CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PENOLAKAN SESA


__ADS_3

Papah Vero memberikan kode pada mamah Vero untuk memberika kotak yang dia bawa pada Sesa.


"Apa ini tante?" Tanya Sesa.


"Buka lah" Pinta papah Vero.


Sesa membuka kotak tersebut dan melihat kalung yang berukirkan inisial V&S.


"Kalung apa ini tante?" Tanya Sesa pada mamh Vero.


"Kalung ini adalah kalung pertanda pertunangan kalian Sesa. Dulu saat kalian masih kecil orang tua kamu dan kami teah setuju untuk menikahkan kalian setelah kalian dewasa" Jelas mamah Vero.


Sesa menutup kembali kotak itu dan tidak lupa memasukkan kembali kalung nya ke dalam kotak.


"Maaf om tante. Tapi aku tidak bisa menerima ini. Maaf" Ucap Sesa mengembalikan kotak tersebut pasa mamah Vero.


Mamah papah dan juga Vero terkejut dengan sikap Sesa.


"Kenapa kamu menolak Sesa? Apa ada seseorang yang kamu cintai?" Tanya mamah Vero.


"Maaf om tante tapi saya tidak mau terlibat hubungan apa lagi menikah dengan Vero" Jawab Sesa tegas.


Vero yang tau akan apa yang telah di ucakan Sesa merasa menyesal. Dia meremas jemarinya dengan apa yang telah dia lakukan selama ini.


"Ada apa ini Vero?" Tanya papah Vero marah.


Sesa memandang Vero dengan wajah datar nya. Dia ingin tau apa yang akan Vero ucapkan.


"Sa aku tau aku salah. Aku minta maaf sama kamu Sa. Aku janji aku akan berubah demi kamu" Ucap Vero menyesal.


"Demi aku kamu bilang. Iya saat ini kamu bilang seperti itu karena kamu masih suka dengan ku. Lalu selanjut nya apa lagi Vero? Maaf Vero aku tidak bisa mempercayai mulut buaya seperti kamu." Ucap Sesa.


Sesa berdiri dari duduk nya. Dia berjalan ke arah pintu utama.


"Maaf om tante Sesa lelah. Sesa ingin istirahat" Ucap Sesa membuka lintu utama rumah nya.


Mamah papah Vero keluar dri rumah Sesa. Sesa memalingkan wajah nya karena dia menyembunyikan air mata nya.


Vero keluar yang terahir. Dia sempat memandang Sesa yang membuang muka.


"Maaf Sa. Aku aku akan buktikan kalau aku bisa berubah. Aku sungguh sungguh mencintai kamu Sa" Ucap Vero.


Sesa menggigit bibir bawah nya karena dia menahan tangisan nya.


"Maaf tante om" Ucap Sesa dan di angguki oleh orang tua Vero


Setelah Vero keluar dari rumah nya. Sesa menutup pintu rumah nya tanpa menunggu kepergian orang tua Vero dan juga Vero.

__ADS_1


Sesa terduduk di depan pintu dan menangis. Dia menutupi mulut nya agar tidak ada yang mendengar tangisan nya.


Namun pembantu Sesa melihat Sesa yang menangis sesegukan. Dia berjalan mendekati Sesa. Pembantu Sesa jongkok di depan Sesa.


"Non Sesa" Panggil pembantu Sesa lirih.


Sesa melihat pembantu nya itu dan memeluk nya.


"Sabar ya non. Semua pasti akan indah pada waktu nya" Ucap pembantu Sesa.


"Aku sangat sakit bik. Kenapa harus sesakit ini bik?" Ucap Sesa menangis.


"Yang sabar ya non" Ucap pembantu Sesa lagi.


Di rumah Vero.


Brack.


Paph Vero melempari Vero dengan benda apa pun yang dia lihat. Dia sangat marah dengan kelakuan Vero yang membuat keluarga nya malu.


"Dasar anak tidak berguna. Papah kerja siang malm demi masa sepan kamu yang baik. Tapi apa yang telah kamu lakukan. Kamu hanya bisa membuat malu keluarga saja" Ucap papah Vero.


"Pah tenang lah pah. Sudah pah tenang lah" Ucap mamah Vero yang melerai suami nya.


"Aku tidak butuh kekayaan kalian. Aku hanya butuh kalian berada di samping ku. Apa aku salah jika menginginkan hal itu?" Teriak Vero marah.


Duack.


"Papah" Teriak mamah yang terkejut dengan suami nya yang memukul wajah Vero.


"Jaga ucapan kamu Vero. Papah melakukan kerja siang malam hanya untuk membahagiakan kamu. Papah dan mamah hanya ingin derajat kamu naik agar tidak di hina oleh orang lain. Tapi apa yang kami dapat? Kami malah mendapat ucapan kamu itu yang membuat kami terluka." Ucap papah Vero.


"Pergi kamu dari sini. Jika memang kamu tidak menginginkan harta papah dan mamah. Pergi kamu." Ucap papah Vero membelakangi Vero.


Vero terkejut dengan ucapan papah nya. Dia tidak menyangka kalau papah nya akan tega mengusir nya.


"Pah jangan pah. Dia anak kita satu satu nya pah" Ucap mamah Vero menangis.


"Buat apa mamah memohon demi anak yang tidak tau terima kasih seperti dia. Dia tidak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki. Biar dia pergi agar dia tau susah nya hidup tanpa orang tua" Ucap papah Vero.


Vero berdiri. Dia menatap mamah nya yang terus menangis. Dia menghampiri mamahnya itu.


"Mah. Aku akan pergi. Jaga diri mamah baik baik. Aku akan buktikan kalau aku bisa berhasil tanpa bantuan dari papah" Ucap Vero.


"Jangan Vero. Jangan tinggalkan mamah nak. Kamu cepat lah minta maaf dengan papah mu nak. Cepat lah nak" Pinta mamah menangis.


"Maaf mah. Aku tidak bisa" Ucap Vero.

__ADS_1


Vero berdiri dia melihat papah nya yang masih membelakangi diri nya.


"Aku pergi pah" Pamit Vero.


Vero keluar dari rumahnya dengan kepala tertunduk.


"Vero" Panggil mamah menangis histeris.


Papah menahan mamah agar tidak mengejar Vero.


"Mah biarkan dia pergi. Dia harus belajar untuk bertanggung jawab. Papah janji tidak akan lepas tangan begitu saja mah. Papah juga sayang sama Vero mah. Papah hanya ingin memberi Vero pelajaran saja" Jelas papah Vero.


"Papah janji tidak akan membiarkan anak kita begitu saja kan?" Tanya mamah memastikan lagi.


"Papah janji mah" Ucap papah Vero.


Mamah memeluk papah dengan air mata nya yang masih membasahi pipi. Namun ada sedikit perasaan lega ketika mamh mensengar perkataan papah barusan.


Vero terus berjalan menyusuri jalanan yang mulai terlihat sepi. Dia tidak tau harus kemana untuk bermalam malam ini.


Vero teringat kembali pada Sesa. Saat dia akan pergi dari rumah Sesa. Sempat dia melihat wajah Sesa yang memerah seperti ingin menangis.


"Iya Sesa. Aku akan ke rumah dia sekarang" Guman Vero.


Vero berlari ke arah rumah Sesa. Sempat dia meminta tumpangan namun tidak ada satu kendaraan pun yang mau memberi nya tumpangan.


Tengah malam.


Sesa yang berada di balkon kamar nya tengah melihat ke arah luar. Dia yang lelah menangis merasa sedikit lebih tenang.


Di saat bersamaan dia melihat Vero yang tengah berlari ke arah rumah nya. Dia meliht Vero yang kini sudah berada di dean gerbang rumah nya.


"Mau apa lagi dia ke sini?" Guman Sesa.


Vero terus membunyikan bel rumah Sesa. Karena kamar pembantu berad di halaman belakang jadi tidak mendengar suara bel rumah Sesa.


"Terserah lah. Aku nggak mau ketemu dia" Ucap Sesa.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2