CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
KEPULANGAN MAMAH BARA


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan Leta? Aku tau aku salah tapi aku tidak ingin selalu berselisih dengan orang yang sudah mau berubah menjadi lebih baik" Guman Bara dengan memwgangi kepala nya.


Bara menyenderkan kepala nya pada senderan kursi nya. Dia juga mulai menutup mata nya agar lebih tenang.


Ke esokan hari nya.


Kedua orang tua Bara relah kembali ke rumah utama. Mereka mencari keberadaan Bara karena penasaran dengan kabar apa yang akan di sampaikan Bara untuk mereka berdua.


"Mamah cari Bara dulu ke atas. Papah ke kamar dulu saja istirahat" Pinta mamah.


"Iya mah. Papah juga lelah ingin rebahan dulu" Jawab papah Bara.


Mamah Bara naik ke lantai 2 sedangkan apah masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat.


Sesampai nya di depan kamar Bara dan Leta. Mamah bertemu dengan Mika yang baru keluar dari kamar Leta.


"Lho kamu kok di sini? Kakak kamu Bara mana?" Tanya mamah.


Mika tidak menjawab pertanyaan mamah nya itu. Dia malah menarik tangan mamah nya masuk ke dalam kamar nya.


Di kamar Mika.


"Mika kamu kenapa sih kok tarik tarik mamah gini? Mamah mau ketemu sama kakak kamu dulu. Ada yang harus mamah tanya pada kakak mu itu" Ucap mamah yang mengomeli Mika.


"Mamah diam dulu. Aku mau bicara dulu sama mamah" Sahut Mika.


"Mau bicara apa?" Tanya mamah.


"Kemarin kak Bara dan Leta bertengkar. Leta sampai mengusir kak Bara keluar dari kamar nya" Jawab Mika.


"Apa? Bertengkar? Memang nya mereka bertengkar tentang apa? Ada masalah apa?" Tanya mamah khawatir.


"Mika juga belum tau mah. Mika hanya tau kalau mereka sedang bertengkar. Mika semalam tidur bersama Leta. Karena Mika takut kalau Leta sampai melakukan hal yang membahayakan diri nya. Apa lagi Leta sedang hamil sekarang" Jelas Mika.


"Let hamil?" Tanya mamah terkejut.


"Iya mah Leta sedang hamil" Jawab Mika.


"Terus kenapa mereka bertengkar jika Leta hamil. Apa kakak kamu itu tidak suka kalauLeta hamil?" Tanya mamah marah.


"Mamah tenang dulu dong. Kayak nya kak Bara tidak seperti itu deh mah. Di wajah kak Bara terukir jelas kalau dia sangat bahagia dengan kehamilan Leta kok mah" Jawab Mika.


"Lalu di mana kakak kamu sekarang?" Tanya mamah yang masih emosi.


"Kak Bara ada di ruang kerja nya mah. Dia tidur di sana semalam" Jawab Mika.


Mamah langsung berdiri dari duduk nya. Dia keluar dari kamar Mika dan langsung menuju ke ruang kerja Bara.

__ADS_1


Di ruang kerja Bara.


Brack.


Mamah membuka pintu ruang kerja Bara dengan keras. Bara yang sedang tidur sampai terlonjak dari sofa yang dia tiduri karena terkejut.


"Mamah kapan mamah pulang?" Tanya Bara yang masih belum sadar sepenuh nya.


Plack.


Mamah tidak menjawab pertanyaan Bara namun mamah langsung menampar pipi Bara dengan keras.


"Mah. Kenapa mamah menampar Bara?" Tanya Bara terkejut.


"Kenapa kamu harus bertengkar dengan Leta. Sedangkan Leta saat ini sedang mengandung anak kamu sendiri. Apa sih yang kamu fikirkan Bara?" Tanya mamah marah.


"Mah. Mamah salah paham. Bara bisa jelaskan semua nya sama mamah" Jels Bara.


"Kelas kan apa lagi Bara. Jika kamu memang tidak suka dengan kehamilan Leta kamu bilang saja Bara. Biar mamah dan papah yang akan merawat Leta dan anak yang ada dalam kandungan nya itu" Ucap mamah.


Brack.


Leta terduduk di lantai dan menatap lurus ke arah Bara dan mamah mertua nya. Bara juga terkejut dengan ada nya Leta yang berada di depan ruang kerja nya.


"Leta" Panggil Bara.


"Leta. Kamu di sini?" Tanya mamah.


Bara menghampiri Leta yng masih terduduk di lantai. Dia ingin membantu Leta berdiri namun tangan nya di singkirkan oleh Leta.


"Jangan sentuh aku" Ucap Leta dingin.


"Sayang jangan salah paham dengan ucapan mamah barusan. Aku bisa jelaskan semua nya sama kamu" Ucap Bara.


"Oh iya? Tapi tadi aku dengan dengan jelas kalau mamah bilang kamu tidak suka dengan kehamilan ku" Ucap Leta datar.


"Let bukan seperti itu nak. Mamah yang salah paham dengan Bara. Kamu jangan ambil hati ya nak" Ucap mamah Bara.


"Aku inhin kembali ke kamar" Sahut Leta.


Leta berbalik dan berjalan ke arah kamar nya. Pagi ini dia berniat mengahampiri Bara untuk meminta penjelasan pada Bara.


Namun ketika mendengar ucapan mamah mertua nya entah mengapa hati nya sangat sakit. Dia mulai berfikir macam macam pada Bara.


"Leta. Aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu. Aku mohon Leta" Ucap Bara yang memeluk Leta dari belakang.


Leta terdiam dan mulai menangis. Dia sudah tidak bisa menahan tangisan nya karena perlakuan lembut Bara.

__ADS_1


Bara membalikkan tubuh Leta agar menghadap diri nya. Dia mengusap lembut air mata Leta yang sudah jatuh ke pipi Leta.


"Leta. Aku sangat bahagia dengan kehamilan kamu. Aku tau aku salah dengan berhubungan baik dengan orang yang hampir saja mencelakai kamu." Ucap Bara.


Bara menggendong Leta. Karena dia melihat Leta yang lemas.


"Aku ingin menyelsaikan masalah ku dulu dengan Leta mah. Biarkan kami berdua dulu " Ucap Bara pada mamah nya.


"Iya nak" Jawab mamah Bara.


Bara menggendong Leta masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar nya ada mika yang sedang menyiapkan susu untuk Leta.


"Mika kamu keluar dulu" Ucap Bara.


"Iya kak. Ini susu untuk Leta aku baru buat kan tadi" Ucap Mika dan di angguki oleh Bara.


Mika keluar dari kamar Bara dan Leta. Dia juga tidak lupa untuk menutup pintu kamar Bara.


Bara mendudukka Leta di kasur. Bara mengambil susu yang telah di buatkan Mika untuk Leta.


"Minum dulu susu nya" Pinta Bara lembut.


Leta mengambil susu dari tangan Bara. Dia mulai meminum nya sampai habis. Setelah habis Bara meminta gelas nya dan kembali menaruh nya ke meja.


"Kamu mau makan sesuatu?" Tanya Bara.


"Tidak. Aku ingin di peluk" Ucap Leta tertunduk.


Bara tersenyum karena tingkah manja Leta. Dia duduk di samping Leta dan membawa Leta ke dalam pelukan nya.


"Sudah nyaman?" Tanya Bara lembut dan di angguki oleh Leta.


Bara memeluk Leta dengan erat. Dia juga menutup mata nya merasakan hangat nya tubuh Leta yang sangat dia rindukan semalaman.


"Aku sangat merindukan kamu Leta." Ucap Bara.


Leta diam saja tidak menanggapi ucapan Bara. Bara tau kalau Leta masih marah dengan diri nya namun sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan pada Leta kalau dia tau kemarahan Leta.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


****Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2