
Malam hari di rumah Leta.
Leta telah selesai memasaka makan malam untuk diri nya dan juga Bara. Setelah masak dan menata makanannya. Dia berjalan ke arah ruang tengah untuk memanggil Bara.
Saat di ruang tengah Leta melihat Bara yang tertidur pulas di sofa. Leta menghampiri Bara daj berjongkok di depan Bara yang tertidur.
"Anda pasti lelah sekali dengan pekerjaan anda. Anda tertidur di sini dengan pulas" Ucap Leta lirih.
Leta berdiri ingin mengambilkan selimut untuk Bara. Namun dia terhenti ketika tangan nya di cekal oleh Bara.
"Tetap lah di sini. Aku mohon" Ucap Bara lirih.
"Anda memerlukan sesuatu pak?" Tanya Leta.
"Tetap lah di sini. Sebentar saja" Ucap Bara.
Bara bangun dari tidur nya dan menarik tangan Leta agar Leta duduk di sebelah nya.
Bara merebahkan diri nya di paha Leta dan ebali menutup mata nya.
"Ijin kan aku untuk sedikit egois Leta. Aku sangat lelah dan aku membutuhkan mu saat ini" Guman Bara dalam hati.
Leta yang merasa tidak enak dengan Bara akhir nya membiarkan Bara tidur di pangkuan nya.
"Sudah lah biarkan saja palingan juga sebentar" Guman Leta.
"Leta" Panggil Bara.
"Iya" Jawab Leta singkat.
"Terima kasih untukengijinkan ku berada di sini" Ucap Bara.
"Saya yang harus nya berterima kasih karena bapak sudah memanggil Dokter untuk memeriksa ku" Ucap Leta.
"Hahaha... Maaf tadi saat sangat lah memalukan ku. Aku berbuat hal bodoh untuk memanggil Dokter dan ternyata kamu hanya jelelahan" Ucap Bara tersenyum.
"Sangat tampan jika anda tersenyum" Guman Leta dalam hati dan tersenyum.
Sedetik kemuadian mereka sama sama terdiam dan tidak tau harus bicara apa lagi.
"Emmm. Leta maaf atas apa yang aku lakukan kemarin. Aku benar benar tidak bisa mengontrol diri ku saat itu" Ucap Bara
"Sudah lah tidak perlu membicarakan nya lagi" Jawab Leta.
"Oh iya saya sudah masak makan malam. Apa anda mau makan sekarang?" Tanya Leta.
"Nanti saja. Aku masih ingin istirahat sebentar" Jawab Bara.
Leta yang merasa kasihan pada Bara membiarkan Bara istirahat sebentar lagi. Perlahan Leta mengusap kepala Bara lembut dan itu mampu membuat Bara semakin tenang.
Bara tersenyum ketika tangan Leta mengusap kepala nya.
Tanpa mereka sadari. Bara maupun Leta mulai tertidur di sofa.
Ke esokan hari nya.
Bara bangun lebih dulu. Dia melihat Leta yang masih memangku diri nya dan tidur di sofa bersama nya
"Terima kasih Leta" Ucap Bara.
Tak lama Leta terbangun. Bara yang mengetahui Leta bangun pura pura tertidur kembali.
__ADS_1
"Saat tidur anda terlihat lebih tenang" Ucap Leta tersenyum lembut.
Bara membuka mata nya karena sudah tidak tahan jika harus terus membohongi Leta dan akan berdampak buruk jika diri nya tidak bisa mengontrol keinginannya.
"Pagi Leta. Maaf apa kamu tidur di sini semalam?" Tanya Bara kikuk.
"Iya pak. Tidak apa apa. Saya akan menyiapkan air untuk anda mandi" Ucap Leta.
Bara bangun dan membiarkan Leta pergi ke kamar mandi.
"Terima kasih Leta. Aku tidak akan melwpaskan kamu mulai saat ini" Guman Bara.
Leta menyiapkan aur untuk mandi Bara. Setelah siap dia memanggil Bara.
"Air nya sudah siap pak. Tapi maaf saya tidak bisa menyiapkan pakaian anda karena saya tidak punya pakaian pria di sini" Ucap Leta.
"Tidak apa. Aku akan meminta Sesa membawakan pakaian untuk ku nanti" Jawab Bara.
"Saya akan memasak dulu" Pamit Leta.
Bara mengangguk dan Leta meninggalkan Bara untuk masak sarapan pagi mereka. Bara menghubungi Sesa.
"Ada apa sih ini masih pagi" Ucap Leta mengeluh.
"Belikan pakaian kerja untuk ku dan bawa ke rumah Leta sekarang" Jawab Bara.
"Ok" Jawab Sesa singkat.
Bara mematikan ponsel nya dan ke arah kamarmandi untuk membersihkan diri nya.
Tak lama dia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono milik Leta.
"Anda mau makan sekarang?" Tanya Leta.
Leta mengambilkan makan untuk Bara lebih dulu. Setelah itu baru dia mengambil makan untuk diri nya sendiri.
"Terima kasih Leta" Ucap Bara.
"Sama sama pak" Jawab Leta tersenyum.
Leta dan Bara makan dengan tenang. Tak lama terdengar suara ketukan pintu rumah Leta.
"Mungkin itu Sesa" Ucap Bara.
"Biar saya yang buka kan pintu. Kamu mandi saja" Ucap Bara.
"Iya pak" Jawab Leta.
Bara berjalan ke arah pintu rumah Leta dan membukakan pintu rumah Leta. Dia melihat Dion yang kini ada di depan rumah Leta.
"Pak Bara" Ucap Dion terkejut.
Dion tambah terkejut karena melihat penampilan Bara yang hanya memakai handuk kimono Leta.
"Ada apa?" Tanya Bara singkat.
"Apa yang anda lakukan di sini?" Tanya Dion lagi.
"Menurut kamu? Dan kamu mau apa ke mari?" Tanya balik Bara tegas.
"Saya ingin menjemput Leta" Jawab Dion.
__ADS_1
"Tidak perlu. Saya yang akan mengantar di ke kantor" Jawab Bara tegas.
Pada saat bersamaan Sesa sampai di rumah Leta. Dia melihat Dion dan Bara yang ada di depan pintu rumah Leta.
"Gawat mereka bisa bertengkar kalau di biarkan saja" Ucap Sesa
Sesa berlari menghampiri mereka.
"Pak ini pakaian nya" Ucap Sesa menyerahkan tas pada Bara
Bara mengambil tas dari Sesa dan masuk ke dalam rumah Leta. Dia masuk ke kamar Leta untuk berganti pakaian. Karena hanya kamar Leta yang bersih dari debu.
"Pak Bara apa yang anda lakukan di sini?" Tanya Leta terkejut.
"Mau ganti pakaian lah. Sudah kamu berbalik sana. Aku mau ganti pakaian dulu" Pinta Bara.
Leta berbalik dan menghadap ke tembok. Bara tersenyum karena Leta tidak mengusir nya.
"Sudah selesai" Ucap Bara.
Leta berbalik dan melihat Bara yang sudah tampan dengan pakaian kerja nya.
"Mau berangkat atau tidak? Kita akan telat kalau kamu hanya diam memandangi saya" Ucap Bara.
Leta tersadar dengan ucapan Bara. Dia mengambil tas dan ponsel nya. Leta dan Bara keluar dari kamar Leta bersamaan.
Leta terkejut ketika melihat Dion yang terus memandangi nya.
"Kak Dion?" Panggil Leta terkejut.
"Maaf saya sudah mengganggu anda" Ucap Dion.
Dion keluar dari rumah Leta dengan perasaan marah. Leta ingin mengejar Dion namun terhenti ketika tangan nya di cekal oleh Bara.
"Biarkan dia" Ucap Bara.
"Maaf pak tapi saya harus mengejar kak Dion" Ucap Leta melepaskan tangan Bara.
Leta keluar dari rumah nya dan ternyata Dion sudah pergi dari rumah Leta.
Sesa yang merasa tidak enak dengan Leta hanya diam dan tidak melakukan apa apa.
"Maaf Leta aku tidak bisa membantu kamu saat ini" Guman Sesa dalam hati.
Bara mengikuti Leta keluar dari rumah nya.
"Masuk ke mobil. Aku akan mengantar kamu" Ucap Bara.
"Terima kasih pak.Tapi saya akan naik bis saja" Jawab Leta.
Leta berjalan kaki ke arah halte bis. Bara ingin mengikuti Leta namun di tahan oleh Sesa.
"Jangan. Biarkan dia sendiri dulu" Ucap Sesa.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš