CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
RENCARA PESTA


__ADS_3

"Iya sayang. Terima kasih" Ucap Bara tersenyum bahagia.


Bara memeluk Leta dengan erat dan terus menciumi kening Leta.


"Istirahat lah. Nanti setelah bangun baru mandi" Pinta Bara dan di angguki oleh Leta.


Malam hari di rumah Bara.


Bara dan Leta telah kembali ke rumah bersama. Leta terus cemberut dengan Bara karena harus memakai baju berkerah tinggi di saat musim panas karena ulah Bara.


"Sudah dong sayang. Jangan cemberut terus. Iya aku salah maaf ya?" Ucap Bara.


"Enggak aku maafin" Sahut Leta.


"Jangan gitu dong sayang. Apa kamu mau mamah dan papah tau kalau kamu masuk ke dalam rumah dengancembwrut gini?" Tanya Bara.


"Bodo biarin" Ucap Leta.


Leta turun dari mobil meninggalkan Bara dan masuk ke dalam rumah. Saat sampai di ruang tamu mamah dan papah nya memandang Leta dengan heran karena pakaian Leta.


"Leta kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya mamah.


Bara yang juga baru masuk merangkul bahu Leta dan tersenyum.


"Enggak mah. Leta hanya kecapekkan saja" Jawan Bara tersenyum centil.


Mamah dan papah tersenyum mendengar jawaban Bara. Leta semakin marah dengan Bara. Dia mencubit pinggang Bara dengan keras.


"Aaaaaah sayang sakit" Teriak Bara kesakitan.


"Biarin" Ucap Leta yang ngambek dan masuk ke dalam rumah.


Mamah dan papah Bara tertawa melihat tingkah Bara dan Leta yang selalu saja konyol tidak seperti suami istri baisa nya. Mereka malah sering berantem dan saling ejek satu sama lain.


"Bara sudah. Memang nya kamu nggak kasihan dengan istri kecil kamu itu" Ucap papah.


"Dia lucu sekali pah kalau sedang cemberut seperti itu " Jawab Bara.


Bara duduk di depan mamah dan papah nya. Dia melonggarkan dasi nya yang terasa mencekik nya seharian ini.


"Oh iya mah pah. Kosongka jadwal kalian untuk beberapa hari ke depan. Kita akan liburan dan merayakan pesta pernikahan ku dengan Leta" Ucap Bara.


"Leta sudah mau merayakan pernikahan kalian?" Tanya mamah Bara


"Iya mah. Tapi dia minta acara nya di buat sesederhana mungkin. Jadi aku berfikir kalau akan bagus kalau kita buat pesta di linggir pantai saja dengan di datangi beberapa wartawan dari setasiun Tv saja" Jelas Bara.


"Ok papah setuju" Jawab papah Bara.


"Iya deh mamah setuju. Tapi kalau Leta hamil harus di rayakan lagi dan harus mewah" Ucap mamah.


"Mamah mau memamerkan Leta pada semua teman teman mamah nanti" Imbuh mamah Bara.


"Iya deh terserah mamah saja" Jawab Bara.

__ADS_1


Mamah merasa kegirangan mendengar jawaban dari Bara. Bara mencari cari keberadaan Mika tapi tak menemukan nya.


"Kamu cari siapa?" Tanya papah


"Cari Mika. Di mana dia pah?" Tanya Bara balik


"Dia di kamar nya. Sejak tadi pagi nggak mau keluar kamar. Makan saja harus mamah kamu yang antar ke kamar nya" Jawab papah.


"Ya sudah. Bara ke kamar Mika dulu" Pamit Bara


"Iya sana temui dia bujuk dia untuk keluar dari kamar" Pinta mamah.


"Iya mah" Jawab Bara


Bara berjalan naik ke lantai dua. Dia mengetuk pintu kamar Mika.


Tok tok tok.


"Mika ini kak Bara. Kakak boleh masuk nggak?" Tanya Bara.


"Masuk saja kak" Jawab Mika.


Bara membuka pintu kamar Mika setelah mendapat persetujuan Mika. Bara menarik kursi meja rias Mika dan di pakai nya duduk.


"Mika kakak mau minta ijin mengadakan acara pernikahan kakak sama Leta " Ucap Bara lembut.


"Bagus dong kak. Kapan itu?" Tanya Mika antusias.


"Kak. Kakak boleh kok mengadakan pesta. Tidak usah minta ijin dulu pada Mika. Mika akan selalu mendukung kakak dan Leta" Jelas Mika.


"Tapi kamu kan....." Ucapan Bara terhenti.


"Aku nggak papa kak. Aku sudah sadar kalau aku nggak perlu mengejar apa yang bukan untuk ku" Sahut Mika.


Bara menarik tangan Mika dan memeluk nya. Mika menangis dalam pelukan Bara.


"Bersabar lah Mika. Kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari dia" Ucap Bara


"Iya kak" Jawab Mika menangis.


Leta yang melihat semua nya berjalan menghampiri Mika dan Bara. Dia ikut memeluk Mika dan Bara bersamaan.


Setelah semua nya tenang Bara dan Leta kembali ke kamar mereka. Semua para pegawai nya akan ikut dalam perjalanan mereka besuk.


Ria dan para pelayan tengah sibuk mempersiapakan segala sesuatu nya. Karena Bara meminta Ria lah yang harus bertanggung jawab dalam acara tersebut termasuk keamanannya juga.


Malam hari nya.


Leta tengah berada di butik gaun penganti bersama mamah dan Mika. Dengan paksaan dari mamah dan Mika Leta akhir nya mau pergi untuk membeli gaun pengantin.


"Mah. Mika. Sudah belum aku sudah lelah" Ucap Leta lemas.


"Sebentar dong Leta. Kamu duduk saja dulu" Jawan Mika.

__ADS_1


"Mika kamu sudah lupa ya sama sakit hati kamu. Kok kamu semangat sekali memilih baju pengantin untu ku?" Tanya Leta ngawur.


Deg.


Mika seketika menghentikan aktifitas nya. Dia mengatur nafas nya agar tidak terbawa perasaa lagi.


"Maaf bukan maksud ku untuk menyindir kamu Mika" Ucap Leta menyesal.


"Sudah lah. Aku sudah merenung dan aku akan mulai melepaskannya. Bantu aku ya Leta agar aku bisa secepat nya melupakan dia" Ucap Mika.


Leta berdiri dengan susah payah karena mengenakan gaun pengantin yang di pilih mamah tadi.


Leta memeluk Mika dan tersenyum bangga pada Mika yang sudah mulai memahami perasaan nya.


"Aku akan selalu membantu kamu Mika. Jika perlu aku juga akan mencarikan cowok keren untuk kamu" Ucap Mika antusias.


"Enggak" Sahut Bara yang telah selesai berganti jas yang senada dengan gaun Leta.


"Wah tampan sekali suami ku" Ucap Leta.


"Tentu saja dan jangan menggoda ku di sini Leta" Ucap Bara tegas.


Mika tersenyum melihat tingkah Bara dan Leta yang selalu berantem tapi tetap harmonis.


"Eh Leta. Kan acara nya di pantai gimana kalau pakai gaun pendek seperti ini?" Tanya Mika yang memperlihatkan gaun yang dia pilih.


"Nah aku setuju. Aku coba dulu deh" Ucap Leta


"Ok kita tunggu di sini" Sahut Mika.


Leta masuk ke dalam euang ganti dengan di temani seorang pelayan yang akan membantu Leta memakai gaun nya.


Setelah gaun nya ia pakai. Leta keluar dari ruang ganti dan menemui Bara Mika dan mamah mertua nya.


"Wah cantik sekali. Pilih yang ini saja" Ucap mamah.


"Iya mah. Aku juga nyaman pakai ini" Jawab Leta.


"Ya sudah bungkus yang gaun ini" Ucap Bara.


"Baik tuan" Jawab pelayan toko.


Leta kembali masuk ke ruang ganti. Dia berganti pakaian yang dia pakai tadi lalu keluar dari ruang ganti bersamaan dengan Bara yang juga telah selesai berganti pakaian juga.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2