
Leta berjalan ke arah Eva. Eva yang merasa takut dengan tatapan mata Leta yang tajam hanya mampu berjalan mundur hingga menatap tembok.
"Aku cukup diam dengan ulah kamu selama ini Eva. Jangan kira aku tidak bisa membalas nya. Aku akan membalas nya dengan berkali kali lipat" Ancam Leta.
Keta berjalan meninggalkan Eva yang masih ketakutan. Dia keluar dari ruangan Bara dan di ikuti oleh Ria.
"Mah. Mamah tidak tau bagaimana Leta. Dia tidak seperti apa yang mamah pikirkan. Aku tidak akan melepaskan Leta mah. Jika mamah ingin aku menikahi Eva. Aku akan meminta ijin lebih dulu dengan Leta. Tapi jangan harap aku akan bersama dengan nya" Ucap Bara.
Eva terkejut dengan jawaban Bara. Dia tidak mengira kalau Bara akan mengucapkan hal itu pada mamah nyadan di depan diri nya langsung.
"Aku tidak mau. Memang nya kamu pikir aku wanita apa? Aku tidak mau hanya memiliki setatus tapi tidak memiliki mu" Ucap Eva.
"Lalu apa yang kamu mau? Jika kamu ingin kekayaaan ku. Itu semua tidak akan mungkin karena semua saham dan semua harta ku sudah aku pindah kan atas nama Leta. Aku hanya pekerja Leta saat ini" Jawab Bara.
"Bara. Apa kamu gila? Semua harta kamu. Kamu berikan pada gadis kampung itu?" Tanya mamah marah.
Brack.
Bara menggebrak meja kerja nya karena marah dengan ucapan mamah nya.
"Mah dia istri ku. Dia punya nama dan nama nya Aleta Bara Antonio saat ini" Ucao Bara marah.
Mamah Bara yang marah keluar dari ruangan Bara dan pergi dari perusahaan Bara bersama Eva.
Di lain tempat. Leta meminta Ria ke sebuah bar yang tidak jauh dari perusahan Bara.
Mereka berdua masuk ke dalam bar tersebut dan bersenang senang di bar tersebut hingga malam tiba.
Malam hari di rumah Bara.
Bara sudah sampai rumah. Dia melihat Eva yang membaca majalah di ruang tamu.
"Kamu baru pulang?" Tanya Eva yang berjalan menghampiri Bara.
"Memang nya kamu buta?" Tanya balik Bara.
Eva meremas jemari nya mendnegar jawab Bara. Bara meninggalkan Eva dan naik ke lantai 2 untuk menemui Leta.
"Lho dia ke mana?" Guman Bara.
Di saat bersamaan ponsel Bara berdering. Dia melihat pesan dari Vero.
"Dia kenapa ngirimi hambar aku?" Ucap Bara.
Bara membuka gambar yang di kirim oleh Vero di ponsel nya.
"Jika kamu tidak cepat datang. Maka aku akan membawa nya pulang" Isi pesan Vero dengan memperlihatkan Leta yang sedang berjoged di tengah bar.
"Gila. Apa yang dia lakukan di sana?" Ucap bara marah.
Bara menyambar kunci mobil nya yang dia taruh di meja rias Leta lalu keluar dari rumah.
"Bara kamu mau ke mana?" Tanya Eva.
__ADS_1
"Bukan urusan kamu" Jawab Bara.
Bara melajukan mobil nya ke arah klub yang di amksud oleh Vero.
Di klub malam.
Leta yang sudah lelah menari menghampiri Ria yang sedang duduk di sofa ruang VIP bersama Sesa dan Vero.
"Kenapa berhenti lelah?" Tanya Vero.
"Iya lah." Jawab Leta.
"Nih minum dulu" Ucap Vero memberikan minuman pada Leta.
"Makasih" Ucap Leta.
"Ria apa dia kuat minum?" Bisik Sesa pada Ria.
"Nona kuat kok Sa. Dia sering minum bersama tuan jika mereka sedang menonton tv di rumah" Jawab Ria.
"Ternyata dia tidak seperti apa yang di ucapkan mamah Bara" Ucap Sesa.
"Iya. Nona seperti sudah terniasa dengan hal hal semacam ini" Jawab Ria.
"Sejak nona datang dia seperti biasa saja dengan hal hal baru. Tidak norak sepetti orang orang yang baru masuk ke dunia orang kaya" Jelas Ria.
"Bagus dong kalau gitu" Jawab Sesa.
Tak lama tangan Leta di cekal oleh Bara. Leta sampai terkwjut hingga menumpahkan minuman nya pada paha Leta.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian mengajak Leta kemari?" Tanya Bara marah.
"Dia yang mengundang kiat ke sini" Sahut Vero.
"Sudah lah jangan marah lagi. Sini duduk. Nih minum dulu" Ucap Leta memberikan minuman pada Bara.
Dengan beberapa rayuan Leta. Akhir nya Bara luluh dan mulai bergabung dengan mereka.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau mau ke sini?" Tanya Bara.
"Kalau bilang kamu pasti nggak akan membolehkan aku" Jawab Leta.
Bara mengusap kepala Leta dengan Lembut.
"Bersenang senang lah" Ucap Bara.
Leta tersenyum lalu mencium pipi Bara. Dia menarik tangan Sesa dan mengajak Sesa menari ke lantai dansa.
"Dia ternyata asik juga" Ucap Vero.
"Iya. Aku juga baru melihat sisi ini dari diri nya" Ucap Bara.
"Lihat lah betapa cantik nya dia ketika tertawa lepas seperti itu" Ucap bara lagi.
__ADS_1
"Iya. Sesa juga sangat cantik. Sudah lama aku gidak melihat dia yang sebahagia itu" Jawab Vero.
"Maaf tuan. Karena tuan sudah ada di sini. Saya ingin pamit pulang" Pamit Ria.
"Iya. Terus pantau apa yanh di lakukan Eva di rumah. Jika dia macam macam lakukan apa yang terbaik menurut kamu" Ucap bara tegas.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria pergi meninggalkan mereka semua utnuk kembali ke rumah Bara menjalankan tugas yang di berikan Bara pada nya.
"Kamu masih saja percaya dengan dia" Ucap Vero.
"Karena aku sudah tau seperti apa dia sebenar nya" Jawab Bara.
"Iya. Tapi dia akan susah mencari pasangan nya jika dia terus seperti itu " Ucap Vero.
"Aku yang akan mencarikan nya jika dia belum mendapatkan yang sesuai" Sahut Bara.
Vero hanya tersenyum mendengar jawaban Bara. Mereka kembali melihat ke arah pujaan hati nya yang sedang bersenang senang di lantai dansa.
"Sudah malam. Kita ajak pulang saja yuk. Kasihan mereka jika kelelahan" Ucap Vero.
"Iya" Jawab Bara.
Bara menghampiri Leta sedangkan Vero menghampiri Sesa.
"Pulang. Sudah tengah malam nanti kamu kecapekan" Ucap Bara yang sedikit berteriam karena alunan lagu nya yang sangat keras.
"Iya" Jawab Leta.
Bara membopong Leta karena Leta sedikit mabuk. Dia membawa Leta masuk ke dalam mobil nya.
"Bar. Aku duluan ya?" Pamit Vero.
"Iya" Jawab bara.
Bara masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobil nya ke arah rumah.
"Kalau aku membawa dia ke rumah Eva akan melihat Leta mabuk dan itu akan membuat mamah semakin benci sama Leta kalau sampai Eva mengadukan nya pada mamah" Guman Bara.
Bara mengambil ponsel nya untuk menghubungi Ria.
"Ria. Aku tidak pulang malam ini. Jadi tidak usah menunggu kita" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Bara melajukan mobil nya ke arah hotel.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš