
Lia terus menjaga kesadaran nya agar tidak pingsan. Mungkin karena kelelahan kepala nya terasa sakit kembali.
"Bara. Tolong aku" Ucap Leta yang sudah mulai tersungkur di lantai kamar nya.
"Tolong aku Bara" Ucap Leta lirih dan akhir nya dia mulai kehilangan keaadaran lalu pingsan.
Bara yang berada di rumah perasaan nya mulai tidak tenang. Dia terus saj gelisah hingga membuat Sesa dan Vero heran.
"Kamu kenapa Bar?" Tanya Vero.
"Aku kok gelisah terus ya? Ada apa ya sama Leta?" Ucap Bara.
"Baru juga di tinggal sebentar saja sudah kayak anak ayam yang kehilangan induk nya saja kamu" Goda Vero.
"Bukan begitu Ver. Perasaan ku nggak tenang saat ini" Ucap Bara.
"Telfon saja" Ucap Sesa.
"Iya benar kamu Sesa" Ucap Bara.
Bara mengeluarkan ponsel nya dari saku. Dia mencoba menghubungi Leta namun dia mendengar dering ponsel Leta.
"Eh ponsel nya ketinggala di sini" Ucap Vero yang menemukan ponsel Leta.
"Ria" Teriak Bara.
Ria sedikit berlari menghampiri Bara.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Ria.
"Hubungi penjaga Leta. Tanya Leta ada di mana?" Pinta Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria memgambil ponsel nya dan mulai menghubungi penjaga Leta.
"Di mana non Leta?" Tanya Ria.
"Non Leta masih di dalam rumah ruan Deva. Tapi Ibu dan adik non Leta tadi keluar dari rumah." Jawab penjaga Leta.
"Bagus terus awasi non Leta dengan baik" Ucap Ria.
"Baik" Jawab penjaga Leta.
Ria kembali ke ruang tamu. Dia mulai melaporkan apa yang telah dia dengar dari anak buah nya itu pada Bara.
"Non Leta masih berada di rumah tuan Deva. Ibu dan adik non Leta keluar dari rumah tapi tidak bersama non Leta" Jawab Ria.
"Ya sudah. Nanti malam ikut saya untuk menjemput Leta" Ucap Bara.
"Bukan nya Leta meminta untuk tidak memberi tau akan pernikahan kalian?" Sahut Sesa.
"Aku ke sana sebagai kekasih nya bukan suami nya" Jawab Bara
"Dasar licik " Ucap Vero.
"Kan sama kayak kamu" Sahut Sesa lagi.
Bara hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya itu yang terus bertengkar hanya karena hal hal kecil.
Malam hari di rumah Deva.
__ADS_1
Bara Ria dan beberapa pengawal Bara sudah sampai di rumah Deva. Pengawal Bara membuka pintu rumah Deva tanpa permisi.
Deva dan Lia yang berada di ruang tamu terkejut dengan kedatangan bebarapa pria berbaju hitam tersebut.
"Siapa kalian. Kenapa kalian masuk ke dalam rumah saya?" Tanya Deva ketakutan.
Bara dan Ria masuk ke dalam rumah Deva. Deva dan Lia langsung tersenyum ramah ketika melihat Bara yang berada di rumah nya saat ini.
"Tu.... Tuan Bara silahkan duduk tuan" Ucap Deva.
Bara dudukdi sofa lalu menyilangkan sebelah kakinya.
Lia yang merasa senang masuk ke dalam kamar Dila untuk memanggil Dila.
"Dila cepat kamu keluar di luar ada Bara" Ucap Lia.
"Bara datang ke sini mah?" Tanya Dila antusias.
"Iya cepat lah keluar" Ucap Lia.
"Iya mah" Jawab Dila.
Dila merapikan rambut nya lalu keluar dari kamar menuju ke ruang tamu. Saat mereka sampai di ruang tamu. Mereka melihat Deva yang sudah berlutut di depan Bara.
"Pah. Papah kenapa?" Tanya Dila.
"Geledah semua isi rumah ini. Cari sampai ketemu" Ucap Bara tegas.
"Baik tuan" Jawab anak buah Bara serempak.
Anak buah Bara mulai menyebar mencari di setiap ruangan yang ada di rumah tersebut. Lia dan Dila yang tidak tau akar permasalahan nya hanya diam mematung.
"Ria cari dia" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Brack.
Ria menendang pintu kamar Leta hingga gagang kunci nya terlepas.
"Nona. Nona kenapa?" Ucap Ria khawatir.
Tak lama anak buah Bara menghampiri Ria. Dia menggendong Leta ke luar dari kamar menuju ke ruang tamu.
Bara yang melihat Leta tidak sadarkan diri mulai berdiri dan marah.
"Apa yang sudah kalian lakukan pada Leta ku?" Teriak Bara marah.
Deva Lia dan Dila hanya terbelalak mendengar ucapan Bara.
Plack.
Bara menampar pipi Deva dengan kencang hingga terpental ke lantai.
"Papah" Teriak Dila dan Lia.
"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Leta ku. Kalian akan tanggung akibat nya" Ancam Bara.
Bara mengambil alih Leta dari gendongan anak buah nya. Ria Bara dan semua anak buah Bara keluar dari rumah Deva.
Di dalam mobil.
__ADS_1
Bara terus mengusap kepala Leta dengan lembut. Dia merasa khawatir dengan keadaan Leta yang masih belum sadar.
"Tuan kita sudah sampai di rumah sakit" Ucap Ria.
Bara mengangguk lalu menggendong Leta keluar dari mobil menuju ke rumah sakit.
Tengah malam di rumah sakit.
Leta kini sudah berada di ruang inap. Keadaan Leta juga sudah mulai setabil.
"Bara" Panggil Leta lirih yang sudah mulai diuman dari pingsan nya.
Bara terbangun katika tangan Leta mulai menyentuh kepala nya.
"Sayang. Kamu sudah sadar?" Ucap Bara.
"Iya. Aku di mana?" Tanya Leta.
"Kamu di rumah sakit sayang." Jawab Bara.
Bara menggenggam tangan Leta dengan erat.
"Maaf kan aku Leta. Maaf karena aku terlambat menyelamat kan kamu. Maaf kan aku Leta" Ucap Bara menyesal.
"Ini semua bukan salah kamu. Kamu sudah menyelamatkan aku saja. Aku sudah berterima kasih" Ucap Leta tersenyum.
"Sebenar nya kenapa kamu sampai di kurung di kamar itu?" Tanya Bara.
"Bara maaf aku belum cerita dengan kamu. Tapi mereka mau menjodohkan aku dengan Dafi" Ucap Leta.
"Kamu tenang saja sayang. Aku akan mengurus semua nya. Kamu jangan sampai lemah lagi. Kamu harus berani melawan mereka. Kamu nyonya Bara sekarang. Aku akan selalu melindungi kamu" Ucap Bara.
"Iya Bara terima kasih" Ucap Leta.
"Istirahat lah. Aku akan menemani mu" Ucap Bara
"Baik lah" Ucap Leta.
Leta mulai menutup mata nya kembali. Saat Leta sudah mulai terlelap Bara keluar dari ruang inap Leta.
"Ada apa tuan?" Tanya Ria.
"Cari tau semua tentang Dafi" Pinta Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
"Otak atik saham perusahaan Deva" Ucap Bara lagi.
"Baik tuan" Jawab Ria lagi.
Bara kembali masuk ke dalam ruang inap Leta. Dia melihat Leta yang sudah tertidur pulas.
"Siapa pun yang menyakiti kamu aku akan membalas nya berkali kali lipat sayang" Ucap Bara mengusap kepala Leta.
Bara mencium kening Leta. Setelah itu dia kembali ke sofa untuk istirahat.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš