
Brack.
Leta mendorong Eva hingga Eva terjungkal ke lantai. Leta berjongkok lalu mencengkram kerah baju Eva.
"Aku sudah memepeingatkan kamu Eva. Aku saat ini sedang marah. Jika kamu tetap menghina ku. Aku tidak akan tinghal diam" Ucap Leta tegas.
Ria menghampiri Leta dan menarik Leta.
"Jangan nona. Mari kita pergi " Ajak Ria.
Leta terus menatap tajam ke arah Eva padahal dia sudah di tarik keluat dari rumah oleh Ria.
"Masuk ke dalam mobil nona. Saya akan mengantar anda kemana pun anda mau" Ucap Ria.
Leta yang masih marah masuk ke dalam mobil. Ria juga masuk ke dalam mobil dan melajuka mobil nya ke arah tempat yang di inginkan Leta.
Leta meminta Ria membawa nya ke area sasana tinju. Dia ingin meluapkan kemarahannya di sana.
"Ngapai kita ke sini nona?" Tanya Ria.
"Aku sedang marah Ria. Aku ingin meluapkan semua nya di sini" Ucap Leta.
Leta masuk ke dalam sasana tersebut. Saat Ria akan masuk ponsel nya berdering. Dia melihat Bara yang menghubungi nya.
"Di mana kalian?" Tanya Bara.
"Kami di sasana Xx tuan" Jawab Ria.
"Kenapa Eva bisa terluka? Dia bilang kalau Leta yang melakukan nya?" Tanya Bara lagi.
"Memang nona yang melukai nya tuan. Karena nona saat ini tidak bisa mengendalikan emosi nya" Jawab Ria.
"Ok jaga dia baik baik. Saya akan ke sana sekarang juga" Pinta Bara
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria masuk ke dalam sasana. Dia melihat Leta yang sudah berganti pakaian dengan baju olah raga nya.
Leta memukuli samsak dengan tenaga penuh. Dia meluapkan semua emosi nya pada samsak tersebut.
"Nona minum dulu" Ucap Ria yang memberiman minuman pada Leta.
"Nanti saja Ria. Aku masih belum haus" Ucap Leta.
Ria kembali duduk di kursi dan terus .ihat Leta.
"Seperti nya nona Leta biasa dengan sarung tinju itu? Apa aku perlu menyelidiki nya lagi ya?" Guman Ria dalam hati.
Ria mengambil ponsel nya lalu menghubungi anak buah nya untuk menyelidiki tentang keseharian Leta.
Tak lama Bara sampai di tempat sasana tersebut. Dia melihat Ria yang sedang dudum dengan bermain ponsel.
"Ria. Di mana Leta?" Tanya Bara yang ngos ngosan
"Tuan duduk dulu dan istirahat lah " Ucap Ria.
Bara duduk lalu bertanya kembali pada Ria.
"Di mana Leta?" Tanya Bara lagi.
__ADS_1
Ria menunjuk pada seorang gadis yang sedang mumukul dan menedang samsak di sudut ruangan tersebut
"Sejak kapan dia bisa boxing?" Tanya Bara.
"Saya baru menyelidiki nya tuan" Jawab Ria.
"Badan sekecil itu tapi kelincahan nya sangat baik" Ucap Bara memandangi Leta.
"Saya juga berfikir sama dengan anda tuan. Non Leta seperti atlet yang sudah terlatih" Jawab Ria.
"Cepat selidiki. Aku akan menghampiri nya" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Bara membuka jas nya. Dia memberika jas nya pada Ria lalu menghampiri Leta.
"Sayang" Panggil Bara.
Keta terhenti lalu melihat Bara yang sudah berada di belakang nya. Karena emosi Leta menyerang Bara namun Bara bisa menghindari nya.
"Sayang tenang dulu. Aku ingin bicara baik baik dengan kamu " Ucap Bara.
Leta tidak menjawab namun terus menyerag Bara dengan membabi buta.
Bara mencekal tangan Leta lalu memutar Leta ke arah depan dan memeluk nya dari belakang agar Leta tidak menyerang nya lagi.
"Sayang tenang dulu. Aku ke sini ingin minta maaf" Ucap Bara.
"Lepaskan aku" Ucap Leta yang mencoba meloloskan diri.
"Sayang kamu akan kehabisan tenaga jika melakukan ini. Kita bicara baik baik. Ok?" Pinta Bara.
Bara melepaskan Leta perlahan. Namun tanpa dia sangak Leta memukul tepatdi wajah Bara.
"Itu hukukan kamu karena sudah menghina ku" Ucap Leta.
Bara yang merasa hidung nya berdarah karena pukulan dari Leta hanya tersenyum dan mengusap darah nya.
Ria menghampiri Bara dan memberikan aapu tangan pada Bara. Bara berjalan ke arah Leta yang sudah duduk di kursi tunggu.
"Sejak kapan kamu bisa boxing?" Tanya Bara.
"Sejak masuk SMA " Jawab Leta.
"Kenapa kamu menyembunyikan nya dari ku?" Tanya Bara lagi.
"Kamu nggak pernah tanya" Jawab Leta singkat.
Bar yang mulai frustasi hanya mampu memejamkan mata nya dengan meremas jemari nya agar tidak marah lagi dengan Leta.
"Kalau mau marah marah saja. Nggak usah di tahan" Ucap Leta.
"Kita tanding di ring sekarang" Ajak Bara.
"Enggak" Jawab Leta singkat.
"Kenapa? Aku ingin kamu meluapkan semua emosi dan kemarahan kamu pada ku di atas ring" Ucap Bara.
"Aku capek" Jawab Leta.
__ADS_1
Leta kembali ke ruang ganti. Dia berganti pakaian lalu menemui Ria kembali.
"Aku mau pulang" Ucap Leta.
"Maaf nona. Tapi saya ada urusan" Jawab Ria.
"Ya sudah. Aku naik bis" Ucap Leta.
"No Leta. Kita pulang sama sama" Pinta Bara.
"Enggak. Aku masih marah sama kamu" Ucap Leta.
"Ayo lah Leta. Aku tidak akan membuat kamu marah lagi. Aku janji" Ucap Bara.
Leta keluar dari sasana tersebut lalu masuk ke dalam mobil Bara. Dia membunyikan klakson ketika Bara belum juga keluar dari sasana tersebut.
"Ria kamu tetap cari tau apa saja sisi lain dari Leta. Aku akan pulang dulu" Ucap Bara.
"Baim tuan" Jawab Ria.
Lagi lagi Leta membunyikan klakson mobil Bara karena Bara belum juga masuk ke dalam mobil.
"Iya iya sayang. Sabar dong" Ucap Bara yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Aku mau makan dulu" Ucap Leta.
"Siap tuan putri" Jawab Bara.
"Tapi aku nggak punya uang" Imbuh Leta.
"Leta aku minta maaf karena sudah menyakiti perasaan kamu. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku tadi marah karena cemburu. Maaf kan aku" Ucap Bara.
"Iya. Sudah cepat bawa aku makan. Aku lapar" Ucap Leta.
Bara tersenyum lalu membawa Leta ke sebuah restoran sate kambing yang enak.
Bara dan Leta kini telah sampai di restoran tersebut. Bara memesan 2 porsi sate kambing dengan minuman soda yang Leta mau.
Tak lama sate yang Bara pesan telah di hidangkan. Leta memakan lahap sate tersebut.
"Pelan pelan Leta. Nggak akan ada yang merebut makanan kamu" Ucap Bara.
"Aku lapar" Jawab Leta singkat.
Bara tersenyum lalu mengusap kepala Leta lembut.
"Bara tangan kamu kotor. Rambut ku juga kotor kalau kamu menyentuh nya dengan tangan kamu itu" Ucap Leta marah.
"Hahahah maaf sayang. Aku lupa akan hal itu" Jawab Bara tertawa.
Leta hanya cemberut karena ulah Bara yang membuat rambut nya kotor.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš