang bicara seperti itu pada kamu. Apa salah ku? Kenapa kamu menjauhi ku?" Ucap Riko.
Plcak.
Mika menampar pipi Riko untuk melampiaskan emosi nya.
"Bodoh kamu Riko. Buta mata kamu" Ucap Mika menangis
Mika masuk ke dalam mobil nya lalu melajukan mobil nya meninggalkan Riko yang membatu dengan memegangi pipi nya yang di tampar Mika.
Ini pertama kali nya dia melihat Mika menangis dengan ekspresi wajah yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Dia melihat ke arah Mika pergi dengan tatapan kosong. Lagi lagi dia merasakan kekosongan yang masin belum bisa dia artikan sendiri.
"Kenapa aku seperti ini?" Guman Riko.
Riko melanjutakan perjalanan nya untuk kembali ke rumah. Di rumah ibu nya melihat Riko yang sedang melamun di kursi luar rumah.
"Riko. Kamu kenapa?" Tanya ibu Riko.
"Bu. Aku bertengkar dengan Mika" Jawab Riko.
"Kenapa?" Tanta ibu.
"Aku tersinggung dengan Mika yang sedikit sedikit mengeluarkan uang dengan mudah nya." Ucap Riko.
"Nak harus nya kamu mengerti. Mika terlahir dari keluarga yang berada. Wajar saja untuk dia yang menghambur hambur kan uang. Tapi seperti nya Mika anak yang baik. Dia gadis yang sopan dan lembut" Ucap ibu.
"Nak bukan maksud ibu ikit campur dengan keputusan kamu. Tapi saat ibu bertemu dengan non Mika ibu merasa nyaman" Ucap Ibu.
"Berbeda ketika ibu bertemu dengan pacar kamu itu. Dia sedikit sombong" Imbuh ibu.
"Aku sudah putus dengan dia bu" Ucap Riko tertunduk.
"Putus? Kenapa?" Tanya Ibu terkejut karena ini pertama kali nya Riko berpacaran tapi putus dengan jangka waktu yang cukup singkat.
"Dia selingkuh bu. Aku tidak mau bersama orang yang pernah selingkuh" Ucap Riko tertunduk.
"Bagus jika kamu mengetahui nya saat kalian masih pacaran. Untuk kedepan nya kamu harus lebih berhati hati lagi nak. Kamu harus bisa mimilih pendamping hidup yang baik" Ucap ibu.
"Iya bu" Jawab Riko.
"Temui non Mika Riko. Minta maaf pada nya. Jangan menyakiti gadis yang baik dengan kita" Pinta ibu.
Riko sempat terdiam dengan perkintaan ibu nya itu. Namun setelah dia berfikir kembali dia sadar kalau apa yang telah dia lakukan tadi pada Mika sudah keterlaluan.
"Iya. Riko akan minta maaf pada Mika secepat nya" Jawab Riko.
"Ya sudah. Masuk lah ibu sudah masak untuk makan siang kita" Ucap ibu.
"Iya bu" Jawab Riko.
Hari berikut nya.
Riko sudah berada di depan gerbang rumah Mika. Dia berjalan mendekat ke gerbang tersebut dan membunyikan bel rumah.
__ADS_1
Tak lama pelayan rumah Mika membukakan gerbang dan melihat Riko di depan gerbang.
"Oh mas. Teman nya non Mika kan?" Tanya pelayan rumah Mika yang pernah melihat Mika membawa Riko pulang.
"Iya mbak. Mika nya ada?" Tanya Riko.
"Non Mika ada kok mas. Silahkan masuk. Bawa masuk saja motor nya" Ucap pelayan.
"Iya mbak makasih" Ucap Riko.
Riko menaiki motor nya dan membawa masuk kotor nya itu. Setelah Riko memarkirkan motor nya. Pelayan mempersilahkan Riko masuk ke dalam rumah.
"Sulahkan duduk dulu mas. Saya panggilkan non Mika dulu" Ucap pelayan rumah.
"Iya mbak. Makasih" Ucap Riko sopan.
Riko duduk di sofa dan menunggu Mika. Namun di saat bersamaan Bara akan keluar rumah dengan di temani Leta yang akan mengantar Bara.
"Mau apa kamu ke sini?" Tanya Bara tegas.
"Maaf kak. Saya ingin bertemu dengan Mika" Jawab Riko sopan.
"Nggak usah. Pergi kamu dari sini" Ucap Bara marah.
Riko terdiam dengan kemarahan Bara. Karena dia tidak tau kenapa Bara sampai semarah itu dengan dia.
"Bara sudah. Sana kamu ke kantor. Biar aku bicara dengan Riko" Ucap Leta yang menengahi Bara.
"Untuk apa. Suruh saja dia pergi. Mika juga nggak akan mau ketemu lagi dengan dia" Ucap Bara.
"Bara sudah. Sana berangkat nanti kamu terlambat" Ucap Leta.
Leta mendorong tubuh Bara keluar dari rumah.
"Sudah sana kerja cari uang yang banyak biar aku bisa belanja" Ucap Leta bercanda.
"Harta ku nggak akan habis jika kamu membelanjakan nya ke pusat perbelanjaan sayang" Ucap Bara
"Iya iya bos besar Bara Antonio yang paling kaya deh" Ucap Leta.
"Iya dong. Nonya Bara Antonio aku kerja dulu ya" Pamit Bara.
"Iya. Hati hati di jalan" Ucap Leta.
"Iya sayang" Jawab Bara mencium kening Leta lembut.
Bara masuk ke dalam mobil nya lalu melajukan mobil nya meninggalkan rumah menuju ke kantor nya.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1