
Bara meraih tengkuk leher Leta dan mencium nya. Semua tanu undangan bertepuk tangan dengan berciuman nya kedua mempelai.
Kini acara untuk memberikan selamat pada kedua mempelai. Para tamu undangan di perislahkan untuk naik ke panggung memberikan selamat.
Dengan alunan musik yang mengiring acara tersebut kesan romantis bertebaran dalam balutan kenahagian Leta dan Bara.
"Leta. Selamat ya akhir nya kamu sudah resmi menjadi nyonya Bara Antonio" Ucap Sesa memeluk Leta.
"Makasih ya kak. Makasih atas doa nya walaupun kakak capek kerja di kantor Bara seorang diri tapi kakak masih menyempatkan diri datang ke acara ini" Ucap leta.
"Leta apapun tentang kamu aku akan usaha kan. Sekali lagi selamat ya Leta semoga cepat dapat momongan" Ucap Sesa.
"Amin makasih ya kak" Ucap Leta tersenyum.
"Selamat ya bro. Akhir nya apa yang selama ini kaku impikan terwujud juga" Ucap Vero.
"Iya makasih. Lalu kapan kamu mau bicara dengan Sesa soal perasaan kamu?" Tanya Bara.
"Doain aja Bara. Aku sedikit demi sedikit sedang berusaha mendekati dia lagi kok. Aku juga sudah nggak main wanita lagi. Aku akan mengejar dia mulai saat ini" Jawab Vero.
"Iya bagus deh semoga hubungan kalian lancar" Ucap Bara.
"Amin bro makasih" Ucap Vero.
Setelah semua acara selesai kini waktu nya Bara dan Leta akan melakukan konferensi pers.
Bara dan Leta sudah duduk di kursi yang di siapkan Ria tentu nya karena dia lah yang bertanggung jawab akan acara tersebut.
"Pertama tama. Saya mengucapkan terima kasih sebesar besar nya pada semua yang telah hadir di acara yang sangat membahagian kusus nya untuk kami berdua. Saya akan menceritakan semua nya pada kalian" Ucap Bara.
"Saya sudah menikahi Leta kurang lebih 6 bulan yang lalu. Karena Leta yang masih bekerja sebagai OB di perusahaan saya. Dia meminta untuk tidak mempublikasikan pernikahan kita saat itu. Dan untuk peri kecil. Dia lah peri kecil saya. Dia lah pehyelamat hidup saya. Dia lah yang membuat saya bertahan dengan apa yang pernah saya alami dulu" Ucap Bara dengan memandang mata Leta.
FLASH BACK
Saat Bara berusia 15 tahun. Bara pernah merasakan dingin nya rumah yang gelap dan pengap di tengah hutan.
Bara yang saat itu sedang terluka karena mencoba melawan para penculik hanya mampu berdiam diri di sebuah kamar yang pengap tanpa ada cahaya yang masuk sedikit pun.
__ADS_1
Dia terus berfikir bagai mana cara nya agar dia bisa kabur dari tempat terkutuk itu. Berhari hari Bara berada di kamar pengap itu.
Akhir nya Bara menemukan cara agar dia bisa kabur dari para penculik itu. Saat pagi hari para penculik itu masih tertidur. Bara mencoba melubangi dinding rumah yang terbuat sari anyaman banbu dengan garpu yang dia asah beberapa hari ini dengan batu.
Dengan kesusahan Bara berhasil membuat sayatan besar di dinding itu. Dia melairkan diri lewat dinding itu namun karena dia terluka dia sedikit kesusahan dengan pelarian nya itu.
Salah satu penculik datang ke kamar yang di pakai Bara untuk memberi makan Bara namun dia tidak menemukan Bara dan meliahat dinding yang telah berlubang.
"Breng****k dia kabur. Cepat cari dia" Teriak penculi marah.
Bara terus sekuat tenaga berlari melewati hutan yang gelap karena tumbuhan tumbuhan yang menjulang tinggi.
Kini Bara telah sampai di sebuah suangi yang arus air nya sedikit deras. Dia mencari jalan atau batuan agar bisa melewati sungai tersebut namun para penculik semakin mendekat.
"Dasar anak sia***an. Jangan kabur lo. Gue habisi lo" Teriak para penculik.
Karena ketakutan Bara akhir nya menceburkan diri nya ke sungai tersebut. Para penculik terus berupaya mencari keberadaan Bara namun tidak menemukan Bara.
Sedangkan Bara telah pingsan dan terbawa arus. Badan nya yang kurus berbentur bentur batuan sungai yang besar besar hingga tubuh nya terdampar di pinggiran sungai.
Pada saat bersamaan seorang gadis kecil yang berusia 9 tahun sedang membatu nenek nya mencuci baju di sungai.
"Nenek ada orang tidur di suangai" Ucap gadis kecil itu.
Gadia kecil itu berlari mendekati Bara tanpa rasa takut. Dan saat bersamaan kesadaran Bara telah kembali.
Bara melihat gadis kecil yang cantik dengan luncir kuda nya yang membuat nya sangat imut.
"Peri kecil tolong aku" Ucap Bara kemah.
Gadis kecil itu memberikan jaket nya pada Bara.
"Kakak tunggu di sini ya aku panggil nenek dulu" Jawab gadis kecil.
Gadia kecil itu berlari menghampiri nenek nya. Dia menarik nenek nya untuk menolong Bara
Dengan bantuan para warga Bara di bawa ke rumah gadis kecil itu. Bara bertanya pada gadis itu.
__ADS_1
"Siapa nama kamu?" Tanya Bara ketiak para warga akan membawa Bara ke rumah sakit kare a keadaan Bara yang semakin memburuk.
"Nama ku Leta" Jawab gadis kecil yang bernama Leta itu.
Bara tersenyum katika mendengar jawaban dari Leta namun dia lingsan kembali dan warga akhir nya membawa Bara ke rumah sakit.
Hampir 5 hari Bara tidak sadarkan diri. Saat dia membuka mata nya dia melihat dinding yang berwarna putih bersih.
"Di mana aku?" Tanya Bara lirih.
"Bara ini mamah nak. Kamu baik baik saja kan nak?" Tanya mamah Bara menangis.
Bara mengangguk perlahan. Dia mencari ke sekeliling nya. Mencari gadis kecil yang telah menolong nya.
"Di mana dia?" Tanya Bara.
"Dia siapa Bara?" Tanya papah Bara.
"Gadis kecil yang menolong ku. Dia cantik seperti peri" Jawab Bara.
"Nak kami tidak melihat gadis kecil. Orang yang membawa kamu ke sini warga yang telah menolong kamu ketika berada di pinggir sungai" Jelas papah Bara.
"Tidak pah. Yang menolong ku gadis kecil itu. Peri kecil itu memanggil orang orang untuk menolong ku pah. Dia lah yang sudah menolong ku" Ucap Bara.
"Bara Bara tenang lah nak. Kami akan mencari gadis yang kamu maksud itu. Tapi kamu harus istirahat dulu" Ucap mamah Bara.
Sepuluh tahun berlalu.
Bara yang sudah memegang perusahaan papah nya karena kejeniusan nya dalam utusan bisnis membuat perusahan nya semakin besar.
Namun dia terus menacari peri kecil yang pernah menolong nya. Dia hanya ingat nama nya Leta dan dia meminta para anak buah nya yang handal mencari gadis bernama Leta di tempat dia di temukan.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš