CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
KEMARAHAN LETA


__ADS_3

Eva akan datang ke rumah nya untuk meminta bantuan Bara. Dan benar saja Eva kini sedang memohon mohon untuk meminta bantuan Bara.


"Jadi benar apa yang kamu katakan Dafi. Sekarang aku akan lihat apa yang akan di lakukan oleh Eva" Guman Bara dalam hati.


Eva masih saja menangis. Ada rasa malu pada diri nya untuk meminta bantuan Bara. Orang yang selama ini dia celakai. Orang yang selalu berusaha dia pisahkan dari Leta istri nya sendiri.


"Ria" Panggil Bara.


"Saya tuan" Jawab Ria.


"Bawa dia masuk ke dalam rumah. Saya akan bawa Leta ke kamar dulu" Ucap Bara.


"Baik Tuan " Jawab Ria.


Bara menggandeng tangan Leta masuk ke dalam rumah menuju ke kamar mereka.


Di kamar Bara.


Bara meminta Leta duduk di pinggiran kasur. Sedangkan Bara menarik kursi meja rias Leta untuk duduk berhadapan dengan Leta.


"Sayang " Panggil Bara memegangi kedua tangan Leta.


"Apa ada yang kamu sembunyikan dari aku Bara?" Tanya Leta menyelidik.


Bara sempat terdiam. Dia mengangguk untuk menjawab pertanyaan Leta. Leta yang melihat Bara mengangguk melepaskan genggaman tangan Bara.


"Ap....apa yang kamu sembunyikan dari aku?" Tanya Leta yang mulai bergemetar ketakutan.


Dia merasa takut kalau Bara berhianat dari diri nya. Leta mulai menangis dengan gemetar di tangan nya.


"Aku sudah membantu Dafi. Aku selama ini berhubungan baik dengan Dafi. Dafi orang yang hampir melecehkan kamu. Orang yang hampir memisahkan kita" Jelas Bara.


Plack.


Leta menampar pipi Bara dengan keras. Leta tidak menyangka kalau Bara akan berhubungan baik dengan orang yang hampur menhancurkan hidup nya.


"Apa kamu tidak pernah menganggap ku Bara? Apa kamu anggap keslahan nya itu hanya kesalahan kecil yang bisa begitu saja aku maafkan hingga kamu berhubungan baim dengan dia?" Tanya Leta marah.


"Maaf sayang. Tapi aku sangat kasihan dengan dia. Maafkan aku" Ucap Bara tertunduk.


"Kamu kasihan dengan dia. Lalu bagaimana dengan aku Bara? Apa kamu tisak kasihan dengan aku? Apa kamu pernah berfikir tentang perasaan ku saat itu?" Ucap Leta marah.


Leta berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


"Jika aku mengingat kejadian itu. Rasanya ingin sekali aku bunuh diri karena aku hampir gagal menjaga tubuh ku untuk suami ku sendiri. Tapi apa yang kamu lakukan?" Ucap Leta marah


Let berjalan ke arah pintu kamar nya. Dia membuka pintu kamar nya.


"Keluar kamu. Aku tidak ingin melihat kamu untuk saat ini" Ucap Leta tanpa melihat ke arah Bara.


"Sayang aku minta maaf" Ucap Bara.


"Keluar Bara" Teriak Leta.


Mika yang berada di kamar mendengar teriakan Leta. Dengan cepat dia keluar dari kamar. Dia melihat Bara keluar dari kamarnya dengan wajah yang menyesal dan tertunduk.


Dia juga melihat Leta yang membuang muka dari Bara.


"Kak ada apa?" Tanya Mika.


Bara hanya mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan Mika.


Leta akan menutup pintu kamarnya namun di tahan oleh Mika.


"Aku ingin sendiri Mika" Ucap Leta datar.


"Enggak. Aku akan menemani kamu" Ucap Mika.


"Terserah kamu. Aku lelah" Ucap Leta membiarkan Mik masuk ke dalam kamar nya.


"Kalian bertengkar?" Tanya Mika.


"Mika. Jika kamu ingin menemani ku lebih baik kamu diam atau kamu keluar saja dari kamar" Ucap Leta.


"Ok. Aku akan diam saja dan menemani kamu" Jawab Mika.


Mika terus menunggui Leta. Karena bosan dia mengambil buku yang ada di meja rias Leta. Dia membaca buku tersebut dengan santai.


Namun seketika dia melihat ke arah Leta ketika dia mendengar suara isakan tangis Leta dari balim selimut.


Mika menutup buku yang dia baca. Dia berjalan ke arah samping Leta dan duduk di kasur sebelah Leta.


"Leta kamu nangis?" Tanya Mika.


Leta masih saja diam tanpa menjawab pertanyaan Mika. Mika menarik selimut Leta dengan paksa. Dia melihat Leta yang menangsi sesegukan dalam selimut tadi.


"Kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Mika kahwatir.

__ADS_1


Mika membantu Leta duduk agar nafas Leta dapat kembali teratur. Mika membawa Leta ke dalam pelukan nya.


"Kamu kenapa Leta? Jangan membuat ku khawatir" Ucap Mika.


"Aku.... aku ..." Ucap Leta terbata bata karena menangis.


"Sudah sudah. Jangan cerita lagi. Aku akan mendengarkan nya tapi nanti setelah kamu lebih tenang" Ucap Mika.


Tak lama Leta sudah mulai tenang. Dia juga sudah berhenti menangis.


Mika berdiri dari duduk nya untuk keluar kamar. Saat membuka pintu kamar Leta dia berpapasan dengan Bara yang membawa susu untuk Leta.


"Kak Bara. Ada apa?" Tanya Mika.


"Berikan ini pada Leta. Suruh dia menghabiskan susu ini jangan biarkan dia keluar. Dia sedang hamil saat ini" Jelas Bara.


Mika berbalik melihat ke arah Leta yang masih tertunduk lesu. Setelah nya dia kembali menatap Bara


"Leta beneran hamil? Lalu kenapa kalian bertengkar?" Tanya Mika.


"Cerita nya panjang Mika. Tolong jaga dia karena untuk saat ini mungkin dia tidak ingin bertemu dengan ku" Pinta Bara.


"Kak. Apa tidak sebaik nya kalian bicara dulu" Ucap Mika.


"Nanti saja ketika emosi Leta sudah sedikit mereda" Jawab Bara yang memaksakan senyuman nya.


Bara memberikan susu yang dia buat pada Mika dan kembali ke ruang kerja nya. Karena pertengkaran mereka barusan Eva di antar pupang kembali ke rumah nya oleh Ria atas permintaan Bara.


Eva sempat menolak tapi Bara bilang pada Ria kalau dia akan menemui Eva kembali setelah dia tau keberadaan Dafi.


Eva akhur nya mau mengerti dan mau untuk pulang di antar oleh Ria.


Bara kembali ke ruang kerja nya. Dia duduk di kursi kebesaran nya dengan kepala yang terasa sangat berat.


"Apa yang harus aku lakukan Leta? Aku tau aku salah tapi aku tidak ingin selalu berselisih dengan orang yang sudah mau berubah menjadi lebih baik" Guman Bara dengan memwgangi kepala nya.


Bara menyenderkan kepala nya pada senderan kursi nya. Dia juga mulai menutup mata nya agar lebih tenang.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


****Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2