
Sudah satu malam Nita di rumah nya sendiri sambil merenung akan nasibn Loya ia akhirnya sudah memutuskan besok pagi ia akan menemui nenek dan Cindy untuk berbicara pada mereka berdua.
Malam ini Arion tanpa mabok lagi iya pulang pukul 21.30malam. Sendirian tanpa Rudy sahabatnya yang sudah mau akan menikah Minggu depan dengan Dewi sahabat Yulita.
"Rion benar ya Rudy akan menikah dengan Dewi, akhirnya jadi juga itu anak." ucap kak Jenni yang memang malam ini nginap di rumah Cindy.
"Kak...boleh aku berbicara sebentar.?" ucap Arion yang memang masuk ke kamar Jenni... saat ini Jenni lagi hamil 5bulan.
"Kamu mau bicara apa, tentang Nita..?" ucap Jenni.
"Kak, aku tidak cinta padanya mana mungkin aku bisa menikahinya kak.?" ucap Arion.
"Tapi Kaka yakin kamu akan bisa mencintai Nita Rion, dia gadis yang baik dan kasian dirinya bila kamu tidak bertanggung jawab... Arion yakin dia juga tidak mungkin hamil kalau emang iya kita bisa rawat anaknya GK perlu kan aku menikah dengannya." ucap Arion.
"Arion Kaka tau kamu tidak mungkin akan seperti itu, tapi apa kamu tega memisahkan anak sama ibunya?" ucap Arion.
" aku akan biarkan dia bertemu kak." ucap Arion.
"Teserah kamu, dan kamu bicara sama nenek dan papa sana Kakak juga yakin mama akan marah sama kamu juga." ucap Jenni.
Didalam kamar Arion memikirkan apa ucapan Jenni kakaknya apalagi tadi Saat bicara Arion juga memperhatikan perut kakaknya yang makin hari makin membesar.
__ADS_1
Pagi ini Nita memutuskan akan pergi kerumah Cindy untuk berbicara keputusannya... Karena sudah tahu jadwal Arion berangkat kerja Nita akan menunggu Arion berangkat dulu dirinya belom siap untuk bertemu dengan Arion.
"Pagi...mama, papa dan nenek... hai Arion apa kabar.?" ucap Jimmy suami Jenni..
"Kamu pagi sekali kesini, aku bilang besok kesini." ucap Jenni.
"Aku sudah kangen sama kamu dan anak kita." ucap Jimmy.
"Gombal." ucap Jenni.
"Aku bawa hadia untuk kamu." ucap Jimmy.
"Kenapa dia." ucap Jimmy yang heran melihat sikap adil iparnya.
"Biarkan saja." ucap Jenni.
Mereka melanjutkan sarapannya semua selesai sarapan Cindy, nenek Linda dan Jenni lagi duduk di ruang tv sementara Jimmy dan David berbincang di taman belakang.
"Permisi..." ucap Nita dari belakang menghampiri Cindy, Jenni dan nyonya Linda.
"Nita, bukan kamu bilang ingin seminggu pulang." ucap Cindy.
__ADS_1
"Nek, nona dan nona muda saya hanya ingin pamit..." ucap Nita.
"Pamit...? Kamu mau kemana?" ucap Jenni bingung.
Cindy mengajak Nita untuk duduk dulu dan berbicara.
"Kalau nenek boleh izinkan saya bekerja di toko roti saja, dan saya sudah memutuskan tidak akan menikah dengan tuan muda Arion, saya tidak ingin membuat kebahagian tuan muda jadi hancur karena pernikahan." ucap Nita.
"Kamu bicara apa.?" ucap Cindy.
"Nyonya ini sudah keputusan saya, dan saya benar benar terimakasih atas kebaikan kalian, maafkan saya yang belom bisa membalasnya tapi malah menimbulkan masalah untuk keluarga nyonya.." ucap Nita.
"Tidak benar Nita, kamu harus tetap menikah dengan Arion sayang" ucap nenek.
"Iya Nita saya juga yakin Arion akan bahagia bersama kamu." ucap Jenni.
"Tapi..." ucap Nita lalu di potong tuan David yang tiba tiba datang.
"Tidak ada tapi tapian Nita, saya akan suruh orang untuk mengatur pernikahan kalian 2 Minggu lagi." ucap David.
Nita diam karena Nita tau kalau keputusan David tidak bisa di bantah oleh siapapun, hanya Cindy yang bisa membantahnya tapi Cindy tidak berani melakukan itu.
__ADS_1