
Mamah Vita kembali duduk di sofa samping Mika.
"Ada apa sih mah?" Tanya Mika penasaran.
"Itu kakak kamu. Masak menggaji istri nya hanya untuk masak makanan untuk dia. Memang nya kurang apa pelayan di rumah nya " Jawab mamah Vita.
Mika hanya diam saja karena dia tidak mau ikut campur dengan urusan Leta dan kakak nya Bara.
Malam harinya.
Papah Cakra baru sampai di rumah. Karena perusahaan sudah di pegang kendali semua nya dengan Bara. Pekerjaan papah Cakra saat ini hanya main dengan teman teman sebaya nya untuk bermain golf.
"Papah baru pulang?" Tanya Mika.
"Iya. Papah masuk ke kamar dulu mau mandi" Jawab papah Cakra.
Setelah papah Cakra mandi semua nya berkumpul di meja makan. Papah Cakra melihat menu makanan yang ada di atas meja mulai tersenyum.
"Tumben masak masakan kampung?" Tanya papah Cakra.
"Iya tuh orang kampung yang masak" Jawab Mika.
"Mika jaga ucapan kamu" Ucap mamah Vita marah
"Maaf pah. Leta hanya bisa masak masakan kampung" Ucap Leta.
"Tidak apa apa Leta. Palah malah suka mengingatkan papah waktu dulu saat di kampung nenek papah" Jawab papah Cakra
"Kamu bisa masak sambel petai apa tidak Leta?" Tanya papah Cakra.
"Bisa pah. Papah mau Leta masakan itu?" Tanya leta.
"Iya sama di kasih ikan teri juga biar tambah mantab" Jawab papah Cakra.
"Apa itu ikan teri?" Tanya Mika.
"Besuk kamu ikut aku saja sama Ria. Biar kamu tau ikan teri itu seperti apa" Ajak Leta.
"Enggak ah malas." Jawab Mika.
Bara yang tau kalau Leta pasti akan pergi ke pasar tradisional mulai usil dengan Mika.
"Tidak bisa. Kamu besuk harus ikut kakak kamu sama Ria. Kalau kamu menolak aku akan kirim kamu ke negara A lagi untuk sekolah lagi" Ancam Bara.
"Kak Bara apaan sih." Ucap Mika marah.
"Mamah kak Bara tuh mah ancam Mika terus" Ucap Mika merengek pada mamah nya.
"Sudah ikuti saja ucapan kakak kamu. Sudah yuk makan" Ucap mamah Vita.
Mereka mulai mengambil makan yang mereka ingin kan. Mamah dan papah mulai menyuapkan suapan pertama mereka.
"Gimana mah pah?" Tanya Bara.
"Heem enak sekali Leta. Pantas kamu di suruh msaka terus sama Bara masakan kamu seenak ini" Jawab mamah Vita.
__ADS_1
"Iya hampir sama seperti masakan nenek nya papah" Sahut papah Cakra.
"Makasih mah pah" Jawab Leta.
Leta kini menatap Mika karena dia juga ingin mendapat tanggapan dari Mika.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" Tanya Mika.
Leta hanya tersenyum dan terus memandangi Mika. Mika yang merasa jenuh dengan tatapan aneh Leta akhir nya menyerah.
"Iya enka masakan kamu" Ucap Mika.
Leta tersenyum dengan ceria. Bara mengusap kepala Leta lembut dengan senyum nya yang merekah.
Setelah makan malam. Mereka berkumpul di ruang tengah. Leta yang masih berada di ruang makan mulai membersihkan piring piring yang ada di meja makan.
"Bara istri kamu jangan kamu suruh suruh seprti itu dong" Ucap mamah Vita.
"Mah kalau aku larang dia seprti itu. Dia malah akan marah. Jadi aku membebas kan nya asal dia tidak kelelahan saja" Jawab Bara.
Setelah bersih bersih Leta ke ruang tengah. Dia duduk di samping Mika yang sedang asik membuka majalah fashion nya.
"Baju ini bagus. Kalau pakai sepatu putih tulang malah lebih bagus agar tidak terlalu mencolok" Ucap Leta yang ternyata ikut melihat majalah yang di baca Mika.
"Kamu tau dari mana?" Tanya Mika mengejek.
"Nggak tau tiba tiba muncul saja di bayangan ku" Jawab Leta.
Karena penasaran dengan ucapan Leta. Mika menarik tangan Leta lalu membawa nya masuk ke dalam kamar nya.
"Kamu mau bawa ke mana kakak kamu?" Teriak Bara.
"Pinjam sebentar" Jawab Mika yang juga teriak.
Bara ingin mengikuti Mika dan Leta namun di tahan oleh mamah nya.
"Kenapa mah? Kalau Mika aneh aneh pada Leta gimana?" Tanya Bara yang tangan nya di cekal oleh mamah Vita.
"Sudah kamu tenang saja. Adik kamu tidak akan melakukan apa apa pada Leta " Jawab mamah Vita.
Di kamar Mika.
Mika duduk di kursi meja rias nya. Sedangkan Leta melihat lihat kamar Mika.
"Kamar kamu bagus" Ucap Leta.
"Aku membawa kamu ke sini bukan untuk mengagumi kamar ku. Aku besuk malam akan ada pesta topeng di outdoor kamu pilihkan baju yang bagus untuk ku" Pinta Mika.
"Tapi ingat kalau sampai aku terlihat aneh aku tidak akan tinggal diam" Ancam Mika.
"Ok. Mana topeng kamu?" Tanya Leta.
Mika mengambil topeng yang ada di laci meja rias nya lalu memeberikan nya pada Leta.
"Ini terlalu kekanakan untuk kamu" Ucap Leta.
__ADS_1
"Kamu menghina ku?" Teriak Mika marah.
Leta hanya menghela nafas nya. Dia berjalan ke arah Mika memutar kursi yang Mika duduki untuk menghadap ke kaca.
Dia memakaikan topeng mika ke waja Mika.
"Lihat kan kamu akan seperti anak kecil kalau pakai topeng ini" Ucap Leta.
Mika mulai mengamati wajah nya yang menggunakan topeng tersebut dan benar saja apa yang di katakan Leta. Kalau dia terlihat seperti anak anak.
Mika melepaskan topeng nya lalu berbalik menghadap Leta.
"Lalu aku pakai yang apa? Aku tidak punya topeng lagi" Ucap Mika.
"Mumpung masih jam segini. Gimana kalau kita ke pusat peebelanjaan saja" Ucap Leta.
"Memang nya kamu di bolehin sama kak Bara kalau keluar sama aku?" Tanya Mika.
"Boleh mungkin kalau sama Ria juga" Jawab Leta.
"Ya sudah yuk" Ajak Mika.
Mika mengambil tas kecip nya lalu keluar dari kamar dengan menggandeng Leta ke ruang tengah.
"Kak kasih uang" Pinta Mika.
"Buat apa?" Tanya Bara.
"Mau jalan sama Leta. Sudah cepetan nanti keburu malam" Ucap Mika.
"Leta yang bawa kartu nya. Kalian mau ke mana?" Tanya Bara lagi.
"Mau ke mall" Jawab Mika.
"Ya sudah kakak yang setirin" Ucap Bara.
"Yah kakak. Nggak usah deh kita sama Ria saja" Ucap Mika yang menolak Bara.
"Aku yang anterin atau tidak boleh keluar" Ancam Bara.
"Iya iya. Kakak yang anterin" Jawab Mika cemberut.
Dia sudah berencana untuk jalan jalan dengan Leta karena dia sudah berfikir kalau Leta anak nya asih untuk di ajak jalan
Namun semua nya gagal karena Bara pasti akan nempel terus dengan Leta.
"Aku nggak akan biarkan kakak berduaan dengan Leta nanti" Guman Mika dalam hati.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš