CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PERJUANGAN RIKO 3


__ADS_3

Mika menarik tangan Riko dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


"Kak Bara jangan kepo" Teriak Mika.


Brack.


Mika menutup pintu kanar nya dengan keras.


"Yah ketahuan deh" Ucap Bara.


"Kamu sih badan nya besar. Jadi ketahuan kan" Ucap Leta cemberut.


"Kok malah nyalahin badan aku sih sayang. Gini gini yang bikin kamu puas tau nggak di aras ranjang" Ucap Bara.


Duack duack duack.


Leta memukuli tubuh Bara menggunakan tas kerja Bara.


"Dasar mesum" Ucap Leta yang terus memukuli Bara.


" Aduh aduh sayang iya iya maaf" Ucap Bara yang membentengi tubuh nya dengan kedua tanga nya.


"Sana berangkat sendiri. Aku nggak mau antar kamu" Ucap Leta ngambek.


"Yah sayang kok ngambek sih" Ucap Bara memelas.


"Biarin" Jawab Leta yang masuk ke kamar nya.


Brack.


Leta menutup pintu kamar nya dengan keras.


Dengan lemas Bara turun dan menuju ke mobil nya. Dia berangkat ke kantor dengan rasa malas karena tidak mendapat ciuman dari Leta.


Di kamar Mika.


Riko duduk di kursi meja rias Mika sedangkan Mika berdiri di dekat jendela mihat ke arah luar rumah.


"Kamu mau bicara apa?" Tanya Mika cuek.


"Aku hanya mau pamit sama kamu" Jawab Riko.


Deg.


Jantung Mika serasa terhenti. Dia fikir kalau Riko akan meninggalkan nya lagi.


"Ya sudah sana pergi" Ucap Mika.


Riko tersenyum. Dia mendekati Mika dan memeluk Mika dari belakang.


"Lepaskan Riko. Jaga sikap kamu" Ucap Mika mencoba melepaskan tangan Riko dari perutnya.


"Mika aku akan mengejar kamu. Aku harap kamu bisa menerima ku lagi" Bisik Riko di telinga Mika.


Mika berbalik dan mendorong tubuh Riko agar menjauh dari diri nya.


"Sudah sana pergi. Aku mau kuliah" Ucap Mika tegas.


Riko tersenyum. Dia mendekati Mika lagi dan mencium pipi Mika.


"Aku pergi dulu sayang" Ucap Riko tersenyum.


Mika yang marah melempar bantal ke arah Riko dan mengenai punggung Riko. Riko berbalik dan mengambil bantal itu.


"Aku bawa bantal kamu buat teman ku tidur" Ucap Riko.


"Riko dasar gila kamu" Teriak Mika marah karena malu dengan tingkah Riko.


Riko tersenyum puas karena dia telah menggoda pujaan hati nya dan bisa membuat Mika tersipu malu.


Riko keluar dari kamar Mika dengan membawa bantal yang di pemparkan Mika tadi.


"Lho Riko. Itu kan bantal nya Mika kok kamu bawa?" Tanya Leta yang berpapasan dengan Riko di tangga.

__ADS_1


"Iya kak. Tadi Mika melempar nya ke aku jadi aku bawa saja" Jawab Riko


"Oh ya sudah" Jawab Leta.


"Aku pamit pulang dulu kak. Terimakasih sudah menolong saya tadi malam" Ucap Riko.


"Sudah lah jangan seperti itu. Kamu hati hati di jalan ya. Maaf aku nggak bisa anterin aku ada perlu dengan Mika soal nya" Ucap Leta.


"Iya kak santai saja" Jawab Riko dan di angguki Leta.


Riko keluar dari rumah Mika dan mengendarai motor nya untuk kembali ke rumah nya.


Malam hari nya.


Riko tengah berada di rumah Mika dengan membawa sebuah lukisan yang termasuk besar menurut Bara dan Leta.


"Kamu bawa apa?" Tanya Bara heran.


"Oh ini hadiah buat Mika kak. Mika nya ada?" Tanya Riko dengan semangat.


"Ada apa kamu cari aku?" Tanya Mika yang berjalan menghampiri Bara Leta dan Riko.


"Aku ada sesuatu untuk kamu" Ucap Riko.


"Nggak usah nyogok aku masih belum bisa nerima kamu" Ucap Mika.


"Mika kok gitu sih" Ucap Leta yang menyenggol lengan Mika.


"Biarin" Jawab Mika.


Riko berdiri dan menarik tangan Mika. Mika mengikuti Riko. Mereka berdiri di depan sebuah lukisan yang masih terbungkus kertas coklat.


"Apa ini?" Tanya Mika.


"Buka dong" Jawab Riko.


Mika mulai membuka kertas yang membungkus lukisan itu. Setelah semua bungkusan terbuka Mika terpana dengan potret diri nya yang sedang memandang ke luar jendela.


"Ini kamu yang melukis nya?" Tanya Bara menepuk bahu Riko.


"Iya kak. Aku suka seni melukis " Jawab Riko.


"Kerja bagus Riko" Ucap Leta.


Mika menghamburkan diri nya ke Riko dan memeluk nya dengan sangat bahagia.


"Terima kasih" Ucap Mika.


Riko yang terkejut hanya mampu tersenyum dan membalas pelukan Mika. Bara merangkul bahu Leta. Mereka berdua tersenyum dengan kebahagiaan Mika dan Riko.


"Sudah dong lama amat" Goda Bara.


Mika yang sadar akan tingkah nya yang memalukan tersebut seketika mendorong Riko hingga Riko terjatuh ke lantai.


"Aduh" Ucap Riko kesakitan.


"Mika kok kamu kasar gitu sih" Ucap Bara.


"Habis nya dia cari kesempatan saja." Jawab Mika.


"Ria panggil dua pria ke sini" Teriak Mika.


Bara membantu Riko bangun san duduk di sofa.


"Ini non dua pengawal." Ucap Ria yang dengan cepat membawa dua pengawal ke Mika.


"Bawa ini ke kamar ku" Pinta Mika.


"Baik non" Jawab dua pengawal bersamaan.


Dua pengawal itu membawa lukisan tersebut ke lantai 2 menuju kamar Mika.


"Makasih lukisan nya. Aku mau istirahat dulu. Kalau kamu masih mau di sini sama kak Bara dan Leta saja" Ucap Mika ikut naim ke lantai 2 menuju ke kamar nya.

__ADS_1


"Sabar ya Ko. Dia memang anak yang manja. Tapi saya yakin kalau dia sangat baik hati nya" Ucap Bara


"Saya tau akan hal itu kak. Itu lah yang membuat saya suka dengan Mika "Jawab Riko.


Riko berbincang bincang dengan Bara dan Leta. Karena sudah larut malam. Riko berpamitan pulang.


Hari berikut nya di kampus Mika.


Mika hari ini ada kelas pagi. Dia berangkat ke kampus seperti biasa nya.


Namun saat Mika keluar dari mobil nya ada seorang gadis yang juga kuliah di kampus Mika memberikan Mika setangkai bunga mawar.


"Dari siapa?" Tanya Mika.


"Nanti kamu juga tau" Jawab gadis itu.


Mika yang heran dengan jawaban nya tidak ingin ambil pusing. Dia berjalan ke arah kelas nya.


Namun setiap dia bertemu dengan gadis yang memakai baju pink. Dia selalu mendapat sat tangkai bunga mawar lagi.


"Ini ada apa sih? Buka valentine kan?" Guman Mika heran.


"Sudah lah aku ke kelas saja" Ucap Mika lagi.


Mika masuk ke dalam kelas nya dengan banyak tangkai bunga yang ada di tangan nya.


Saat semua mahasiswa masuk ke kelas. Mereka semua menyiapkan bahan materi yang akan di pelajari hari ini.


Namun yang datang bukan lah dosen. Tapi Riko dengam bunga mawar yang sangat banyak dan di rangkai dengan indah nya.


"Mika" Panggil Riko karena Mika sedang asik dengan buku yang dia baca.


Mika melihat ke arah panggilan nama nya. Dia seketika berdiri melihat Riko yang berada di depan kelas nya.


"Riko. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Mika dengam suara pelan.


"Mika. Aku di sini untuk kamu." Jawab Riko.


"Jangan gila kamu Riko" Ucap Mika.


"Mika Antonio aku mencintai kamu" Ucap Riko tegas.


Semua teman teman Mika bertepuk tangan dan menyoraki Mika agar menerima Riko.


"Terima terima terima" Ucap semua teman teman Mika


Mika malu namun bahagia dengan kejutan yang di berikan Riko pada nya. Dia berjalan mendekati Riko dengan tatapan yang gerogi.


"Kenapa?" Tanya Riko tersenyum.


"Kamu bikin aku malu" Bisik Mika.


"Kenapa malu. Aku serius sama kamu. Kamu mau nggak jadi pacar aku." Tanya Riko.


Mika tersenyum dengam pertanyaan Riko tersebut. Dia sangat bahagia karena Riko benar benar membuktikan kalau dia mencintai Mika.


Mika mengangguk dengan senyuman nya yang cerah. Riko yang bahagia menaruh bunga yang dia pegang lalu menggendong Mika dan memutar mutar badan nya.


"Mika sekarang pacar ku" Teriak Riko.


"Aaaaa Riko cukup aku takut" Teriak Mika ketakitan


Semua teman teman Mika bertepuk tangan dengan Mika yang kini telah jadian dengan Riko.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jamgan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2