CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
RAYUAN EVA


__ADS_3

Bara kembali masuk ke dalam ruang inap Leta. Dia melihat Leta yang sudah tertidur pulas.


"Siapa pun yang menyakiti kamu aku akan membalas nya berkali kali lipat sayang" Ucap Bara mengusap kepala Leta.


Bara mencium kening Leta. Setelah itu dia kembali ke sofa untuk istirahat.


Ke esokan hari nya di rumah Deva.


Deva saat ini sedang marah marah karena dalam semalam harga saham perusahaan nya turun drastis.


"Sebenar nya ada hubungan apa Leta dengan Bara?" Tanya Deva.


"Papah kenapa sih pagi pagi sudah marah marah" Ucap Dila.


"Ini semua gara gara mamah kamu. Kalau saja papah tidak mendengarkan ucapan mamah kamu itu. Perusahaan kita nggak akan kritis seperti sekarang" Ucap Deva marah.


"Kenapa mamah. Mamah tidak melakukan apa pun" Sahut Lia.


"Tidak melakukan apa pun kamu bilang? Kalau kamu tidak menyuruh ku untuk menjodohkan Leta dengan Dafi. Ini semua tidak akan terjadi karena kita telah menyinggung Bara" Ucap Deva marah.


"Apa maksud papah antara Bara dan Leta?" Tanya Dila.


"Bara kemari kemarin hanya untuk mencari Leta. Kalau memang dia tidak ada hubungan apa pun dengan Leta dia tidak mungkin melakukan ini pada perusahaan kita" Ucap Deva.


Dila meremas tangan nya karena Bara ternyata mengenal Leta. Padahal dia sudah berencana untum melemparkan tubuh nya ke ranjang Bara.


"Tenang saja sayang. Mamah akan membantu kamu untuk mendapat kan Bara. Leta yang anak kampung saja bisa dekat dengan Bara. Apa lagi kamu yang lebih cantik dari dia. Bara pasti bisa kamu dapat kan dengan mudah" Ucap Lia pada anak gadis nya itu.


"Iya mah" Jawab Dila tersenyum licik


Di tempat lain.


Dafi saat ini juga sedang marah marah karena hari pertunangan nya batal.


"Kenapa kamu melakukan ini Leta" Ucap Dafi marah.


"Arght" Teriak Dafi yang memberantakkan meja kerja nya.


Eva masuk ke dalam ruangan Dafi. Dia mendekati Dafi dan memeluk nya. Dia juga menggoda Dafi dengan sentuhan sentuhan nya.


"Aku kan sudah bilang. Kalau kita jalan sendiri sendiri kamu nggak akan bisa mendapat kan dia." Ucap Eva.


Dafi duduk di kursi kebesaran nya dan Eva duduk pada pangkuan Dafi.


"Apa rencana kamu?" Tanya Dafi.


"Jadi kamu mau kerja sama dengan ku?" Tanya Eva balik.


"Iya. Aku mau" Jawab Dafi.


"Ok kalau gitu kita bicarakan di tempat tidur" Ucap Eva yang sudah melonggarkan dasi Dafi dan membuka kancing kemeja Dafi.


Dafi tersenyum dia mencium bibir Eva lalu menggendong Eva masuk ke dalam ruang istirahat nya.

__ADS_1


Sekertaris Dafi melihat Eva dan Dafi masuk ke dalam tuang istirahat Dafi.


"Saya nggak akan membiar kan wanita ular itu mempermainkan anda tuan" Guman sekertaris Dafi.


Sekertaris Dafi mengambil ponsel nya. Dia menghubungi anak buah nya untuk membuat perhitungan pada Eva.


"Kasih pelajaran pada wanita yang ada di foto itu" Ucap sekertaris Dafi.


"Baik pak" Jawab anak buah sekertaris Dafi.


Sekertaris Dafi mematikan ponsel nya lalu membereskan kekacauan yang di buat Dafi barusan.


Di rumah sakit.


Bara dengan telaten menyuapi makan untuk Leta.


"Sudah aku sudah kenyang" Ucap Leta.


"Kamu baru makan sedikit Leta. Kalau kamu mau cepat sembuh kamu harus makan yang banyak" Ucap Bara.


"Tapi aku beneran sudah kenyang" Ucap Leta.


"Ya sudah nanti makan lagi kalau begitu" Ucap Bara.


"Iya" Jawab Leta.


Bara memberikan tisu pada Leta untuk membersihkan mulut nya.


"Kapan aku bisa pulang?" Tanya Leta.


"Iya aku tau" Jawab Leta.


Bara mengusap kepala Leta dengan lembut


"Jangan membuat ku takut lagi Leta. Aku sungguh ketakutan kemarin dengan kamu yang tidak sadarkan diri" Ucap Bara.


"Iya aku akan lebih hati hati lagi" Ucap Leta.


Bara mencium kening Leta lembut dan akan turun ke bibir Leta namun mereka terkejut dengan kedatangan Sesa dan Vero.


"Ya tuhan kita tidak melihat apa apa kok" Ucap Sesa menutupi matanya dengan tangan.


Bara dan Leta yang kepergok dengan Sesa dan Vero merasa canggung.


"Aku ke kamar mandi dulu" Ucap Bara yang wajah nya memerah.


Sesa berjalan ke arah Leta dan menaruh bunga yang dia bawa ke meja.


"Kalian manis banget sih." Ucap Sesa.


"Kak Sesa apaan sih buat aku malu saja" Ucap Leta.


"Iya nggak lah Leta. Aku kan seneng kalau kalian manis begini jangan bikin keributan terus dong" Ucap Sesa.

__ADS_1


Vero duduk di samping ranjang Leta.


"Gimana luka kamu?" Tanya Vero.


"Sudah baikan kok." Jawab Leta.


"Kak aku bosan. Aku mau pulang" Ucap Leta.


"Ya nanti aku tanya Dokter dulu" Ucap Sesa.


Di saat bersamaan mamah dan papah Bara datang ke ruang inap Leta.


"Leta kamu kenapa sampai bisa masuk ke rumah sakit lagi?" Tanya mamah Vita.


"Di mana Bara?" Tanya papah Cakra marah.


"Ada apa pah?" Tanya Bara yang baru keluar dari kamar mandi.


Cakra menghampiri Bara lalu memukul kepala Bara dengan keras.


"Dasar anak nggak berguna. Kalau kamu tidak bisa menjaga Lera dengan baik biar mamah dan papah yang akan menjaga nya" Ucap papah Cakra


"Papah kenapa sih datang datang marah marah nggak jelas terus mau pisahin aku sama Leta juga" Ucap Bara yang masih memegangi kepala nya.


"Bagai mana cara kamu menjaga Leta? Kenapa Leta sampai masuk ke rumah sakit lagi?" Tanya papah Cakra marah.


"Ya.....Iya itu semua....salah Bara memang" Jawab Bara tertunduk.


Duack.


Lagi lagi papah Cakra memukul kepala Bara dengan keras.


"Aduh pah sudah dong jangan memukul ku terus. Anak kandung papah itu aku. Kenapa malah marah marah sama aku karena Leta" Ucap Bara.


Kini ganti mamah Vita yang menghampiri Bara lalu memukup punggung Bara dengan tas yang dia bawa.


"Dasar anak kurang ajar kamu ya" Ucap mamah Vita yang terus memukul mukul Bara dengan tas yang dia bawa.


"Aduh mah. Sudah mah ampun iya iya Bara nggak akan melakukan itu lagi. Bara janji mah" Teriak Bara yang berlarian di dalam ruang inap Leta


Vero dan Sesa tertawa lepas karena Bara yang biasa kejam terhadap pekerja nya yang membuat masalah kini berlarian hanya karena di pukuli oleh mamah dan papah nya.


"Hahaha Bara apa yang akan terjadi jika semua karyawan tau akan tingkah konyol kamu ini" Ucap Sesa.


"Iya bagus itu Sesa kasih tau saja pada semua karyawan nya. Biar mereka tau kalau bos nya ini hanya anak yang tidak berguna" Ucap mamah Vita.


Mamah Vita yang sudah kelelahan duduk di sofa bersama papah Cakra. Mereka berdua mengatur nafas nya karena lelah memukuli Bara.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


😊😊😊


__ADS_2