CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
HARI PERNIKAHAN VERO & SESA 2


__ADS_3

"Tapi kasihan dengan mas Vero tuan. Bagaimana kalau nanti mas Vero akan marah dengan anda?" Tanya anak buah Bara lagi.


"Biarkan saja. Nanti juga akan baikan setelah dia menikah" Jawab Bara.


"Baik kalau begitu tuan" Sahut anak buah Bara.


Anak buah Bara mundur kembali dan kembali ke tempatnya berdiri tadi.


Tak lama Vero keluar dari kamar kos nya dengan menggunakan jas biru muda dan sepatu putih serta tatanan rambut yang sangat keren menurut Bara.


Bara yang melihat Vero sudah siap mulai berdiri dari duduk nya. Serta kerja anak buah nya begitu mengesan kan untuk diri nya.


Prok prok prok.


Bara berdiri dengan bertepuk tangan puas.


"Bagus. Kerja bagus semua. Kalian akan mendapatkan bonus tambahan bulan ini" Ucap Bara.


Vero yang masih marah dengan perlakuan Bara pada diri nya menghampiri Bara. Dia mencengkram kerah jas milik Bara.


Namun bukan nya melawan Bara malah tersenyum mengejek dengan menaikkan satu alis nya menantang Vero.


Vero melepaskan cengkraman nya pada Bara.


"Kenapa di lepas? Tidak jadi mukul?" Tanya Bara menantang Vero


"Bercanda kamu keterlaluan Bara. Aku tidak suka dengan cara kamu ini" Ucap Vero dingin.


"Hahaha. Vero Vero. Ini belum seberapa kawan. Masih ada lagi yang akan tunjukkan pada mu" Ucap Bara yang seketika wajah nya berubah serius.


"Apa maksud kamu?" Tanya Vero tegas.


"Kamu akan tau nanti" Ucap Bara.


"Bawa dia masuk" Perintah Bara pada para anak buah nya.


"Lepaskan aku. Aku bisa jalan sendiri" Ucap Vero memberontak atas cenkraman anak buah Bara.


Bara tersenyum sinis. Dia masuk ke dalam mobil nya dan di ikuti oleh Vero. Bara menyilangkan kaki nya dengan memegangi gelas anggur nya.


"Mau kemana kita?" Tanya Vero.


"Ke rumah kamu" Jawab Bara.


"Mau apa kita ke sana?" Tanya Vero lagi.


"Entah lah. Kalau aku sih ingin melihat Sesa menikah" Jawab Bara yang mulai meminum anggur mahal nya.


Brack.

__ADS_1


Vero memukul bangku mobil Bara dengan keras atas apa yang di ucapakan Bara barusan.


"Apa maksud kamu Bara?" Teriak Vero marah.


Mata nya memerah terlihat sangat jelas kalau kali ini Vero benar benar marah atas ucapan Bara.


Bara melepaskan tangan Vero yang mencengkram kerah jas nya lagi.


"Kamu mau pukul aku sampai mati pun. Sesa hari ini juga tetap akan menikah" Jawab Bara santai.


Dia merapikan jas nya dan mulai minum anggur nya lagi. Vero yang frustasi terdiam tertunduk dan mulai meneteskan air mata nya.


Dia mengira kalau Sesa telah di jodohkan dengan orang lain oleh orang tua nya. Dia sangat sedih. Hati nya bagai hancur berkeping keping membayangkan Sesa yang akan menikah dengan orang lain.


Bara yang melihat Vero frustasi merasa kasihan namun sebisa mungkin dia menahan nya untuk memberikan kejutan pada Vero atas perjuangan nya.


"Tangisan kamu ini nanti nya akan berganti dengan kebahagiaan yang tiada tara Vero. Bersabar lah" Guman Bara dalam hati.


Di rumah Vero.


Bara dan Vero telah sampai di rumah Vero. Mobil Bara berhenti tepat di depan pintu rumah utama Vero.


Bara lebih dulu turun dari mobil yang pintu nya sudah di bukakan oleh anak buah nya.


"Sayang. Apa kamu sudah menunggu lama?" Tanya Bara yang telah menghamiri Leta.


Cukup lama Vero menata hati nya agar tidak terlihat sedih di depan Sesa. Setelah perasaan nya mulai sedikit tenang. Dia turun dari mobil Bara dan berjalan masuk ke dalam rumah nya.


Ketika sampai di depan pintu utama. Dia terkejut dengan ada nya Sesa yang memakai gaun biru senada dengan diri nya tengah berdiri di depan pendeta.


Mamah papah Vero sudah berdiri di samping Vero. Vero melihat mamah dan papah nya secara bergantian.


"Semoga kamu selalu bahagia sayang" Ucap mamah Vero mengusap pipi Vero denban penuh rasa sayang nya.


"Jangan pernah menyakiti Sesa karena dia sangat lah berarti dalam hidup mu dan hidup kami" Ucap papah Vero.


Vero yang terkejut dengan ucapan mamah papah nya mulai menangis. Dia tidak mengira kalau pernikahan Sesa hari ini adalah pernikahan nya juga. Pernikahan yang telah dia impikan untuk menikahi Sesa.


Vero melihat ke arah Bara. Bara tersenyum dan mengangguk.


"Thank you" Ucap Vero tanpa mengeluarkan suara nya pada Bara. Dia juga menitihkan air mata nya karena bahagia.


Bara mengangguk dengan terus merangkul Leta yang ikut menangis dengan kebahagian Vero dan Sesa.


"Temani calon istri kamu" Ucap papah Vero.


Vero mengangguk. Dia berjalan ke arah Sesa yang juga menitihkan air mata nya karena sebentar lagi dia akan bisa bersama dengan seseorang yang telah lama dia sukai.


Vero dan Sesa mulai mengucapkan janji janji mereka. Pendeta juga mulai mempersatukan dua insan yang kini telah menjadi suami istri itu.

__ADS_1


"Pengantin pria silahkan memakaikan cincin pada jari pengantin wanita " Ucap pendeta.


Vero mengambil cincin yang di bawakan oleh Mika. Vero memakaikan cincin pada jari manis Sesa dengan senyuman nya yang tak hilang menghiasi wajah nya.


"Pengantin wanita silahkan memakaikan cincin pada jari pengantin pria" Ucap pendeta lagi.


Sesa juga mengambil cincin yabg di bawakan oleh Mika. Dia memakaikan nya pada jari Vero.


Setelah cincin terpasang di jari pengantin. Vero mendekati Sesa. Dia meraih tengkuk Sesa dan mulai mencium bibir Sesa lembut.


Semua orang yang melihat dan menjadi saksi pernikahan Sesa dan Vero bertepuk tangan.


Mamah dan papah Vero sampai menangis karena terharu dengan perjuangan Vero yang ingin membuktikan pada orang tua nya kalau dia benar benar serius dengan Sesa.


Kini semua perjuangan Vero telah terbayar lunas dengan pernikahan yang sederhana namun penuh dengan kehayatan.


Kini Sesa dan Vero menemui para tamu. Bara masih asik dengan dunia nya sendiri. Dia sedang asik menikmati imut nya Leta yang sedang asik dengan makanan yang ada di depan nya.


"Kamu kok lihatin aku gitu sih?" Tanya Leta dengan mulut penuh dengan kue.


"Hahaha kamu imut sekali sih sayang" Ucap Bara yang tertawa lepas hingga beberapa orang melihat ke arah nya


"Bara stop. Kamu mau bikin aku malu ya" Ucap Leta yang menutupi mulut Bara dengan tangan nya.


Bukan nya diam. Bara malah meraih tangan Leta yang sedang menutupi bibir nya. Dia menciumi seluruh tangan Leta dengan lembut dan menggoda.


"Bara apa yang kamu lakukan? Hentikan itu Bara" Ucap Leta yang mencoba menarik tangan nya dari Bara.


"Aku akan lepaskan tapi kamu janji malam ini harus memuaskan ku" Ucap Bara.


Plack.


Kepala Bara di pukul oleh mamah nya yang mendengar ucapan Bara barusan.


"Jangan macam macam kamu Bara. Untuk 3 bulan awal ini. Kamu jangan sering sering menyentuh Leta. Itu akan berdampak buruk pada kandungan Leta jika dia kelelahan" Ucap mamah Bara dengan menekan setiap kata nya.


Leta mentertawakan Bara yang menciut seperti tikus yang sudah terkepung oleh kucing.


"Jangan tertawa kamu Leta." Ucap Bara tersenyum ke arah mamah nya.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2