CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
HARI PERNIKAHAN VERO & SESA 3


__ADS_3

Leta mentertawakan Bara yang menciut seperti tikus yang sudah terkepung oleh kucing.


"Jangan tertawa kamu Leta." Ucap Bara tersenyum ke arah mamah nya.


Bukan nya diam. Leta malah semakin tertawa lepas. Mamah Bara sampai gemas melihat tawa Leta yang menurut nya menggemaskan itu.


"Aduh Leta. Kamu menggemaskan sekali sih" Ucap mamah Bara mencubit pipi Leta.


"Aduh mah sakit dong mah" Ucap Leta kesakitan.


"Habis nya kamu gemesin banget sih. Andai Mika tidak sedewasa kakak nya. Mamah pasti masih belanja belanja ring sama dia." Ucap mamah Bara.


"Hah tapi apa lah daya mamah ini. Dia dewasa lebih cepat dari umur nya" Imbuh mamah yang pura pura menangis.


"Nggak usah pura pura nangis. Mamah nggak cocok jadi aktris" Ucap Mika yang baru datang menghampiri mereka.


"Hah. Nih anak nongol nya bisa di mana saja" Ucap mamah memukul bahu Mika.


"Papah mana Mah? Kok nggak barengan sama mamah?" Tanya Mika.


"Itu sedang bicara dengan klein nya" Tunjuk mamah Bara.


"Oh pantesan mamah gangguin kak Bara di sini. Mamah di cuekin papah ya?" Goda Mika.


"Oh dasar anak kurang ajar" Ucap mamah memukul bahu Mika.


Lagi lagi Leta tertawa dengan tingkah mamah mertua nya dan juga adik iparnya.


Bara juga tersenyum bahagia melihat Leta yang bahagia. Dia selalu bersyukur karena bisa memiliki Leta dan sebentar lagi mereka bahkan akan memiliki buah cinta mereka berdua.


"Terima kasih Tuhan. Terima kasih atas apa yang telah engkau berikan pada ku. Kebehagian ini semoga akan selalu bersama keluarga kami" Guman Bara yang terus memandang ke arah Leta.


Saat mereka sedang asik berbincang bincang ria. Vero dan Sesa menghampiri mereka.


"Asik banget nih kayak nya" Ucap Vero.


"Asik banget nih yang sudah menikah" Sahut Bara.


"Apaan sih Bar" Ucap Vero menepuk bahu Bara karena malu.


"Ciyeeee. Pada masih malu malu nih" Goda Mika.

__ADS_1


"Adik sama kakak sama saja ya?" Ucap Sesa mencubit pipi Mika.


"Aduh kak Sesa sakit tau" Ucap Mika.


"Sudah sudah. Kalian ini selalu saja bercanda." Sahut mamah Bara


"Sesa selamat ya sayang. Semoga kalian selalu bahagia." Ucap mamah Bara tulus.


"Terima kasih mah" Ucap Sesa dan Vero bersamaan.


Leta menghentikan makan nya. Dia berdiri untuk menyelamati Sesa juga.


"Kak Sesa dan kak Vero selamat ya. Sekarang kalian sudah menjadi suami istri. Semoga selalu bahagia" Ucap Leta.


"Makasih bumil" Ucap Sesa.


"Bumil?" Tanya Vero yang belum tau kalau Leta sedang hamil.


"Iya. Sebentar lagi aku mau jadi papah" Sahut Bara merangkul bahu Leta serta memegang perut rata Leta.


"Wah selamat. Pasti tuh si curut seneng banget tau kamu hamil" Ucap Vero pada Leta.


"Mau ngajak berantem?" Tanya Bara yang menggoda Vero.


"Hahahaha" Tawa Bara.


Semua yang melihat Bara tertawa merasa heran. Mereka saling pandang untuk mencari jawaban. Namun berbeda dengan Vero yang terus menatap tajam Bara.


"Puas puaskan kamu tertawa Bara. Aku masih baik hati saat ini" Ucap Vero.


"Iya lah. Memang nya kamu mau pukulin aku di sini?" Tanya Bara yang menggoda Vero.


"Ada apa ini sih sebenar nya?" Tanya Leta penasaran.


Vero menatap ke arah Bara. Dia mulai menceritakan semua nya pada mereka tentang ulah Bara tadi pagi.


"Jadi seperti itu. Gila kan nih orang" Ucap Vero yang telah selesi menceritakan kejadian tadi pagi.


Semua yang mendengar cerit Vero tertawa lepas. Bara juga ikut tertawa karena dia tidak menyangka kalau Vero akan sedendam itu dengan diri nya.


"Kak Bara. Kamu bisa memikirkan cara itu gimana?" Tanya Mika.

__ADS_1


"Aku sudah tau kalau dia paling anti di layani oleh sesama pria. Dia merasa takut sendiri. Maka nya aku suruh anak buah ku" Jawab Bara yang masih terus tertawa.


"Kamu tadi kalau ikut pasti juga tertawa sayang. Apa lagi saat dia sudah keluar dari kamar kos nya" Ucap Bara pada Leta.


"Hahaha kak Vero pasti sangat marah kan?" Tanya Leta tertawa.


"Iya lah marah" Jawab Vero emosi.


"Sudah sudah. Perut mamah sakit cukup. Mamah perlu duduk sekarang " Ucap mamah Bara yang lelah tertawa.


"Tapi. Terima kasih Bara. Terima kasih untuk kalian semua yang selalu mendukung ku bersama Sesa" Ucap Vero serius.


"Santai saja Vero. Kami tau akan perasaan kamu dengan Sesa. Terutama aku. Aku akan selalu mendukung kalian. Tapi satu hal yang ingin aku minta pada mu Vero" Ucap Bara.


"Jaga dengan baik Sesa. Dia sahabat ku tapi sudah aku anggap seperti adik ku sendiri. Aku tidak ingin dia terluka karena kamu. Kalau sampai dia terluka karena kamu. Maka dengan tangan ku sendiri lah yang akan memisahkan kalian" Ucap Bara serius.


"Aku janji tidak akan melakukan nya Bara. Aku akan berusaha keras membahagiakan dan menjaga Sesa dengan baik" Jawab Vero.


Sesa menghampiri Bara dan memeluk Bara dengan erat. Dia menangis dakam pelukan Bara.


Lera yang melihat Sesa menangis mengusp punggung Sesa untuk menenangkan Sesa.


"Terima kasih. Terima kasih atas semua yang telah kamu berikan pada ku Bara. Aku sangat beruntung bisa memiliki sahabat terbaik seperti kamu" Ucap Sesa menangis.


Yang tadi nya tertawa dan bergurau. Kini suasana nya menjadi haru. Mamah Bara bangga atas apa yang di lakukan Bara untuk menjaga sahabat sahabat nya.


Mamah Bara mengusap punggung Sesa. Dia juga menitihkan air mata nya melihat keharmonisan ketiga sahabat ini.


"Sudah Sesa. Bara akan selalu menjaga kamu walau kamu sudah menjadi istri Vero sekalipun" Ucap mamah Bara.


Sesa melapas kan pelukan nya. Vero menghapus air mata Sesa dengan tisu yang di berikan Mika tadi.


"Jaga baik baik Sesa bro." Ucap Bara menepuk bahu Vero.


"Dengan sepenuh hati Bara" Jawab Vero.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2