
Pagi ini Bara berangkat ke kantor dengan wajah yang kurang segar dan emosi nya yang sewaktu waktu bisa meledak kapan saja.
Dia masih memikirkan Leta yang memiliki hubungan khusus dengan teman teman kerja nya yang juga OB di kantor Bara.
"Kamu kenapa?" Tanya Sesa yang berjalan cepat mendekati Bara.
"Jaga sikap kamu. Kita di kantor sekarang" Ucap Bara tegas.
Sesa yang merasa malas dengan jawaban Bara hanya diam dan mengikuti Bara dari belakang.
Di lift.
Sesa tetap diam namun kini Bara yang ambil bicara pada nya.
"Apa kamu tau siapa pacar Leta?" Tanya Bara.
Sesa terkejut dengan pertanyaan Bara. Jadi benar tebakan nya kemarin kalau Bara memang memiliki perasaan dengan Leta.
"Kenapa diam saja? Tadi cerewet sekali" Ucap Bara marah.
Sesa hingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Bara. Dia takut kalau Bara akan marah dan akan berdampak buruk dengan pekrjaan hari ini.
"Sudah lah lupakan saja. Siapapun pacar nya aku bisa merebut nya" Ucap Bara keluar dari lift.
Sesa semakin takut dengan ucapan Bara barusan. Dia tidak tau harus berbuat apa lagi karena dia tau betul dengan sikap Bara.
"Aduhhh gimana ini dengan Leta?" Guman Sesa dalam hati.
Sesa masuk ke dalam ruangan nya. Baru saja dia duduk di kursi kerja nya telfon kantor sudah berdering dan dia tau kalau Bara lah yang menghubungi nya.
"Iya pak Bara ada yang bisa saya bantu?" Tanya Sesa sopan.
"Suruh Leta membuatkan kopi untuk ku" Ucap Bara singkat dan menutup telfonnya.
Sesa menarik nafas panjang karena dia tidak ingin emosi dengan sikap Bara.
Sesa keluar ruangan nya dan terlihat Dion yang ada di ruangan OB.
"Leta mana?" Tanya Sesa.
"Maaf bu Leta hari ini ijin karena sakit" Jawab Dion.
"Ya sudah buatkan kopi untuk pak Bara" Pinta Sesa.
"Baik bu" Jawab Dion.
Dion membuatkan kopi untuk Bara. Setelah selesai dia mengantarkan kopi tersebut ke ruangan Bara.
Tok tok tok.
Dion mengetuk pintu ruangan Bara.
"Masuk" Ucap Bara.
Dion masuk ke dalam ruangan Bara dan menaruh kopi di meja kerja Bara.
"Silahkan kopi nya pak" Ucap Dion sopan.
Bara melihat ke arah Dion dan menatap tajam Dion. Dia teringat kembali katika Dion memegang wajah Leta kemarin.
"Kenapa kamu yang buatkan? Di mana Leta?" Tanya Bara.
"Maaf pak. Leta sedang sakit jadi dia ijin untuk hari ini" Jawab Dion.
__ADS_1
Deg.
Jantung Bara bagai terhenti ketika mendengar Leta yang sakit.
"Kamu keluar" Ucap Bara.
"Baik pak" Jawab Dion.
Dion keluar dari ruangan Bara dan kembali ke ruangan OB.
Bara menghubungi Sesa lagi.
"Cari alamat Leta sekarang juga. Kamu siap kan mobil juga" Ucap Bara langsung mematikan panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari Sesa.
Di ruangan Sesa. Setelah mendapat panggilan dari Bara dia dengan cepat mencari alamat Leta. Setelah dapat dia keluar dari ruangan dan menuju ke ruangan Bara.
"Siapkan mobil" Ucap Sesa pada supir Bara lewat panggilan telfon.
"Baik bu" Jawab supir.
Sesa masuk ke dalam ruangan Bara.
"Kenapa kamu nggak bilang kalau Leta sakit?" Teriak Bara marah.
"Aku juga nggak tau. Aku baru tau tadi saat kamu minta kopi" Jawab Sesa.
"Argh. Kenapa kamu bisa nggak tau. Mulai sekarang kamu harus tau apa saja kegiatan Leta" Ucap Bara.
"Baik" Jawab Sesa.
"Kamu sudah tau di mana alamat nya?" Tanya Bara lagi.
"Sudah" Jawab Sesa.
"Baik" Jawab Sesa.
Bara keluar dari ruangan nya dengan buru buru menuju ke lift. Dia terlihat sangat khawatir. Sesa sangat taj jelas apa yang di rasakan Bara saat ini.
"Kamu tenang Bar. Dia akan baik baik saja" Ucap Sesa menenangkan Bara.
"Cari tau semua tentang Leta. SEMUA NYA" Ucap Bara penuh penekanan.
"Baik lah" Jawab Sesa singkat.
Di rumah Leta.
Bara dan Sesa sudah sampai di rumah Leta. Tak berselang lama Dokter juga sudah sampai di rumah Leta.
"Maaf siapa yang sakit?" Tanya Dokter.
"Yang sakit ada di dalam rumah ini Dok. Tolong tunggu sebentar." Ucap Sesa.
Bara masuk begitu saja ke dalam rumah dan melihat Leta yang sedang tiduran di Sofa.
"Pak Bara" Ucap Leta terkejut.
Leta tambah terkejut dengan adanya Sesa dan Dokter.
"Tertap diam dan tiduran" Ucap Bara tegas.
Leta yang ketakutan hanya diam dan mengikuti ucapan Bara.
"Dia yang sakit. Cepat periksa" Ucap Bara.
__ADS_1
"Pak Bara ini pasti ada kesalahan. Saya tidak sakit" Ucap Leta takut.
"Diam dan tetap tiduran" Ucap Bara tegas.
Sesa memberi kode pada Leta untuk mengikuti ucapan Bara dan membiarkan Dokter memeriksa Leta.
Dokter mulai memeriksa Leta. Leta berbisik pada Dokter karena dia takut jika Bara akanendengar nya.
"Pak saja tidak sakit. Saya hanya kecapekan" Bisik Leta
Dokter hanya tersenyum kecut karena dia sudah tau sikap orang kaya yang selalu membesar besarkan masalah kecil.
"Bagaimana?" Tanya Bara.
"Pak Bara. Nona ini tidak sakit dia hanya kelelahan saja. Tidak perlu khawatir" Jawab Dokter.
"Nggak mungkin dia bilang kalau dia sakit. Periksa lagi" Ucap Bara tegas.
"Pak Bara. Saya tidak sakit saya hanya kelelahan. Saya cukup istirahat saja" Jelas Leta lembut.
Bara yang mendengar ucapan Leta mulai tenang.
"Ya sudah Sesa antar Dokter keluar" Pinta Bara.
"Baik" Jawab Sesa.
"Mari Dokter" Ucap Sesa mempersilahkan Dokter keluar dari rumah Leta.
Bara duduk di sebelah Leta dan memeluk Leta.
"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Bara lembut.
"Maaf pak Bara tolong jangan seperti ini" Pinta Leta mendorong tubuh Bara.
"Aku khawatir dengan keadaan kamu. Malam ini aku akan bermalam di sini" Ucap Bara tegas.
"Apa?" Teriak Leta lantang karena terkejut dia sampai berdiri dari duduk nya karena terkejut.
"Kamu terial di depan saya?" Ucap Bara yang juga marah.
"Maaf pak tapi saya tinggal di sini sendiri jadi tidak baik jika anda bermalam di sini" Ucap Leta lembut.
"Saya tidak peduli" Jawab Bara.
Leta yang sudah lelah untuk berdebat dengan Bara akhir nya hanya diam dan membiarkan apa yang mau di lakukan Bara.
Sesa yang mendengar Bara berdebat dengan Leta hanya tsrsenyum karena Leta kalah jika harus berdebat dengan Bara.
"Semangat Leta. Kamu pasti bisa manaklukan gunung es itu" Ucap Sesa.
Sesa kembali ke kantor dan meninggalkan Bara di rumah Leta. Dia memberikan kesempatan pada Bara untuk lebih dekat dengan Leta.
"Maaf Leta karena kamu harus mengurus bayi besar itu" Guman Sesa di dalam mobil.
**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak **
@DIYAH_NUR_ARROYAN
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1