
Papah Vero merasa bangga pada anaknya itu. Dia tau kalau Vero akan setegas itu tentang perasaan nya. Namun papah Vero masih ingin menguji ketulusan Vero lagi.
"Tapi maaf Vero. Papah masih belum bisa percaya akan ucapan kamu itu." Ucap papah.
Emosi Vero kini mulai memanas. Dia tidak menyangka kalau papah nya akan sesusah ini untuk memaafkan kesalahan nya dulu. Dia menggenggam jemari nya dengan sangat kuat.
Sesa yang melihat Vero menahan emosi nya meraih tangan Vero dan menggenggam nya dengan lembut. Vero yang merasa genggaman Sesa hati nya sedikit merasakan kesejukan.
"Papah akan mengurung Sesa di rumah ini. Papah tidak akan membiarkan kamu menyakiti Sesa." Ucap papah Vero.
Vero ternganga mendengar ucapan papah nya.
"Dan untuk kamu. Kamu pergi dari sini. Jangan pernah kamu temui Sesa lagi" Ucap papah Vero lagi.
Brack.
Vero menggebrak meja yang ada di depan nya. Dia sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi.
"Pah. Papah tidak berhak memisahkan aku dan Sesa. Kami saling mencintai pah." Ucap Vero tegas.
"Hanya Sesa yang mencintai kamu Vero. Kamu hanya mempermainkan Sesa dan kamu hanya bisa menyakiti Sesa." Jawab papah Vero.
"Bawa Vero keluar dari rumah ini. Bawa Sesa juga masuk ke dalam kamar" Ucap papah Vero.
Dengan cepat 4 pengawal papah Vero menghampiri mereka. 2 orang menarik Vero keluar dari rumah. 2 lain nya membawa Sesa masuk ke dalam kamar Vero.
"Pah jangan pisahkan aku dan Sesa pah. Aku tulus mencintai Sesa pah. Jangan pisah kan kami pah" Teriak Vero yang terus di tarik keluar dari rumah nya sendiri.
Sesa hanya mempu menangis karena keputusan papah Vero yang tidak bisa di bantah nya.
Mamah Vero yang merasa kasihan dengan Vero dan juga Sesa marah pada suami nya itu.
"Pah. Apa yang kamu lakukan? Mereka sudah saling mencintai dan menerima satu sama lain" Ucap mamah marah.
"Mah tenang lah. Papah hanya menguji Vero saja mah" Jelas papah.
"Tapi tidak dengan memisahkan mereka pah. Kasihan mereka pah. Mamah tidak setuju dengan cara kamu ini pah" Ucap mamah tegas.
"Mah tenang lah. Papah akan jelaskan semua rencana papah di kamar ok" Pinta papah.
"Tidak. Mamah ingin menemui Vero. Mamah akan menikahkan mereka dengan atau tanpa persetujuan papah" Ucap mamah Vero.
"Mah tenang lah." Teriak papah Vero.
Mamah yang mendengar bentakan suami nya itu hanya mampu terdiam dan menangis. Dia terduduk di sofa dan terus menangisi putra nya itu.
__ADS_1
"Mah papah akan jelaskan semua nya. Papah harap mamah tenang dulu" Ucap papah Vero.
Di luar gerbang.
Vero terus memanggil manggil nama Sesa. Sesa hanya mampu melihat Vero dari balik jendela yang tertutup rapat dengan kerangka besi.
"Vero. Apa yang harus kita lakukan. Aku sangat mencintai kamu. Tapi kenapa kita harus di pisahkan seperti sekarang?" Guman Sesa menangis.
"Sesa aku mencintai kamu Sesa. Kamu harus yakin akan perasaan ku. Jangan pernah ragu akan perasaan ku pada mu Sesa" Teriak Vero.
Sesa menangis dan mengangguk mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Vero.
"Tunggu aku Sesa. Aku tidak akan menyerah untuk bisa kembali pada mu. Tunggu aku Sesa" Teriak Vero lagi.
"Iya. Aku akan selalu menunggu kamu Vero" Ucap Sesa tanpa bisa di dengar oleh Vero.
Namun Vero tau akan jawaban Sesa. Dia tersenyum dan melambaikan tangan nya ke arah Sesa.
"I LOVE YOU" Ucap Vero tanpa mengeluarkan suara nya.
"I LOVE YOU TO" Jawab Sesa yang masih menangis tapi tetap tersenyum.
Vero memberikan kode untuk menghapus air mata nya dan tetap tersenyum. Sesa mengangguk lalu memakasakan senyuman nya agar di lihat oleh Vero.
Vero berjalan meninggalkan rumah nya untuk menuju ke kos nya. Sesekali dia melihat ke arah kamar nya yang kini di tempati oleh Sesa.
"Ya Sesa ada apa?" Tanya Bara yang sibuk dengan setumpuk berkas. Apa lagi Sesa yang kini sedang ambil cuti.
"Bara tolong" Ucap Sesa menangis.
Seketika Bara berdiri dari duduk nya dan menghentikan aktifitas nya. Dia mendengar Sesa yang menangis.
"Sesa kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Bara tegas.
"Tolong Bara. Vero... Vero" Ucapan Sesa terhenti ketika Bara mematikan ponsel nya.
"Halo Bara Bara" Panggil Sesa.
Sesa melempar ponsel nya ketika melihat Bara yang sudah memutuskan panggilan nya.
Bara berjalan keluar dari kantor nya dengan marah.
"Cari Vero sekarang juga" Ucap Bara pada supir nya.
"Baik tuan" Jawab supir Bara.
__ADS_1
Bara sangat marah pada Vero. Dia berfikir kalau Vero telah menyakiti Sesa lagi.
"Aku sudah baik mempertemukan kalian. Tapi kamu menyakiti nya lagi. Aku tidak bisa membiarkan kamu begitu saja Vero" Guman Bara dengan amarah nya yang memuncak.
Saat dalam perjalanan ke arah kos Vero. Supir Bara menghentikan mobil nya tepat di depan Vero. Vero sempat terkejut. Namun setelah melihat Bara yang keluar dari mobil dia sedikit tenang.
"Bara untuk kamu ke sini" Ucap Vero yang sempat berfikir untuk meminta bantuanpada Bara agar membujuk orang tua nya.
Duack.
Bara memukul wajah Vero dengan keras.
"Bara ada apa? Kenapa kamu memukul ku?" Tanya Vero heran dan kesakitan
"Aku sudah baik hati untuk mempertemukan kalian. Tapi apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu menykiti Sesa lagi. Kamu laki laki atau bukan? Kenapa kamu selalu membuat dia menangis?" Teriak Bara marah besar.
"Bara aku tidak menyakiti dia" Ucap Vero yang sudah berdiri.
Duack
Lagi lagi Bara memukul wajah Vero. Namun kali ini Vero tidak diam saja. Dia membalas Bara. Dia memukul wajah Bara dengan keras juga.
Duack.
"Aku tidak menyakiti dia Bara. Aku sudah jadian dengan Sesa" Ucap Vero.
Seketika Bara terdiam. Dia tetap duduk di pinggir jalan mendengar ucapan Vero.
"Lalu kenapa dia menghubungi ku dengan menangis tersedu sedu?" Tanya Bara.
"Papah mengurung Sesa di rumah dan mengusir ku. Papah memisahkan kita karena papah tidak ingin aku menyakiti Sesa" Jelas Vero.
"Tapi apa benar kamu sudah pacaran dengan Sesa?" Tanya Bara lagi.
"Iya. Kemarin kita jadian. Aku sempat berfikir untuk menghubungi kamu. Tapi aku belum sempat" Jelas Vero.
"Masuk mobil. Kamu jelaskan semua nya pada ku" Ucap Bara dan di angguki oleh Vero.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš