CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
AWAL PERTEMUAN BARA


__ADS_3

2 Minggu trlah berlalu.


Leta bekerja dengan baik di labtai 40. Dia juga gampang berbaur dengan baik dengan asisten CEO yang baru kembali 1 minggu lalu.


"Leta tolong kamu bersihkan ruangan ku" Pinta Sesa.


"Baik bu" Jawab Leta.


"Leta sudah aku katakan berkali kali jangan panggil aku bu. Panggil kakak" Ucap Sesa pertegas.


"Iya kak maaf aku lupa" Jawab Leta lagi


"Ya sudah. Cepat bersihkan aku mau kembali kerja" Pinta Sesa.


"Iya kak" Jawab Leta.


Leta mulai membersihkan ruangan Sesa. Dia melihat Sesa yang sibuk dengan tumpukan berkas.


"Kak. Kenapa kakak sangat sibuh sekali? Aku sudah melihat kakak selama 1 minggu ini dan kakak selalu pulang malam dengan pekerjaan yang menumpuk setiap hari. Apa kakak tidak capek?" Tanya Leta.


"Leta. Ini semua seharus nya pekerjaan CEO tapi karena beliau belum kembali jadi aku yang harus menangani nya. Aku juga merasa lelah harus setiap hari lembur. Kau bagaimana lagi ini sudah tanggung jawab ku jadi aku tidak bisa lepas tangan begitu saja" Jelas Sesa.


"Kak Sesa hebat sekali. Suatu saat nanti Leta ingin sekali sepeti kakak yang hebat" Ucap Leta berbinar melihat Sesa.


"Iya semoga kamu bisa mencapai cita cita kamu Leta" Ucap Sesa.


Sesa adalah sekertaris sekaligus asisten CEO fi perusahaan ini. Leta akrab dengan Sesa karena Leta sering lembur untuk menemani Sesa.


"Oh iya Leta. Sebentar lagi kan gajian. Gimana kalau kita makan di luar?" Tanya Sesa.


"Boleh kak." Jawab Leta.


"Bagus kali ini biar aku yabg traktir karena kamu sudah sering memasakkan aku makanan yang enak" Ucap Sesa.


"Iya kak. Aku masak untuk kak Dion juga kok" Ucap Leta.


"Kamu suka dengan Dion?" Tanya Sesa.


"Apaan sih kak. Enggak kok" Jawab Leta malu.


Wajah Leta memerah karena malu apa yang dia sembunyikan selama ini terlihat oleh Sesa. Sesa pun tersenyum melihat Leta yang malu malu.


Saat mereka sedang asik bercanda telfon kantor Sesa berdering. Sesa meminta Leta untuk diam karena dia tau kalau CEO lah yang menghubungi nya.


"Ke ruangan saya sekarang" Ucap CEO.


"Baik pak" Jawab Sesa tegas.


Sesa menutup telfon nya dan meminta Leta untuk membersihkan meja kerja nya.


"Leta tolong bersihkan aku ke ruangan CEO dulu" Pamit Sesa.


"Iya kak" Jawab Leta


Leta melihat Sesa yang buru buru keluar dari ruangan nya. Dia berfikir kalau CEO mereka adalah orang tua yang kolot dan susah di tangani karena melihat tingkah Sesa tadi lah yang membuat Leta berfikir seperti itu.

__ADS_1


Di ruang CEO.


Tok tok tok


Sesa mengetuk ruang CEO dan masuk ke dalam ruangan CEO.


"Pak Bara memanggil saya?" Tanya Sesa yang berdiri di depan meja kerja Bara.


" Siapa yang membersihka ruangan saya?" Tanya Bara.


"OB baru yang membersihkan nya pak. Apa ada masalah?" Tanya Sesa.


"Kamu tau kan kalau aku tidak suka perubahan. Tapi lihat ini semua. Barang barang ku semua berubah tempat" Ucap Bara marah.


"Maaf pak. Saya akan menyuruh nya membersihkan ulang" Jawab Sesa.


"Tidak perlu. Suruh dia ke mari" Pinta Bara duduk di kursi kebesaran nya.


"Baik pak " Jawab Sesa.


Sesa keluar dari ruangan CEO dia kembali ke ruangan nya untuk menemui Leta.


"Leta. Yang bersih bersih di ruangan CEO pagi ini siapa?" Tanya Sesa untuk memastikan.


"Saya kak. Ada apa kak? Apa ada yang hilang? Kak aku nggak pernah mengambil yang bukan hak ku kak" Ucap Leta ketakutan


"Bukan Leta. Hanya saja kamu telah merubah tempat barang barang CEO. Dia ingin kamu ke sana untuk menata ulang" Jelas Sesa.


"Aku takut kak" Jawab Leta.


Sesa berjalan lebih dulu sedangkan Leta berjalan di belakang Sesa. Sesa menggenggam tangan Leta saat di depan ruangan CEO karena Leta saat ini sangat ketakutan.


"Jangan takut Leta. Semua nya akan baik baik saja" Ucap Sesa menenangkan Leta.


"Iya kak" Jawab Leta lirih.


Leta menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan untuk membuat nya lebih tenang.


Sesa mengetuk pintu ruangan CEO lalu masuk ke dalam ruangan dengan Leta di belakang nya.


"Saya sudah membawa Leta ke mari pak" Ucap Sesa


Bara yabg awal nya melihat keluar jendela kantor nya kini berbalik dan melihat Leta.


Deg deg deg.


Jantung Bara berdetak dengan kencang karena melihat Leta yang kini berada di depan nya.


"Kamu harus tenang Bara " Guman Bara dalam hati.


Bara duduk di kursi kebesaran nya dengan terus menatap Leta.


"Sesa kamu boleh keluar" Ucap Bara.


Sesa terkejut karena Bara meminta nya keluar. Dia melihat Leta yang ketakutan lagi. Wajah Leta sudah memucat dan tangan nya yang dingin gemetar.

__ADS_1


"Sesa keluar" Teriak Bara.


Sesa dan Leta terkejut dengan teriakan Bara yang menggelegar di dalam ruangan nya.


"Aku keluar dulu Leta. Kamu tenang saja. Pak Bara orang yang baik" Ucap Sesa lirih.


"Ngapain masih di sini?" Teriak Bara lagi.


Sesa keluar dari ruangan CEO dan Leta masoh berdiri di depan meja kerja Bara ketakutan.


"Kamu Aleta?" Tanya Bara datar.


"I....Iya pak" Jawab Leta terbata bata.


Bara berdiri dari kursi kebesaran nya dan berjalan untuk duduk di sofa.


"Buat kan saya kopi" Pinta Bara.


Leta terkejut karena dia berfikir kalau Bara akan memarahi nya namun Bara meminta nya untuk membuatkan kopi untuk Bara.


"Kenapa masih berdiri di situ?" Tanya Bara tegas.


"Baik pak saya akan buat kan sekarang" Ucap Leta.


Leta keluar dari ruangan CEO dan menuju ke ruang OB untuk membuat kan kopi Bara.


Bara tersenyum karena dia melihat tingkah Leta yang menurut nya menggemaskan.


Tak lama Leta telah kembali. Dia menaruh kopi di atas meja. Karena kurang hati hati Leta tersandung kaki meja dan membuat kopi yang dia buat tadi tumpah dan parah nya terkena kemeja serta jas yang di pakai Bara.


"Ah maaf pak. Maaf pak saya tidak sengaja. Maaf pak" Ucap Leta ketakuta


"Apa yang sudah kamu lakuan? Apa kamu sengaja membuat saya terluka?" Ucap Bara marah.


"Maaf pak saya benar benar tidak sengaja" Ucap Leta tertunduk.


"Ambil tisu bersihkan sekarang" Pinta Bara marah.


"Baik pak" Jawab Leta takut.


Leta mengambil tisu di meja kerja Bara dan menaruh nya di meja.


"Ini pak tisu nya" Ucap Leta lembut.


"Kamu yang bersihkan. Kamu yang menumpahkan" Ucap Bara datar.


Leta takut dengan Bara. Tapi dia yang bersalah dan harus bertanggung jawab. Dia mendekati Bara dan berjongkok di depan Bara.


**Jangan lupa di LIKE VOTE & KOMEN nya ya kak**


@DIYAH_NUR_ARROYAN


# selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2