
"Iya pak. Non Leta ingin anak anak gemar membaca dengan cara non Leta yang menyediakan buku buku nya dan meminjamkan nya secara gratis. Itu menurut saya" Jawab Ria.
"Ok bagus. Kamu cari cara untuk mendapatkan tanah yang ada di ujung jalan itu. Naikkan harga nya agar dia mau melepaskan tanah itu" Pinta Bara.
"Kalau boleh tau untuk apa Tuan?" Tanya Ria.
"Leta ingin taman baca kan? Aku akan mengabul kan nya" Jawab Bara.
"Tapi bukan kah anda ingin membuka pertokoan di tanah itu?" Tanya Ria.
"Kamu cari tanah lain yang sama strategis nya dengan tanah di situ" Jawab Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
"Ambilkan leptop dan ponsel ku di ruang kerja" Pinta Bara.
"Baik tuan " Jawab Ria.
Ria berjalan ke arah ruang kerja Bara. Dia mengambil leptop dan ponsel milim Bara lalu kembali ke ruang tengah untuk memberikan nya pada Bara.
"Ini tuan. Saya permisi ke belakang" Pamit Ria dan di angguki oleh Bara
Bara mulai bekerja dengan leptop nya. Tak lama dia mendapat panggilan dari Sesa di ponsel nya.
"Ada apa Sa?" Tanya Bara.
"Perusahaan orang tua Leta akan mengadakan pesta. Kamu dapat undangan dan kemungkinan besar Leta akan hadir di pesta tersebut" Jawab Sesa.
"Ok. Aku akan hadir. Tapi jangan sampai ada awak media di sana" Pinta Bara
"Baik" Jawab Sesa singkat.
Bara mematikan ponsel nya. Dia kembali mengerjakan pekerjaan nya di leptopnya.
Ke esokan hari nya.
Leta yang baru bangun dari tidur nya mendengar suara ponsel nya yang berdering.
"Dila. Ada apa dia menghubungi ku?" Guman Leta.
Leta mengangkat panggilan dari Dila.
"Ada apa?" Tanya Leta.
"Pulang lah. Akan ada pesta malam ini di rumah. Papah menyuruh ku menghubungi mu" Ucap Dila.
"Iya aku akan ke sana" Jawab Leta.
Dila mwmatikan ponsel nya begitu saja setelah mendengar jawaban dari Leta.
Leta akan bangun namun dia tidak bisa bangun ketika Bara memeluk perut nya.
"Lepaskan aku. Aku ingin mandi" Pinta Leta.
"Siapa yang menghubungi mu?" Tanya Bara.
"Dila. Adik tiri ku" Jawab Leta.
"Ada apa?" Tanya Bara yang berpura pura tidak tau akan acara di rumah Leta.
"Akan ada pesta. Aku di suruh untuk pulang. Apa boleh jika aku pulang?" Tanya Leta.
__ADS_1
"Tentu saja. Nanti malam aku akan menjemput mu" Jawab Bara.
"Tidak usah. Aku tidak ingin mereka tau akan hubungan Kita" Tolak Leta.
"Aku tidak peduli" Jawab Bara yang kembali merebahkan diri nya ke kasur.
Leta hanya diam. Dia beranjak dari kasur dan menuju ke kamar mandi.
Tak lama Leta keluar dari kamar mandi. Dia berganti pakaian lalu berpamita pada Bara.
"Aku keluar dulu" Pamit Leta.
"Kamu akan bersama Ria. Aku tidak akan mengijinkan kamu ke sana sendiri" Ucap Bara.
"Ria. Kamu ikut Leta ke mana pun" Pinta Bara tanpa menunggu jawaban dari Leta.
Leta yang pasrah hanya diam saja. Ria keluar menghampiri Leta di luar rumah.
"Saya sudah siap non" Ucap Ria.
"Ya sudah. Tapi ingat jangan bilang pada mereka kalau saya istri nya Bara" Pinta Ria.
"Tapi non..." Ucapan Ria terhenti ketika di sahut oleh Leta.
"Sudah jangan membantah. Tugas kamu untuk menemani ku jangan berbuat yang aneh aneh" Ucap Leta.
"Baik non" Jawab Ria.
Leta masuk ke dalam mobil. Ria yang akan mengemudikan mobil nya ke arah rumah Leta.
Di rumah Deva.
"Jadi simpanan siapa kamu pakai mobil semewah itu?" Tanya Dila sinis.
"Ini mobil teman ku Ria." Jawab Leta.
"Ria ini adik tiri ku Dila. Dila ini teman ku Ria" Ucap Leta memperkenalkan Ria pada Dila dan sebalik nya.
"Aku nggak lefel kenalan sama anak kampung" Ucap Dila.
"Dila jaga sikap kamu" Bentak Leta.
"Kamu berani membentak ku" Ucap Dila yang tak kalah tinggi nada suara nya dari Leta.
"Ada apa ini?" Teriak Lia yang turun dari lantai dua.
"Dia membentak ku mah" Ucap Dila.
"Karena kamu tidak sopan dengan teman ku" Sahut Leta.
"Sopan pada anak ini. Memang nya dia siapa? Kenapa Dila harus sopan sama dia?" Tanya Lia yang juga merendahkan Ria.
"Jadi ini lah didikan anda pada Dila yang akan menghancurkan hidup nya" Ucap Leta sinis.
"Apa kamu bilang?" Ucap Lia marah.
Lia akan menampar pipi Leta namun di hentikan oleh Ria.
"Maaf tapi kulit non Leta lebih berharga dari tangan anda. Jika anda ingin memukul nya maka saya akan mematahkan nya" Bisik Ria di telinga Lia.
Lia seketika wajah nya berubah ketakitan karena ancaman Ria. Dia menghempaskan tangan Ria dan mengajak Dila masuk ke dalam.
__ADS_1
"Ayo Dila kita masuk" Pinta Lia
"Tapi mah...." Ucap Dila terhenti.
"Sudah ayo masuk " Pinta Lia.
Ria kembali ke belakang Leta lagi.
"Kenapa mereka ?" Tanya Leta.
"Saya juga tidak tau non" Jawab Ria tersenyum.
"Ya sudah lah. Yuk masuk kita temui papah ku dulu" Pinta Leta.
"Baik non" Jawab Ria.
Malam hari di rumah Deva.
Acara pesta di rumah Deva susah di mulai. Leta memakai dres selutut dengan warna luning lembut yang membuat nya tambah bercahaya.
"Non Leta sangat cantik" Ucap Ria.
"Jangan memuji ku. Yanv membayar gaji kamu Bara bukan aku" Jawab Leta bergurau.
"Tidak apa non. Tapi non Leta memang benar benar cantik. Tuan Bara pastisangat senang melihat non Leta yang tampil cantik seperti ini" Ucap Ria.
"Sudah ah jangan memujiku terus. Aku bisa bisa terbang karena pujian kamu itu" Jawab Leta tersenyum.
Leta dan Ria sudah siap. Mereka turun ke lantai satu untuk mengikuti pesta malam itu.
Saat Leta menuruni anak tangga. Banyak mata yang kagum akan kecantikan dan ke anggunan Leta.
"Dia anak pak Deva?" Tanya seorang pria tampan yang sedang bicara dengan Deva.
"Iya pak. Dia putri saya nama nya Leta" Jawab Deva.
"Leta kemari lah" Pinta Deva.
"Iya pah" Jawab Leta.
Leta berjalan ke arah Deva. Dia berdiri di samping Deva. Namun dia merasa gidak nyaman dengan tatapan mata dari pria yang ada di depan nya saat ini.
"Leta ini klien papah di kantor. Nama nya pak Dafi" Ucap Deva.
"Selamat malam pak Dafi. Saya Leta putri papah Deva" Ucap Leta ramah.
"Senang berkenalan dengan anda nona Leta" Ucap Dafi mencium punggung tangan Leta.
Leta yang merasa risih menarik tangan nya dengan cepat.
"Maaf. Saya ke toilet sebentar" Pamit Leta yang ingin menghindari Defa.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
ššššš
__ADS_1