
"Iya tapi aku lapar lagi" Ucap Leta.
"Hah. Baik lah ayo kita cari kafe dekat sini" Jawab Bara.
Let berdiri dengan bahagia. Dia menggandeng tangan Bara dan bergelayutan manja pada lengan kekar Bara.
Setelah makan di kafe. Bara dan Leta kembali ke rumah sakit. Mereka menunggu sebentar dan tak lama mereka kembali di panggil masuk ke dalam ruang Dokter.
"Bagaimana Dok?" Tanya Bara.
"Selamat Tuan Bara. Nyonya Aleta kali ini sedang hamil dan sudah berjalan 5 minggu" Jelas Dokter.
"Jadi Leta benar benar hamil Dok?" Tanya Bara yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Iya tuan. Nyonya Aleta hamil" Jawab Dokter tersenyum.
Bara meraik tubuh Leta dan memeluk nya dengan erat.
"Terima kasih Tuhan. Terima kasih atas anugrah yang Engkau berikan pada keluarga kecil kami" Ucap Bara bahagia dengan terus memeluk Leta.
Leta menitihkan air mata nya karena dia tengh hamil anak Bara. Anak yang tengah di tunggu tunggu oleh Bara.
"Aku hamil Bara aku hamil." Ucap Leta menangis.
"Iya sayang. Kamu hamil anak kita" Jawab Bara mengusap air mata Leta.
Bara kembali memeluk Leta dengan kebahagian yang tidak bisa dia ucapakan melalui kata kata.
"Selamat Tuan Nyonya" Ucap Dokter tersenyum.
Bara melepaskan pelukan nya dan menyalami Dokter yang telah memeriksa Leta tadi.
"Terima kasih banyak Dok. Saya akan berinvestasi untuk rumah sakit ini atas kabar kebahagiaan ini." Ucap Bara.
"Terima kasih Tuan Bara" Ucap Dokter tersenyum.
"Terima kasih Dok" Ucap Leta yang sudah bisa mengendalikan emosi nya.
"Sama sama nyonya. Ini obat yang anda harus minum setiap pagi. Semoga kandungan anda sehat sampai hari kelahiran nya nanti" Ucap Dokter tulus.
"Terima kasih Dok" Ucap Leta lagi.
Setelah berpamitan pada Dokter. Leta dan Bara kembali keluar dari rumah sakit. Bara merangkul bahu Leta dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
"Kembali ke rumah utama" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab supir Bara.
Dalam perjalanan.
Bara mengambil ponsel nya. Dia menghubungi Ria.
"Ria. Tolong hubungi mamah dan papah. Suruh mereka secepat nya untuk pulang. Ada kabar membahagiakan untuk mereka" Ucap Bara.
"Baik Tuan" Jawab Ria.
"Ya sudah. Aku dalam perjalanan pulang saat ini" Ucap Bara lagi.
__ADS_1
"Baik Tuan. Dan lagi nona Eva masih ada di depan rumah utama" Jelas Ria.
"Hah. Ya sudah biar nanti aku yang bereskan" Jawab Bara malas.
"Baik Tuan" Jawab Ria.
Bara mematikan panggilan nya dan memasukkan ponsel nya kembali ke dalam kntong celana nya.
"Ada apa?" Tanya Leta.
"Ada Eva di depan rumah utama" Jawab Bara.
"Eva? Mau apa lagi dia?" Tanya Leta marah.
"Tenang lah sayang. Kita lihat saja dulu apa yang dia mau lakukan. Kalau sampai dia macam macak. Aku nggak akan membiarkan nya saja" Jelas Bara tegas.
"Iya sebaik nya kamu tidak tergoda dengan mantan kamu yang sexy itu" Ucap Leta menyilangkan tangan nya serta memalingkan wajah nya karena cemburu.
Bara memeluk Leta dari belakang.
"Tenang lah sayang. Kamu segala nya untuk ku. Aku nggak akan tergoda dengn barang milik orang lain" Ucap Bara lembut.
"Awas saja nanti kalau tergoda. Jangan tidur di kamar dengan ku lagi" Ancam Leta.
"Jangan begitu dong sayang. Aku kan ingin drkat dengan kalian" Ucap Bara
"Makan nya jangan macam macam " Ucap Bara.
"Baik nyonya Bara Antonio" Jawab Bara menyenderkan kepala nya pada bahu Leta.
"Baik lah baik lah" Ucap Bara sedikit menjauh dari Leta.
Di rumah Bara.
Eva yang sedari pagi menunggu kedatangan Bara masih setia berada di depan rumah Bara.
Saat dia melihat mobil Bara datang. Dia tersenyum bahagia. Dia menghampiri mobil Bara.
Tok tok tok.
"Bara tolong buka pintu nya. Tolong Bara" Ucap Eva mengetuk kaca mobil Bara.
Leta melihat Eva dengan wajah marah. Namun ketika melihat ke arah perut Eva yang sedikit membuncit. Hati nya tidak tega melihat Eva yang masih berdiri kepanasan di luar rumah.
Leta membuka kaca mobilnya. Dia meminta pengawal untuk membukakan pintu gerbang.
"Buka pintu nya. Biarkan dia masuk" Ucap Leta.
Bara yang mendengar ucapan Leta terkejut dengan perubahan sikap Leta.
"Sayang kamu yakin membiarkan dia masuk?" Tanya Bara.
"Iya. Biarkan dia masuk" Jawab Leta singkat.
Supir Bara memasukkan mabil nya ke dalam pekarangan rumah utama. Setelah mobil berhenti Bara dan Leta turun dari mobil.
Ketika Eva menghampiri mereka. Dengan cepat Bara menarik Leta ke belakang tubuh nya.
__ADS_1
"Stop di situ. Bicara di sana jangan mendekati istri ku" Ucap Bara.
"Bara aku ke sini bukan untuk menyakiti kalian. Aku.... aku ingin minta bantuan sama kamu" Ucap Eva tertunduk.
Leta melihat Eva yang menangis dan tertunduk. Leta melepaskan tangan Bara yang memegangi lengan nya.
"Sayang jangan" Ucap Bara.
"Aku yakin dia tidak akan melukai aku Bara" Ucap Leta.
"Aku mohon Leta. Jangan" Ucap Bara tegas.
Leta mengangguk dan kembali ke samping Bara. Ria keluar dari rumah mendekati Leta dan Bara.
"Kasih dia kursi Ria. Seperti nya dia kelelahan " Ucap Leta.
"Baik nona" Jawab Ria.
Ria meminta anak buah nya memberikan kursi pada Eva.
"Silahkan duduk" Ucap anak buah Ria yang memberikan kursi pada Eva dan berdiri di belakang Eva.
Eva tersenyum kecut melihat semua ini. Dia merasa di rendahkan oleh Bara.
"Eva. Maaf bukan maksud ku untuk merendahkan kamu. Tapi kita hanya berjaga jaga agar kamu tidak berbuat nekad" Jelas Leta lembut.
Mendengar penjelasan Leta. Seketika Eva menatap Leta. Dia tidak menyangka kalau Leta akan tetap baik pada diri nya yang sudah melukai nyabterus menerus.
Dia menangis kembali karena rasa malu nya. Dia menyesal karena telah melukai orang yang ternyata sangat baik pada nya.
"Maaf maafkan aku" Ucap Eva menangis.
Leta ingin menghampiri Eva namun terus di cegah oleh Bara. Bara masih khawatir dengan Eva. Apa lagi dengan keadaan Leta yang kini sedang mengandung anak nya.
"Aku minta maaf pada kalian. Maaf karena aku telah melukai kalian. Aku sungguh menyesal" Ucap Eva yang masih menangis.
"Aku ke sini hanya ingin meminta bantuan pada kamu Bara. Tolong bantu aku" Ucap Eva memohon.
Bara tetap diam mendengarkan ucapan Eva. Dia sudah tau akan kepergian Dafi ke luar negri.
Seperti permintaan Dafi. Dia harus tetap menyembunyikan tentang keberadaan nya pada siapa pun.
Dafi pernah bicara pada Bara lewat panggilan ponsel nya. Dafi bicara kalau suatu saat Eva akan datang ke rumah nya.
Eva akan datang ke rumah nya untuk meminta bantuan Bara. Dan benar saja Eva kini sedang memohon mohon untuk meminta bantuan Bara.
"Jadi benar apa yang kamu katakan Dafi. Sekarang aku akan lihat apa yang akan di lakukan oleh Eva" Guman Bara dalam hati.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1